Pasang Gigi Emas


PERTANYAAN:
Bagaimana hukum memasang gigi emas?

JAWAB:





Syaikh Ibnu Utsaimin - rahimahullah berkata:





:قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله





الأسنان الذهبية لا يجوز تركيبها للرجال إلا لضرورة
لأن الرجل يحرم عليه لبس الذهب والتحلي به
وأما للمرأة فإذا جرت عادة النساء بأن تتحلى بأسنان الذهب فلا حرج عليها في ذلك
فلها أن تكسو أسنانها ذهباً إذا كان هذا مما جرت العادة بالتجمل به
ولم يكن إسرافاً، لقول النبيصلى الله عليه وسلم: أحل الذهب والحرير لإناث أمتي
وإذا ماتت المرأة في هذه الحال أو مات الرجل وعليه سن ذهب قد لبسه للضرورة
فإنه يخلع إلا إذا خُشي المُثلة، يعني خشي أن تتمزق اللثة فإنه يبقى
وذلك أن الذهب يعتبر من المال
والمال يرثه الورثة من بعد الميت
فإبقاؤه على الميت ودفنه إضاعة للمال





مجموع فتاوى و رسائل الشيخ محمد صالح العثيمين م ١٩





Syaikh Ibnu Utsaimin - rahimahullah berkata:





"Gigi emas tidaklah boleh dipasang pada laki-laki kecuali jika dalam keadaan darurat, karena laki-laki diharamkan memakai dan berhias dengan emas, adapun bagi kaum perempuan jika sudah menjadi satu kebiasaan (adat di suatu wilayah, red) berhias dengan gigi emas, maka tidaklah mengapa, boleh ia memasang emas pada giginya, jika memang sudah menjadi satu kebiasaan berhias, selama tidak berlebih lebihan (menghamburkan uang), sebagaimana sabda Nabi shallAllahu alaihi wa sallam: "Dihalalkan emas dan sutra untuk kaum perempuan bagi umatku." Namun jika perempuan tersebut meninggal dalam keadaan memakai gigi emas atau laki-laki tersebut meninggal dengan memakai gigi emas yang ia pakai karena alasan darurat, maka hendaknya gigi emas tersebut dicabut dari si mayyit, kecuali jika dengan mencabutnya khawatir akan merusak gusi yakni khawatir merobek bagian gusi si mayyit, maka tidaklah mengapa gigi tersebut dibiarkan, hal itu dikarenakan emas merupakan harta, dan harta si mayyit termasuk warisan yang harus dibagikan setelah kematian si mayyit, maka membiarkan serta menguburkan gigi emas bersama si mayyit, termasuk bentuk menyia-nyiakan harta."





Majmu' Fatawa wa Rosail Syaikh Muhammad Sholeh Utsaimin jilid 19









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar