Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Ingin Berkurban tetapi Belum Aqiqah

Gambar
PERTANYAAN: Bolehkah berqurban tetapi belum aqiqah? JAWAB: Jawabannya boleh, karena pertama, aqiqah bukanlah syarat untuk berkurban, karena aqiqoh adalah tanggung jawab orang tua kita, sehingga keliru mereka yang beranggapan wajibnya aqiqah sebelum berkurban. Perhatikan penjelasan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Tukhfatul maudud Bi Ahkamil Maulud ketika membawakan nash dari Imam Ahmad dalam masalah ini, terjemah dalam kotak. Tukhfatul Maulud Bi Ahkamil Maulud (hal.48) Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: Al-Kholal berkata: Bab: Dianjurkan Bagi Orang Yang Belum Diqiqahi Sewaktu Kecil, Agar Mengaqiqahi Dirinya Sendiri Saat Dewasa. Beliau lalu menyebutkan masail Ismail bin Saiid As-Syalinji, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Imam Ahmad tentang seseorang yang diberitahu orang tuanya bahwa dirinya belum diaqiqahi, apakah ia perlu mengaqiqahi dirinya sendiri? Imam Ahmad menjawab: Aqiqoh adalah tanggung jawab ayahnya." Kedua, sebagian ulama dari kalangan Hanabilah dan juga Hana...

Wanita Al Annanah

Gambar
PERTANYAAN: Bagaimana penjelasan tentang wanita Al Annanah ? JAWAB: Penjelasan mengenai Al Annanah, barangkali Al-Ghazali lah yang pertama kali menyebutkan perkataan ini, sebagaimana dalam kitabnya Ihya Ulumuddin. Al-Annanah adalah wanita yang banyak mengeluh dan mengadu, sampai-sampai diibaratakan ia mengikat kepalanya sebagai tanda sakit atau pura pura sakit agar tidak dibebani dengan tugas hariannya. selengkapnya simak perkataan Al-Ghazali ketika menjelaskan masalah ini. Ittahafus Sadatil Muttaqin Bi Syarahi Ihya 'Ulumiddien (6/115) Terjemah dalam kotak... Al-Ghazali rahimahullah berkata: "Sebagian orang Arab berkata: Janganlah kalian menikah dengan 6 jenis wanita, yaitu Annanah, Mannanah, Hannanah, Haddaqoh, Barraqoh, dan Syaddaqoh. Adapun Annanah adalah wanita yang sering mengeluh dan mengadu, yang setiap saat membalut kepalanya (agar terbebas dari tugas hariannya), maka menikahi perempuan yang sakit dan yang pura-pura sakit (karena merasa terbebani atau agar tidak terb...

Hadis-Hadis tentang Pernikahan 3

Gambar
Bagian Tiga: Hadis tentang Adab Mempergauli Istri عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ لَكِنْ أُعِلَّ بِالْإِرْسَالِ Dari Abu Hurairah  Radliyallaahu ‘anhu  bahwa Rasulullah  Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam  bersabda: “Terlaknat orang yang menggauli istrinya dari duburnya.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i, dan lafadznya menurut Nasa’i. Para perawinya dapat dipercaya namun ia dinilai mursal. وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ, وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ وَأُعِلَّ بِالْوَقْفِ Dari Ibnu Abbas  Radliyallaahu ‘anhu  bahwa Rasulullah  Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam  bersabda: “Allah tidak akan melihat laki-laki yang berhubungan badan dengan laki-laki atau la...

Hadis-Hadis tentang Pernikahan 2

Gambar
Bagian Dua: Hadis tentang Kesetaraan dalam Pernikahan, Hak untuk Memilih, dan Aib-Aib pada Pengantin عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: الْعَرَبُ بَعْضُهُمْ أَكْفَاءُ بَعْضٍ، وَالْمَوَالِي بَعْضُهُمْ أَكْفَاءُ بَعْضٍ، إِلَّا حَائِكٌ أَوْ حَجَّامٌ رَوَاهُ الْحَاكِمُ، وَفِي إِسْنَادِهِ رَاوٍ لَمْ يُسَمَّ، وَاسْتَنْكَرَهُ أَبُو حَاتِمٍ Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Bangsa Arab setara derajatnya dengan Arab yang lainnya dan kaum mawali (bekas hamba yang telah dimerdekakan) sama derajatnya dengan sesama mereka, kecuali mereka yang tukang baju dan tukang bekam.” Riwayat Hakim dan dalam sanadnya ada kelemahan karena ada seorang perawi yang tidak diketahui namanya. Hadits munkar menurut Abu Hatim. وَلَهُ شَاهِدٌ عِنْدَ الْبَزَّارِ: عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ بِسَنَدٍ مُنْقَطِعٍ Hadits tersebut mempunyai hadit penguat dari riwayat al-Bazzar dari Mu’adz Ibnu Jabal namun juga dengan sanad ya...

Hadis-Hadis tentang Pernikahan 1

Gambar
Bagian Satu: Hadis tentang Perintah untuk Menikah dan Hukum-Hukum yang Terkait dengan Pernikahan عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat menurunkan syahwat.” Muttafaq Alaihi. وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - حَمِدَ اللَّهَ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ، وَقَالَ لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأَتَزَوَّجُ النّ...

Orang yang Tidak Memiliki Cemburu terhadap Keluarganya

Gambar
PERTANYAAN: Apa yang dimaksud dengan dayyus? JAWAB: ومَن لا يغار على أهله ومحارمه يُسمَّى : " ديّوثاً " ، والدّياثة من الرّذائل الّتي ورد فيها وعيد شديد وما ورد فيه وعيد شديد يعدّ من الكبائر عند كثير من علماء الإسلام ، جاء في الحديث ثلاثة لا ينظر اللّه عزّ وجلّ إليهم يوم القيامة : العاقّ لوالديه ، والمرأة المترجّلة ، والدّيّوث رواه النسائي ( 2561 ) وصححه الألباني في صحيح سنن النسائي انتهى الموسوعة الفقهية 31 / 340 "Orang yang tidak memiliki rasa cemburu kepada anggota keluarga dan mahram -nya, maka orang semacam ini di sebut ''Dayyus'' . Dan sifat dayyus ini termasuk sifat yang paling jelek yang diancam dengan ancaman yang sangat keras, dan setiap perbuatan yang diancam dengan ancaman yang sangat keras, maka hal itu termasuk dosa besar menurut mayoritas para ulama Islam, terdapat dalam sebuah hadist: "Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat kelak, mereka adalah anak yang durhaka kepada kedua orang ...

Hukum Muntah Saat Puasa

PERTANYAAN: Bagaimana hukum orang yang muntah saat puasa, apakah batal puasanya? JAWAB   السؤال : ما حكم من ذرعه القيء وهو صائم، هل يقضي ذلك اليوم أم لا؟  : الجواب حكمه أنه لا قضاء عليه، أما إن استدعى القيء فعليه القضاء؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم من ذرعه القيء فلا قضاء عليه، ومن استقاء فعليه القضاء اخرجه الإمام أحمد وأهل السنن الأربع بإسناد صحيح من حديث أبي هريرة رضي الله عنه   فتاوى الشيخ ابن باز رحمه الله ''Hukumnya ia tidak perlu meng- qadha ' (mengganti di hari lain), namun jika ia muntah  secara sengaja maka ia wajib meng- qadha ', berdasarkan sabda Nabi shallAllahu alaihi wa sallam: ''Barangsiapa yang muntah secara tidak sengaja maka tidak ada qadha' atasnya, dan barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka ia wajib meng- qadha '" Hadis dikeluarkan oleh imam Ahmad dan Ahlus Sunan yang empat dengan sanad yang shahih dari hadis Abu  Hurairah radiyAllahuanhu.'' Fatawa Syaikh Ibnu Baz rahimahullah Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Ab...

Hukum Pengobatan Sengat Lebah

Gambar
PERTANYAAN: Bagaimana hukum pengobatan dengan sengatan lebah? JAWAB: :السؤال كما تعلمون فإن رسول الله عليه الصلاة والسلام قد حرم قتل النحل ، لكن ثبت علميا أن للسع النحل فوائد كبيرة في علاج العديد من الأمراض المزمنة والمستعصية ، وكما هو معلوم فإن النحلة تموت بعد اللسع ، فهل يجوز في هذه الحالة قتل النحل لأجل العلاج ؟ :الإجابــة '' فقد نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قتل النحل؛ كما في مسند الإمام أحمد وغيره وقد سبق بيان ذلك في الفتوى رقم: 2568، ولذلك فلا يجوز قتل النحل وغيره من الحيوانات المنهي عن قتلها إلا إذا كان ذلك لغرض مشروع مثل: دفع ضرر أو جلب مصلحة، فإذا تعين قتل النحل لعلاج بعض الأمراض بحيث لم يوجد غيره مما يقوم مقامه فلا مانع منه شرعا إن شاء الله تعالى، فيجوز للإنسان أن يستخدم جميع الحيوانات للأغراض والمقاصد المشروعة من الأكل والعلاج وغيرها والله أعلم  مركز فتاوى با إشراف الشيخ د. عبد الله الفقيه Soal: "Sebagaimana yang kalian ketahui bahwa Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam telah mengharamkan untuk membunuh lebah,  namun terdapat penelitian ilmi...

Membangun Masjid Di Komplek Pemakaman

Gambar
PERTANYAAN: Bagaimana Hukum Membangun Masjid Di Komplek Pemakaman? JAWAB: Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: "N ash-nash dari Imam As-Syafii serta Ashab (ulama Syafiyyah sepakat akan dibencinya membangun masjid diatas (dikomplek) kuburan, baik mayyit adalah seorang yang masyhur dengan keshalehannya atau masyhur dengan yang lainnya, berdasarkan keumuman hadist-hadist yang melarangnya." Kitab Al-Majmu' Syarhul Muhaddzab (5/289) Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy  hafizahullah Disunting dan diposting oleh Abu Osamah (Bayu bin Slamet Ad Daisamiy), semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.

Bolehkah Mencium Tangan Kiai?

Gambar
PERTANYAAN: Bolehkan seseorang mencium tangan orang yang berilmu dan shalih sebagai bentuk penghormatan kepadanya? JAWAB: Mencium tangan ulama atau orang tua atau orang yang shaleh, jumhur (mayoritas) ulama menyatakan boleh dengan niat untuk memuliakan, adapun dengan niat tabarruk (mencari berkah) sebagaimana di lakukan oleh orang-orang sufi terhadap guru-guru mereka maka hal ini adalah sikap ghuluw (berlebihan) yang tidak dibenarkan. Syaikh Al Albani memberikan tiga syarat bolehnya seseorang mencium tangan orang yang alim, berikut nukilan pendapat beliau dalam kitabnya Silsilah As-Shahihah; Terjemah dalam kotak merah Syaikh Al Albani rahimahullah berkata: Adapun mencium tangan, dalam masalah ini terdapat banyak hadits dan atsar, yang seluruhnya menunjukkan tetapnya hal tersebut dari Rasulullah shallahu alaihi wa sallam maupun para salaf , maka kami berpendapat bolehnya mencium tangan seorang alim, jika terpenuhi beberapa syarat berikut: 1. Tidak boleh dijadikan kebiasaan, dimana se...

Onani atau Masturbasi Saat Puasa

Gambar
PERTANYAAN: Bagamaimana hukum masturbasi atau onani ketika sedang puasa? JAWAB:     السؤال إذا تحركت شهوة المسلم في نهار رمضان ولم يجد طريقاً إلا أن يستمني فهل يبطل صومه وهل عليه قضاء أو كفارة في هذه الحالة ؟    الجواب " الاستمناء في رمضان وغيره حرام ، لا يجوز فعله ؛ لقوله تعالى والذين هم لفروجهم حافظون إلا على أزواجهم أو ما ملكت أيمانهم فإنهم غير ملومين فمن ابتغى وراء ذلك فأولئك هم العادون وعلى من فعله في نهار رمضان وهو صائم أن يتوب إلى الله وأن يقضي صيام ذلك اليوم الذي فعله فيه ، ولا كفارة ؛ لأن الكفارة إنما وردت في الجماع خاصة وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء السؤال الأول من الفتوى رقم ٢١٩٢ Soal: Jika syahwat seorang muslim sedang bergejolak di siang hari bulan Ramadhan, dan ia tidak menemukan cara melampiaskan kecuali dengan onani, apakah hal ini membatalkan puasa? Dan haruskah ia meng- qodho ' atau membayar kafarah karena ini?  Jawab: ''Masturbasi di bulan ramadhan dan dibulan lainnya...

Hukum Renang saat Puasa

PERTANYAAN: Bagaimana  hukum renang ketika puasa? JAWAB:   السؤال: ما حكم السباحة للصائم؟ الإجابة لا بأس للصائم أن يسبح، وله أن يسبح كما يريد، وينغمس في الماء، ولكن يحرص على أن لا يتسرب الماء إلى جوفه بقدر ما يستطيع، وهذه السباحة تنشط الصائم وتعينه على الصوم، وما كان منشطاً على طاعة الله فإنه لا يمنع منه، فإنه مما يخفف العبادة على العباد وييسرها عليه. وقد قال الله تبارك وتعالى في معرض آيات الصوم: يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ - والنبي عليه الصلاة والسلام قال إن هذا الدين يسر، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه والله أعلم  مجموع فتاوى و رسائل الشيخ محمد صالح العثيمين ج ١٩  "Tidaklah mengapa bagi orang yang berpuasa untuk berenang, ia boleh berenang sesuai yang ia inginkan, misalnya menyelam di dalam air,  akan tetapi ia harus berusaha agar air tidak masuk ke kerongkonganya sebisa mungkin yang ia mampu, dan berenang ini dapat membuat semangat orang yang ...

Membaca Al Ikhlas dan Al Muawwizatain di Akhir Rekaat Witir

PERTANYAAN: Apakah terdapat dalil disunnahkannya membaca Al Ikhlas dan Al Muawwizatain (Al Falaq dan An Nas) di akhir Rekaat shalat Witir? JAWAB: عن عائشة رضي الله عنها أنها سئلت : بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يُوتِرُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فقَالَتْ : كَانَ يَقْرَأُ فِي الْأُولَى بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ، وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ 463 رواه الترمذي Dari Aisyah, beliau pernah ditanya: "Dengan surat apa Rasulullah membaca dalam shalat witirnya? Aisyah menajwab: "Beliau membaca pada rakaat pertama, Sabbihisma rabbikal a'la , pada rakaat kedua, Qul ya ayyuhal kafirun , dan  pada rakaat ketiga beliau membaca surat Al-Ikhlas, Al Falaq dan An Nas .'' Diriwayatkan oleh AT Tirmidzi 463 Para ulama berselisih pendapat menghukumi hadist ini, di antara yang menshahihkan hadist ini adalah Al Hakim, Az Zahabi, Ibnu Hajar Al Asqalani, dan Al Albani. Namun...

Bolehkah Mengerjakan Tahajud Berjamaah?

PERTANYAAN: Bolehkah mengerjakan tahajud berjamaah? JAWAB:     السؤال: ما هو حكم صلاة قيام الليل جماعة في غير رمضان؟   :الإجابة  الشفع، والوتر، والتهجد تجوز فيه الجماعة أحياناً لا دائماً، ودليل ذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم صلى جماعة ببعض أصحابه، فمرة صلى معه عبد الله بن عباس رضي الله عنهما، ومرة صلى معه عبد الله بن مسعود رضي الله عنه، ومرة صلى معه حذيفة بن اليمان رضي الله عنه لكن هذا ليس راتباً أي لا يفعله كل ليلة ولكن أحياناً، فإذا قام الإنسان بتهجد وقد نزل به ضيف وصلى معه هذا الضيف جاء في تهجده ووتره فلا بأس به، أما دائماً فلا، وهذا في غير رمضان أما في رمضان فإنه تسن فيه الجماعة من أوله إلى آخره من التراويح ومنها الوتر   مجموع فتاوى ورسائل الشيخ ابن عثيمين ج ١٤  "ٍShalat syafa' (dua rakaat genap), witir (ganjil) dan tahajud boleh dikerjakan secara berjama'ah jika sesekali dikerjakan, bukan secara terus menerus, dalilnya  Nabi shallAllahu alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat malam secara berjamaah bersama sebagian sahabatnya. Beliau pernah sekali shalat bersama A...

المحاضرة القصيرة: البدعة عبادة مردودة

وقد علمنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن الله لا يقبل العبادة إلا إذا كانت قد جاء بها رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال صلى الله عليه وسلم من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد وكان صلى الله عليه وسلم يردد على منبره في خطبه فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار الثبات على السنة و العمل بها نجاة من الافتراق وعلمنا النبي صلى الله عليه وسلم أن السلامة من الفتن والنجاة عند الاختلاف إنما هي في التمسك بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فلا نجاة للأمة عند الاختلاف إلا في سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ولذا كان السلف يقولون إن السنة هي سفينة نوح، قال صلى الله عليه وسلم فإنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ نحن أيها الإخوة في هذا الزمان نرى اختلافا كثيرا بين المسلمين نرى فرقا ونرى جامعات كل منهم يزعم أنه على الحق ويدعو إلى ما هو عليه ما السلامة؟ من نجاة؟ من هم أهل الحق من هم الفرقة الناجية؟ بين لنا ذلك النبي صلى الله عليه وسلم بقوله فعليكم بسنتي النجاة في سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، بأي فهم؟ بفهم ا...