Shalat 'Ied Menghadap Sandal


PERTANYAAN:
Sholat di lapangan bolehkah kita solat menghadap ke sandal?

JAWAB:
Barangkali maksud dari pertanyaannya mirip dengan menjadikan sandal sebagai sutrah (pembatas), maka jawabanya boleh selama sandalnya bersih dari najis, namun yang afdhal (lebih baik) hendaknya tidak menjadikannya sebagai sutrah, mengingat sandal adalah benda kotor menurut urf (budaya). Demikian sebagaimana penjelasan Syaikh Ibnu Ustaimin ketika ditanya masalah ini...









Bantu terjemah dalam kotak...





Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya dengan pertanyaan: "Apa hukum menjadikan sandal sebagai sutrah?"





Beliau menjawab:





"Tidak mengapa, kecuali jika pada sandal tersebut terdapat najis atau kotoran, maka tidak boleh dijadikan sutrah, namun yang utama hendaknya tidak menjadikannya sebagai sutrah, karena menurut urf sandal adalah benda kotor, hingga Nabi shallahu alaihi wa sallam pernah melarang orang yang sholat untuk meludah ke arah depannya (karena kotor)."





Majmu' Fatawa Wa Rosail Syaikh Ibnu Utsaimin (13/368)





Sebagai tambahan, kita simak BC berikut;





Adab Shalat Di Lapangan





SHALAT MENGHADAP SANDAL..??!





Saudaraku...
Berdasarkan Pengalaman Yang Kami Lihat Di Lapangan Tempat Pelaksanaan Shalat 'Iedul Fithri Maupun 'Iedul Adha, Selalu Menyuguhkan Sebuah Pemandangan Yang "NYENTRIK", Kaum Muslimin Yang Sedang Mengerjakan Shalat, SELALU MELETAKKAN SANDAL-SANDALNYA DI DEPAN...!





Saudaraku...
TIDAK BEGITU ADABNYA KETIKA SHALAT DI LAPANGAN, DAN HAL INI ADA ISYARAT LARANGAN DARI NABI ﷺ. Jika Kedua Sandal Dilepas, Maka Tidak Boleh Diletakkan Di Samping Kanan. Tapi Letakkanlah DIANTARA KEDUA KAKINYA, Hal Yang Demikianlah Yang Sesuai Dengan Perintah Nabi ﷺ...





Berkenaan Dengan Isyarat Larangan Meletakkan Sandal DI DEPAN DAN DISEBELAH KANAN Ketika Shalat, Berdasarkan Keumuman Sabda Rasulullah ﷺ. Karena Disisi Kanannya ADA MALAIKAT...! Dan Di Hadapannya Allah Azza Wa Jalla Menghadapkan Wajah-Nya...!





إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَلَا يَبْصُقْ أَمَامَهُ، فَإِنَّمَا يُنَاجِي اللَّهَ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ وَلَا عَنْ يَمِينِهِ، فَإِنَّ عَنْ يَمِينِهِ مَلَكًا، وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ فَيَدْفِنُهَا





“Apabila Salah Seorang Di Antara Kalian Berdiri Melaksanakan Shalat, Janganlah Meludah KE ARAH DEPANNYA, Karena Ia Sedang Bermunajat Kepada Allah Selama Ia Mengerjakan Shalat. Jangan Pula Meludah KESAMPING KANAN, Karena Di Samping Kanannya ADA MALAIKAT. Hendaklah Ia Meludah Ke Sebelah KIRINYA atau DI BAWAH KAKI. Dan Setelah Selesai Shalat Hendaklah Ia Membersihkannya.” (HR. Bukhari No. 416)





Berkata Syaikh Albani -rahimahullah- :





"Disini Terdapat Isyarat Yang Halus Untuk Tidak Meletakkan Sandal Di Depan. Adab Inilah Yang Banyak Disepelekan Oleh Kebanyakan Orang. Sehingga Anda Menyaksikan Sendiri, Diantara Mereka Yang Shalat: MENGHADAP KE SANDAL-SANDAL..!" (Ashlu Shifati Shalatin Nabiy)









Dijawab dalam grup diskusi yang dibimbing oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar