Sujud Sahwi


PERTANYAAN:
Kapan dan bagaimana cara melakukan sujud sahwi?

JAWAB:





Simak penjelasan Syaikh Al Utsaimin berikut ini,





 قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله





يكون السجود قبل السلام في موضعين





 أحدهما: إذا كان عن نقص
مثل: أن ينسى التشهد الأول، أو ينسى أن يقول
سبحان ربي العظيم في الركوع
أو ينسى أن يقول: سبحان ربي الأعلى في السجود
أو ينسى أن يكبر غير تكبيرة الإحرام
أو ينسى أن يقول: سمع الله لمن حمده عند الرفع من الركوع





فإن نسي مثل هذه الواجبات؛ وجب عليه سجود السهو قبل السلام
لأن النبي صلى الله عليه وسلم قام عن التشهد الأول في صلاته
فسبحوا به فمضى في صلاته
فلما قضى صلاته وانتظر الناس تلسيمه
كبر قبل التسليم فسجد سجدتين يكبر في كل سجدة
وهو جالس قبل أن يسلم ثم سلم - رواه البخاري ومسلم وغيرهما





الثاني: إذا شك في عدد الركعات فلم يدر كم صلى
ولم يترجح عنده شيء، فإنه يبني على الأقل ويسجد للسهو قبل السلام
فإذا شك هل صلى ثلاثاً أم أربعاً ولم يترجح أنها ثلاث أو أربع
فليجعلها ثلاثاً ويصلي الرابعة، ثم يسجد للسهو قبل أن يسلم
لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال
إذا شك أحدكم في صلاته فلم يدر كم صلى ثلاثاً أم أربعاً فليطرح الشك
وليبن على ما استيقن، ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم - رواه مسلم

مجموع فتاوى ورسائل الشيخ محمد صالح العثيمين م ١٤  كتاب سجود السهو





Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :





Sujud sahwi yang dikerjakan sebelum salam, ada dua sebab:





Pertama: Karena adanya kekurangan, misalnya: ia lupa mengerjakan tasyahhud awal, atau lupa mengucapkan "subhana rabbiyal 'adzim" pada saat ruku', atau lupa mengucapkan "subhana rabbiyal a'la'' pada saat sujud, atau lupa mengucapkan takbir selain takbiratul ihram (jika tidak mengucap takbir ketika takbiratul ihram maka shalatnya tidak sah, red), atau lupa mengucapkan '' sami'Allahu liman hamidah" ketika bangkit dari ruku.

Jika ia lupa mengerjakan semisal kewajiban shalat tersebut diatas, maka ia wajib mengerjakan sujud sahwi sebelum salam, karena Nabi shallAllahu alaihi wa sallam pernah berdiri (lupa) tidak mengerjakan tasyahhud awal dalam shalatnya dan Nabi melanjutkan shalatnya, maka takala selesai shalat dan para sahabat menunggu salamnya, maka Nabi bertakbir sebelum salam dan Nabi mengerjakan dua kali sujud (sujud sahwi) dengan bertakbir pada setiap sujudnya dan beliau duduk sebelum salam kemudian Nabi mengucapkan salam. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari, Muslim, dan selainnya).

Kedua: Jika ia ragu pada bilangan rakaat dan ia tidak tahu berapa rakaat yang sudah ia kerjakan serta ia tidak yakin, maka hendaknya keyakinannya tersebut dibangun berdasarkan rakaat yang paling sedikit, kemudian ia lengkapi dengan sujud sahwi sebelum salam. misalnya ia ragu apakah ia telah mengerjakan shalat tiga rakaat atau empat rakaat, sedangkan ia tidak yakin, maka hendaknya ia bangun keyakinannya dengan menjadikan bilangan rakaatnya tiga, dan ia tetap melanjutkan untuk mengerjakan rakaat yang ke empat, kemudian ia tambal dengan sujud sahwi sebelum salam, karena Nabi shallAllahu alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian ragu dalam shalatnya dan tidak tahu berapa jumlah rakaat yang sudah kalian kerjakan, apakah sudah tiga rakaat ataukah empat rakaat maka buanglah keragu-ragua tersebut dan bangunlah diatas apa yang ia yakini, kemudian ia sempurnakan (kekurangan tersebut) dengan dua kali sujud (sujud sahwi) sebelum salam.'' (Diriwayatkan oleh Muslim).''









ويكون السجود بعد السلام في موضعين





أحدهما : إذا كان عن زيادة، مثل أن ينسى فيركع مرتين
أو يسجد ثلاث مرات، أو ينسى فيزيد ركعة
أو ينسى فيسلم قبل تمام صلاته ثم يذكر فيتمها
فإذا فعل مثل هذه الأمور، وجب عليه سجود السهو بعد السلام
لأن النبي صلى الله عليه وسلم صلى بأصحابه الظهر خمساً فأخبروه فانتفل
فثنى رجليه واستقبل القبلة، ثم سجد سجدتين ثم سلم
رواه البخاري ومسلم
وصلى بهم مرة أخرى فسلم من ركعتين فأخبروه
فصلى الركعتين الباقيتين ثم سلم ثم سجد سجدتين بعد السلام
رواه البخاري ومسلم





الثاني : إذا شك في عدد الركعات، فلم يدر كم صلى وترجح عنده أحد الطرفين
فإنه يبني على ما ترجح عنده فيتم صلاته عليه ويسلم
ثم يسجد سجدتين ويسلم





فإذا شك هل صلى ثلاثاً أم أربعاً وترجح عنده أنها ثلاث
فليصل الرابعة ويسلم ثم يسجد سجدتين، ويسلم
وإذا شك هل صلى ثلاثاً أم اثنتين وترجح عنده أنها ثلاث
جعلها ثلاثاً وصلى الرابعة ثم سلم ثم سجد سجدتين ثم سلم
لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال
إذا شك أحدكم في صلاته فليتحر الذي يرى أنه الصواب فليتم عليه
ثم ليسلم ثم يسجد سجدتين
رواه البخاري ومسلم





مجموع فتاوى ورسائل الشيخ محمد صالح العثيمين م ١٤  كتاب سجود السهو





Sujud sahwi yang dikerjakan setelah salam, ada dua sebab:





Pertama: Karena kelebihan, misalnya seseorang lupa hingga menambahkan ruku' sebanyak dua kali, atau ia menambahkan sujud menjadi sebanyak tiga kali, atau ia lupa hingga menambahkan satu rakaat, atau ia lupa (mengerjakan satu rakaat) lalu ia salam sebelum menyempurnakan shalatnya, kemudian ia mengingatnya kemudian ia meyempurnakan (rakaat yang ia tinggalkan), maka jika ia mengerjakan semisal perkara diatas, maka ia wajib mengerjakan sujud sahwi setelah salam, karena Nabi shAllahu alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat dzuhur bersama para sahabatnya sebanyak lima rakaat, kemudian para sahabat memberitahukan kepada Nabi, kemudian Nabi duduk tasyahhud seraya menghadap kiblat, kemudian beliau sujud sahwi dan salam." Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim. Dan beliau juga pernah shalat pada kesempatan lainnya, lalu beliau salam pada rakaat kedua, kemudian para sahabat memberitahukan kepada Nabi, maka beliau kemudian mengerjakan shalat dua rakaat yang tertinggal, kemudian salam dan mengerjakan sujud sahwi setelah salam." Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim.





Kedua, jika ia ragu pada bilangan rakaat dan ia tidak tahu sudah berapa rakaat yang telah ia kerjakan maka ia mengambil jumlah rakaat dari dua kemungkinan yang dihitung menurut yang ia paling yakin, kemudian ia sempurnakan shalatnya kemudian ia menutup dengan salam, setelahnya barulah ia kerjakan sujud sahwi dan salam.
Dan Jika ia ragu apakah ia telah mengerjakan shalat sebanyak tiga rakaat ataukah empat rakaat misalnya, kemudian ia yakin ia baru mengerjakan tiga rakaat, maka hendaknya ia kerjakan rakaat yang ke empat, kemudian salam, barulah ia kerjakan sujud sahwi dan salam, dan apabila ia ragu apakah ia telah mengerjakan dua rakaat ataukah tiga rakaat misalnya, kemudian ia yakin bahwa ia sudah kerjakan tiga rakaat, maka ia jadikan shalatnya pada rakaat ketiga dan ia shalat untuk mengerjakan rakaat yang keempat, kemudian salam kemudian ia kerjakan sujud sahwi dan salam, karena Nabi shallalahu alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian ragu dalam shalatnya, maka hendaknya ia lihat manakah yang ia yakini paling benar, kemudian ia sempurnakanlah shalatnya hingga salam, kemudian barulah ia kerjakan sujud sahwi." Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim. Selesai





Majmu Fatawa Wa Rasail Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin jilid 14 - Kitab Sujud Sahwi

Adapun mengenai bacaan ketika sujud sahwi, sebagian ulama mengatakan, di antaranya disebutkan oleh An Nawawi dalam Raudhatuth Tholibiin (1/116), bahwa dianjurkan membaca do’a,





سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو





Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa





Namun dzikir di atas hanya anjuran saja dari sebagian ulama tanpa adanya dalil, sebagaimana perkataan Imam Ibnu Hajar,





قَوْلُهُ : سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ – قُلْت : لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا





Perkataan beliau, “Aku telah mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang di anjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” yakni ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mendapatkan asalnya sama sekali.”

At Talkhis Al Habiir (2/6)

Sehingga bacaan ketika sujud sahwi -Allahua'lam- adalah seperti bacaan sujud biasa ketika shalat. Misalkan, dengan keumuman hadis Rasulullah:





لَمَّا نَزَلَتْ فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
قَال رَسُول اللَّه  اجْعَلُوهَا فِي رُكُوعِكُمْ
فَلَمَّا نَزَلَتْ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكِ الأَْعْلَى
قَال: اجْعَلُوهَا فِي سُجُودِكُمْ





Ketika turun ayat (fasabbih bismirabbikal'adzhim), Rasulullah bersabda, "Jadikanlah lafadz ini sebagai bacaan dalam rukukmu." Dan ketika turun ayat (sabbihismarabbikal 'ala), Rasulullah memerintahkan, "Jadikanlah lafadz ini bacaan di dalam sujudmu." (HR. Abu Dawud)

Maka para ulama umumnya mengatakan bahwa lafaz dalam sujud adalah:





سبحان ربي الأعلى





Atau bisa membaca zikir-zikir yang lain yang telah ditetapkan dalam hadis-hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.










Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz