Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Talqin Setelah Penguburan Mayyit

Gambar
PERTANYAAN: Apa hukum mentalqin mayyit setelah dikuburkan, hal itu biasanya dilakukan di atas kuburannya dengan mengatakan kepada si mayyit: "Wahai hamba Allah, sebutkanlah kalimat yang keluar saat engkau meninggal dunia, apabila datang kepadamu dua malaikat (Mungkar dan Nakir), maka katakanlah kepada keduanya, 'Allah tuhanku, Muhammad Nabiku, Al-Qur'an imamku, dan Islam agamaku.''', dan perkataan sejenis itu? JAWAB: السائل ما حكم تلقين الميت بعد دفنه وذلك على القبر بأن يقال له يا عبد الله اذكر العهد الذي خرجت عليه، إذا جاءك الملكان فقل لهما الله ربي. ومحمد نبيي. والقرآن إمامي. والإسلام ديني وغير ذلك؟ الجواب تلقين الميت بعد دفنه مبني على حديث أبي أمامة رضي الله عنه وقد تنازع الناس في صحته، والصواب أنه حديث ضعيف لا تقوم به حجة وأن تلقين الميت بعد دفنه بدعة؛ لأن ذلك لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم ولا عن أصحابه في حديث ينسب إليه وإنما ورد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أنه إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه وقال: «استغفروا لأخيكم واسألوا له التثبيت؛ فإنه الآن...

Pentingnya Mempelajari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah

Di antara perkara-perkara yang penting dan bermanfaat bagi seorang penuntut ilmu sebelum dia memulai mempelajari masalah-masalah yang terkait dengan permasahan Tauhid Asma wa Shifat (Mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya) adalah seseorang mengetahui pentingnya mempelajari hal ini sehingga bertambahlah semangat dan keinginannya dalam memperdalam masalah-masalah ini. Di antara manfaat-manfaat mempelajari tauhid asma dan sifat adalah; Pertama, mempelajari ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah merupakan salah satu cara untuk meraih kesempurnaan iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena tidak akan sempurna iman seseorang kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai dia benar-benar mengerti dan memahami tentang keberadaan Allah sebagai Rabb semesta alam, sebagai zat yang berhak disembah, dan juga mengetahui nama-nama Allah subhanahu wa ta'ala dan sifat-sifat-Nya yang mulia yang tertulis di dalam Al Quran dan As Sunnah. Kedua, Mempelajari tauhid asma dan sifat ...

Memanfaatkan Barang Gadaian

PERTANYAAN: Bolehkan barang gadaian yang berada di tangan kita kita manfaatkan? JAWAB: وقال ابن قدامة رحمه الله ما لَا يَحْتَاجُ إلَى مُؤْنَةٍ , كَالدَّارِ وَالْمَتَاعِ وَنَحْوِهِ , فَلَا يَجُوزُ لِلْمُرْتَهِنِ الِانْتِفَاعُ بِهِ بِغَيْرِ إذْنِ الرَّاهِنِ بِحَالٍ لَا نَعْلَمُ فِي هَذَا خِلَافًا ; لِأَنَّ الرَّهْنَ مِلْكُ الرَّاهِنِ , فَكَذَلِكَ نَمَاؤُهُ وَمَنَافِعُهُ فَلَيْسَ لِغَيْرِهِ أَخْذُهَا بِغَيْرِ إذْنِهِ , فَإِنْ أَذِنَ الرَّاهِنُ لِلْمُرْتَهِنِ فِي الِانْتِفَاعِ بِغَيْرِ عِوَضٍ , وَكَانَ دَيْنُ الرَّهْنِ مِنْ قَرْض لَمْ يَجُزْ ; لِأَنَّهُ يُحَصِّلُ قَرْضًا يَجُرُّ مَنْفَعَةً , وَذَلِكَ حَرَامٌ . قَالَ أَحْمَدُ : أَكْرَهُ قَرْضَ , الدُّورِ وَهُوَ الرِّبَا الْمَحْضُ . يَعْنِي : إذَا كَانَتْ الدَّارُ رَهْنًا فِي قَرْضٍ يَنْتَفِعُ بِهَا المرتهن انتهى المغني 4/250 Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: "Setiap barang yang tidak membutuhkan biaya perawatan, seperti rumah, perabotan atau yang semisalnya, maka tidak boleh bagi pemegang barang gadai memanfaatkan barang gadaian ters...

Mengerjakan Shalat Rawatib Setelah Terlewat Waktunya

PERTANYAAN: Ketika kita tidak sempat menunaikan shalat qabliyah karena sesuatu hal, bolehkah kita mengganti shalat tersebut setelah sudah terlewat waktunya? JAWAN: عن أم سلمة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يصلي ركعتين بعد العصر فسئل عنها فقال: يَا بِنْتَ أَبِى أُمَيَّةَ ، سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ وَإِنَّهُ أَتَانِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ ، فَهُمَا هَاتَانِ رواه البخاري 1233 ومسلم 834 قال  الإمام النووي رحمه الله الصحيح عندنا استحباب قضاء النوافل الراتبة ، وبه قال محمد ، والمزني ، وأحمد في رواية عنه وقال أبو حنيفة ومالك وأبو يوسف في أشهر الرواية عنهما لا يقضي دليلنا هذه الأحاديث الصحيحة انتهى مجموع شرح المهذب 4/43 Dari Ummu Salamah radiyAllahuanha: Nabi shallAllah 'alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat dua rakaat setelah ashar, Nabi ditanya tentangnya dan beliau menjawab: "Wahai putri Abu Umayyah, engkau bertanya tentang dua rakaat setelah ashar, baru saja datang menemu...

Shalat Tasbih dalam Mazhab Syafi'i

PERTANYAAN: Bagaimana hukum shalat tasbih yang sering diamalkan sebagian umat Islam yang mengaku mereka bermazhab Asy Syafii? JAWAB: Kita simak pendapat salah satu pembesar mazhab Syafii, Imam Nawawi rahimahullah, : قال الإمام النووي رحمه الله قال القاضي حسين وصاحبا التهذيب والتتمة والروياني في أواخر كتاب الجنائز من كتابه البحر يستحب صلاة التسبيح للحديث الوارد فيها وفي هذا الاستحباب نظر ; لأن حديثها ضعيف ، وفيها تغيير لنظم الصلاة المعروف فينبغي ألا يفعل بغير حديث وليس حديثها بثابت ، وهو ما رواه ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم للعباس رضي الله عنه يا عباس يا عماه ألا أعطيك ، ألا أمنحك ، ألا أحبوك ألا أفعل بك عشر خصال - الحديث المجموع شرح المهذب 3 /547-548 Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: "Al-Qodhi Al-Husain dan sahabatnya, yakni penulis kitab At-Tahdzib dan At-Tatimmah serta Ar-Rouyani di akhir Kitab Janaiz dari kitabnya yakni Al-Bahr, mengatakan: "Dianjurkan mengerjakan shalat tasbih berdasarkan hadist y...

Orang Tua Membayar Zakat Fitri Anaknya yang Sudah Menikah

PERTANYAAN: Apakah boleh bagi kedua orang tua atau saudara membayarkan zakat fitri untuk anak-anak mereka atau sudara mereka yang telah menikah? JAWAB: :السؤال هل يجوز للوالدين أو للأخ دفع زكاة الفطر عن بناتهم أو عن إخوانه المتزوجين؟ :الجواب فإنه لا يجب على الوالدين إخراج زكاة الفطر عن بناتهم المتزوجات لأن نفقتهن وفطرتهن على أزواجهن وكذلك الأخ لا يجب عليه إخراج زكاة الفطر عن إخوانه الذين لديهم ما ينفقون به على أنفسهم أو لديهم من ينفق عليهم سواء كانوا متزوجين أو غير متزوجين، لكن لو تبرع الوالد بإخراج زكاة الفطر عن أولاده أو بناته الذين لا تجب عليه نفقتهم أو تبرع الأخ بذلك عن إخوانه الذين لا تجب عليه نفقتهم جاز ذلك وأجزأ عن المخرج عنه إن أذن في ذلك مركز الفتاوى باإشراف الشيخ د. عبد الله الفقيه ''Tidak wajib atas kedua orang tua membayarkan zakat fitrah untuk anak-anak perempuan mereka yang telah menikah, karena nafkah serta zakat fitrah adalah kewajiban suami mereka. Demikian pula saudaranya, tidak wajib membayarkan zakat fitrah untuk saudaranya yang lainnya. Karena mereka telah...

Tukar Tambah Mobil, Apakah Termasuk Riba?

PERTANYAAN: Tukar Tambah Mobil, Apakah Termasuk Riba? JAWAB: Adapun tukar menukar pada barang yang bukan pada komoditi Riba, misalkan tukar menukar mobil, maka hukumnya boleh. (Komoditi riba sebagaimana sabda Nabi Muhammad dalam riwayat Muslim no. 1584; “Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum yang lembut dijual dengan gandum yang lembut , sya’ir (jenis gandum yang kasar) dijual dengan sya’ir , kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka takaran atau timbangan harus sama dan harus dibayar kontan atau tunai. Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” Baca fatwa: Hukum Tukar Menukar Uang ) Adapun transaksi tukar tambah mobil, maka bukan riba, sebagaimana dalam fatwa berikut; السؤال : هل يجوز إبدال سيارتي القديمة بأخرى جديدة وأدفع الفرق بين السيارتين لصاحب السيارة الجديدة ؟ فالذي يحدث في هذه البلاد : أن يذهب صاحب السيارة...

Hukum Tukar Menukar Uang

PERTANYAAN: Bagaimanakah hukum dalam syariat mengenai penukaran uang? JAWAB: :السؤال ما الحكم الشرعي في تبادل العملات ؟ :الجواب  إذا كان التبادل بين عملتين من جنس واحد، وجب التساوي بينهما والتقابض بالمجلس، وحرم التفاضل بينهما وحرم تأخير القبض فيهما، أو في إحداهما شرعًا وإذا كانتا من جنسين جاز التفاضل بينهما شرعًا، سواء كان ذلك في السوق السوداء أم في غيرها وحرم تأخير بعضهما أو إحداهما وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء 13/ 445 "Jika penukaran uang dilakukan pada mata uang yang sejenis, maka wajib untuk menyamakan nilai keduanya, serta wajib diserahkan secara tunai ditempat tersebut, dan haram adanya selisih kelebihan antara keduanya, dan juga haram jika kedua mata uang tersebut atau salah satu dari mata uang tersebut diserahkan secara tempo (pada waktu kemudian). Namun jika penukaran uang dilakukan pada mata uang yang berbeda jenisnya, maka dalam syariat membolehkan adanya selisih kelebihan antara keduanya, baik...

Tafsir Surat Maryam Ayat 71-72

SETIAP KITA PASTI AKAN MENDATANGI NERAKA Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman; وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا Arab-Latin: wa im mingkum illā wāriduhā, kāna 'alā rabbika ḥatmam maqḍiyyā ṡumma nunajjillażīnattaqaw wa nażaruẓ-ẓālimīna fīhā jiṡiyyā Arti: "Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan akan mendatangi neraka itu. Yang demikian itu di sisi Rabb kalian adalah kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." " (QS. Maryam: 71 - 72) KEADAAN PARA SALAF KETIKA MENDENGAR AYAT INI Abdullah bin Rawahah, salah seorang sahabat Nabi yang senior, terkenal dengan keberanian dan kehebatannya di medan Jihad. Beliau syahid sebagai panglima perang pada perang Mu'tah. Suatu malam, beliau sedang sakit dan meletakkan kepalany...

Memakai Obat Pencegah Haid Saat Puasa

 PERTANYAAN: "Bagaimanakah hukum seorang wanita yang  mengunakan pil penunda keluarnya darah haid saat bulan Ramadhan agar bisa menyempurnakan puasanya?" JAWAB: :السؤال حكم استعمال المرأة حبوباً مانعةً لنزول دم الحيض في شهر رمضان حتى تتمكن من إتمام صومها؟ أفيدونا أفادكم الله   الجواب لا حرج في ذلك أن تأخذ الحبوب لمنع الحيض حتى تصلي مع الناس وتصوم مع الناس بشرط أن يكون ذلك سليماً لا يضرها عن المشاورة للطبيب وعن موافقة لزوجها حتى لا تضر نفسها, وحتى لا تعصي زوجها فإذا كان عن تشاور وعن احتياط من جهة السلامة من الضرر فلا بأس وهكذا في أيام الحج. بارك الله فيكم  فتاوى الشيخ ابن باز رحمه الله  " Tidaklah mengapa menggunakan pil untuk menunda haid sehingga ia bisa shalat dan berpuasa bersama orang-orang yang lain, namun dengan syarat tidak boleh ada bahaya yang ditimbulkan, hal ini tentu setelah berkonsultasi dengan dokter serta persetujuan suaminya, sehingga betul-betul tidak membahayakan dirinya dan juga agar tidak dianggap durhaka kepada suaminya,  maka apabila dari hasil mu...

Mimpi Basah Saat Puasa

PERTANYAAN: Seseorang mimpi basah di siang hari ketika dia sedang berpuasa, bagaimana hukum puasanya? JAWAB:   سئلت اللجنة الدائمة عن رجل احتلم في نهار رمضان فما هو الحكم ؟ : فأجابت من احتلم وهو صائم أو محرم بالحج والعمرة فليس عليه إثم ولا كفارة ولا يؤثر على صيامه ، وعليه غسل الجنابة إذا كان قد أنزل منيّاً اللجنة الدائمة للبحوث العلمية و الإفتاء 10/274 Komisi Fatwa Negeri Saudi pernah ditanya tentang  seseorang yang mimpi basah di siang hari bulan ramadhan, bagaimanakah hukumnya? Jawab: ''Barangsiapa yang mimpi basah sedang ia dalam keadaan berpuasa maupun ihram, baik ihram haji ataupun umrah maka  tidak ada dosa maupun kafarah baginya, dan juga tidak berpengaruh terhadap puasanya (tidak batal puasanya, red), namun ia wajib mandi junub jika keluar air mani.''  Lajnah Daimah Lil Buhuts Ilmiyyah wal Ifta (10/274)  Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah Disunting dan diposting oleh Abu Osamah (Bayu bin Slamet Ad Daisamiy), semoga Allah mengamp...

Bolehkah Zakat Dibayarkan kepada Orang Tua atau Anaknya?

PERTANYAAN: "Bagaimanakah hukum seseorang yang memberikan zakatnya kepada Ushul (Bapak-Ibunya) dan kepada Furu' (Anak-Cucunya)?'' JAWAB:   السؤال : ما حكم دفع الإنسان زكاته إلى أصله وفرعه ؟ :  الجواب  دفع الزكاة إلى أصله وفرعه أعني آباءه وأمهاته وإن علوا وأبناءه وبناته وإن نزلوا إن كان لإسقاط واجب عليه لم تجزئه كما لو دفعها ليسقط عنه النفقة الواجبة لهم عليه إذا استغنوا بالزكاة أما إن كان في غير إسقاط واجب عليه ، فإنها تجزئه كما لو قضى بها ديناً عن أبيه الحي ، أو كان له أولاد ابن وماله لا يحتمل الإنفاق عليهم وعلى زوجته وأولاده ، فإنه يعطي أولاد ابنه من زكاته حينئذ لأن نفقتهم لا تجب عليه في هذه الحال وبذل الزكاة للأصول والفروع في الحال التي تجزئ أولى من بذلها لغيرهم لأن ذلك صدقة وصلة انتهى مجموع فتاوى و رسائل الشيخ ابن عثيمين 18/415  Jawaban: "Membayar zakat kepada ushul (bapak-ibunya) atau kepada furu ' (anak-cucunya)  apabila zakat dibayarkan untuk menggugurkan kewajibannya dalam memberi nafkah kepada mereka maka tidaklah sah zakatnya, sebagaimana misalny...

Hukum Mencabut Uban

PERTANYAAN: Apa hukum mencabut uban pada usia yang tidak wajar, bagi anak yang masih muda belia misalnya? JAWAB: Larangan mencabut uban berlaku untuk semua orang, tidak ada ilat (sebab) yang membedakan apakah ia tumbuh di masa muda ataupun di masa tuanya, berdasarkan keumuman hadis yang menyatakan keutamaan atau pahala bagi orang yang beruban, antum simak berikut ini; عن كَعْبُ بْنَ مُرَّةَ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ صححه الألباني في صحيح الترمذي عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ رواه الترمذ (1635) و صححه الألباني في صحيح الترمذي عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الشيب نور المؤمن, لا يشيب رجل شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة، ورفع بها درجة 1243 روي البيهق...

Hukum Gosok Gigi Ketika Puasa

PERTANYAAN: Bagaimana hukum bersiwak dan menggunakan pasta gigi saat puasa?  JAWAB:     قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله وأما السواك فجائز بلا نزاع , لكن اختلفوا في كراهيته بعد الزوال على قولين مشهورين هما روايتان عن أحمد .ولم يقم على كراهيته دليل شرعي يصلح أن يخص عمومات نصوص السواك انتهى الفتاوى الكبرى 2/474 : وسئل الشيخ ابن باز رحمه الله ما حكم استعمال معجون الأسنان للصائم ؟   :فأجاب تنظيف الأسنان بالمعجون لا يفطر به الصائم كالسواك وعليه التحرز من ذهاب شيء منه إلى جوفه فإن غلبه شيء من ذلك بدون قصد فلا قضاء عليه انتهى مجموع فتاوى الشيخ ابن باز رحمه الله 15/260 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah  rahimahullah berkata: ''Memakai siwak saat puasa diperbolehkan tanpa diperselisihkan, akan tetapi para ulama berselisih mengenai kemakruhan memakai siwak setelah waktu zawal,  (yaitu waktu tergelincirnya matahari -ketika matahari bergeser dari tengah-tengah langit-, red)  terbagi menjadi dua pendapat yang masyhur, terdapat dua riwayat dari Imam Ahmad dalam masalah ini, namun pendapat y...

Ceramah Pendek: Balasan bagi Orang yang Istiqamah

Aku memulai dengan dengan menyebut nama Allah, segala puji hanya untuk-Nya, Shalawat, salam, dan berkah-Nya semoga terlimpah untuk Rasul-Nya dan manusia pilihan-Nya Mari kita duduk sejenak bersama sebuah ayat yang mulia di dalam kitab Tuhan kita 'azza wa jalla (yang artinya) "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ' Tuhan kami adalah Allah,' ...  ... kemudian dia istiqomah, maka para malaikat akan turun kepadanya ...  ... (dan mereka berkata) 'Janganlah kalian takut,' ... dengan apa yang akan kalian hadapi,  ... (dan mereka berkata) 'Janganlah kalian bersedih,' ... karena anak keturunan yang telah kalian tinggalkan. Dan disebutkan dalam tafsiran yang lain bahwa maksud ''Janganlah kalian takut, ..." adalah bahwasanya Allah akan menerima amal kebaikan kalian. Dan maksud ''Janganlah kalian takut, ..."    bahwasanya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian. selanjutnya setelah "Janganlah kalian takut, dan janganlah kalian bersed...

Disuntik, Apakah Membatalkan Puasa?

PERTANYAAN: Apakah suntik ketika puasa membatalkan puasa? JAWAB:  :الجواب لا يفطر الصائم بأخذ الإبر في الوريد ولا في غيره إلا أن تكون هذه الإبرة قائمة مقام الطعام بحيث يستغني بها الإنسان عن الأكل والشرب فأما ما ليس كذلك فإنها لا تفطر مطلقاً، سواء أخذت من الوريد أو من غيره وذلك لأن الأصل صحة الصوم حتى يقوم دليل على فساده، وهذه الإبر ليست أكلاً ولا شرباً ولا بمعنى الأكل والشرب وعلى هذا فينتفي عنها أن تكون في حكم الأكل والشرب  مجموع فتاوى و رسائل الشيخ محمد صالح العثيمين  ج 19 كتاب مفسدات الصيام    Jawaban: ''Tidaklah membatalkan puasa melakukan suntik pada pembuluh maupun pada bagian lainnya, kecuali jika suntik tersebut dilakukan sebagai pengganti asupan makanan dan minuman dalam tubuh seseorang (misalnya infus, red) adapun jika suntik dilakukan selain dari tujuan itu maka tidaklah membatalkan puasa sama sekali, baik disuntik pada pembuluh maupun tempat lainnya, hal itu karena hukum asal puasa tetaplah sah sampai datang keterangan dalil yang menunjukkan ba...

Al Mabadi' Al 'Asyrah dalam Ilmu Ushul Tafsir

Gambar
Al-Mabadi’ Al-‘Asyarah atau ''Pokok yang Sepuluh'' adalah istilah yang dipakai oleh para ulama Islam untuk menjelaskan sepuluh masalah mendasar terkait suatu disliplin ilmu yang harus diketahui oleh para penuntut ilmu sebelum mulai mempelajari ilmu tersebut. Pemahaman tentang sepuluh perkara ini dimaksudkan agar seorang penuntut ilmu mengetahui 'gambaran umum' dan tujuan ilmu yang akan dipelajari tersebut. Sepuluh Hal tersebut disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Ali Ash-Shobban Al-Mishri, (wafat 1206 H) dalam beberapa bait: إن مبادئ كل علــــم عشرة *** الحـــــد والموضوع ثم الثمرة Sesungguhnya masalah pokok setiap ilmu ada sepuluh, yaitu definisi, pokok bahasan, kemudian manfaat ونسبة وفضله والواضــــع *** الاسم الاستمداد حكم الشــــارع Kedudukannya, keutamaannya, dan pencetusnya, nama-namanya, sumber rujukannya, dan hukumnya menurut syariat مســائل والبعض بالبعض اكتفى *** ومن درى الجميع حاز الشـــرفا Serta masalah-masalah yang dibahas. Setiap pokok sal...

Ceramah Pendek: Amalan Penghapus Dosa

Segala puji hanya bagi Allah, aku memuji-Nya sebagaimana orang yang bersyukur memuji, dan aku meminta kepada-Nya pertolongan sebagaimana orang yang sabar ditolong dan akhir yang baik adalah bagi orang yang bertakwa, Semoga shalawat, salam, dan keberkahan dari Allah senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga beliau, dan semua sahabat beliau, amma ba'du. Setiap Anak Adam Pernah Berbuat Salah Siapa yang hanya memiliki keburukan saja? dan siapa yang hanya memiliki kebaikan saja? Siapa di antara kita yang tidak berbuat salah, dan siapa di antara kita yang tidak pernah berlaku dzalim? Bahkan pada generasi yang paling baik, paling mulia, paling luhur, dan paling agung, yang dikenal dalam sejarah dengan generasi shahabat Di antara mereka ada yang berbuat salah dan berdosa. Di antara mereka ada yang pernah mencuri, di antara mereka ada yang pernah berlaku curang dalam jual beli, di antara mereka ada yang berzina, dan lain sebagainya. Namun, perkara yang ingin aku was...