Harta Halal yang Bercampur dengan Harta Haram
PERTANYAAN:
Apabila seseorang pernah bekerja dengan penghasilan yang haram, kemudian dia bertaubat. Sehingga dia memiliki harta yang dia yakini bahwa sejumlah hartanya adalah harta yang haram, bagaimana cara membersihkan hartanya yang halal dari harta haram tersebut?
JAWAB:
Simak penjelasan berikut ini,
قال الشيخ د. عبد الله الفقيه
فما دمت تعلم قدر المال الحرام فعليك التخلص منه
وبقية مالك حلال
قال ابن تيمية في الفتاوى لمال المأخوذ بوجه محرم إذا خلط بمال حلال
فالواجب أن يخرج من ذلك القدر المحرم وقدر ماله حلال له
اهـ
ومتى شك تحرى. قال ابن العربي في تفسيره: فإن التبس عليه الأمر
ولم يدر كم الحرام من الحلال مما بيده، فإنه يتحرى قدر
ما بيده مما يجب عليه رده حتى لا يشك أن ما يبقى قد خلص له
وذلك لأن الحرمة لا تتعلق بعين النقود وإنما بذمة آخذ المال الحرام
والله اعلم
فتاوى الشبكة الاسلامية
Syaikh dr. Abdullah Al-Faqiih berkata:
"Selama engkau masih mengetahui jumlah harta yang haram maka hendaknya engkau bersihkan (dipisahkan), dan sisa dari hartamu yang tela dibersihkan maka menjadi halal.
Ibnu Taimiyyah berkata dalam fatwanya: "Harta yang diambil dari jalan yang haram jika telah bercampur dengan harta yang halal, maka besaran jumlah uang haram tersebut wajib dikeluarkan (dipisahkan), dan sisa besaran jumlah hartanya menjadi halal untuknya.''
Namun jika ia ragu memilahnya, maka Ibnul 'Arabi berkata dalam tafsirnya: "Jika perkara tersebut tidak jelas dan si pemilik harta tidak mengetahui berapa jumlah harta haram yang tercampur dalam harta yang ia miliki, maka hendaknya ia memilah dengan memperkirakan besaran jumlah harta haram yang harus ia keluarkan, sampai ia yakin bahwa sisanya benar-benar telah bersih atau halal untuknya
Hal yang demikian ini karena harta yang haram tidak ada kaitannya dengan dzat uangnya (sehingga tidak perlu dipilah-pilih fisik uangnya, red) namun hanya menjadi tanggungan si pengambil harta haram.
WAllahu a'lam.
Fatwa Syabakah Al-Islamiyah
Syaikh Muhammad Sholeh Al-Munajjid
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar