Kapan Terjadinya Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad?


PERTANYAAN:
Setiap tanggal 27 Rajab Hijriah, sebagian umat Islam memperingati Isra’ Mi’raj. Benarkah Isra Mi’raj terjadi dibulan Rajab?





JAWAB:





قال الحافظ ابن رجب الحنبلي ـ رحمه الله





وروي بإسناد لا يصح عن القاسم بن محمد أن الإسراء
بالنبي صلى الله عليه وسلم كان في سابع وعشرين من رجب
وأنكر ذلك إبراهيم الحربي وغيره





لطائف المعارف ص 290





قال الحافظ ابن دحية الكلبي رحمه الله





ذكر بعض القُصّاص أن الإسراء كان في رجب
وذلك عند أهل التعديل والجرح عينُ الكذب





قيل : كان الإسراء في رجب ، وفي إسناده رجال معروفون بالك





أداء ما وجب – ص 53-54 ،  الابتهاج – ص 9 





قال الحافظ ابن حجر العسقلاني  رحمه الله





وذكر بعض القصّاص أن الإسراء كان في رجب، وذلك كذب





تبيين العجب بما ورد في فضل الرجب – ص 11





قال الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز – رحمه الله





أمَّا ليلة الإسراء والمعراج فالصحيح من أقوال أهل العلم أنها لا تُعرف
وما ورد في تعيينها من الأحاديث فكلها أحاديث ضعيفة
لا تصح عن النبيِّ – صلَّى الله عليه وسلَّم
ومن قال: إنها ليلة سبع وعشرين من رجب فقد غلط
لأنَّه ليس معه حُجَّة شرعية تؤيد ذلك





1 – 282 مجموع فتاوى الشيخ ابن باز





قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله





كذلك يظنُّ بعض الناس أنَّ الإسراء والمعراج
كان في رجب في ليلة سبعة وعشرين، وهذا غلط
ولم يصح فيه أثر عن السَّلف أبدًا، حتَّى إن ابن حزم – رحمه الله
ادَّعى الإجماع على أنَّ الإسراء والمعراج كان في ربيعٍ الأول
ولكن الخلاف موجود ولا إجماع
وأهل التاريخ اختلفوا في هذا على نحو عشرة أقوال





فتاوى نور على الدرب 3/109-110





Al-Hafidz Ibnu Rojab Al-Hambali rahimahullah berkata:





“Telah diriwayatkan dengan sanad yang tidak shahih, dari Qosim bin Muhammad bahwasanya Isra Nabi shalllahu alaihi wa sallam terjadi pada tanggal 27 bulan rajab, Namun hal itu telah diingkari oleh Ibrahim Al-Harbi serta yang lainya.”





Lathaiful Ma’arif halaman 290





Al-Hafidz Ibnu Dihyatil Kalbi rahimahullah berkata:





“Sebagian para ahli kisah menyebutkan bahwasanya kejadian isra mi’raj berlangsung pada bulan Rajab, namun hal itu menurut para ulama pakar kritikus hadist adalah pandangan dusta..”





Ada yang (hadist) yang menyebutkan: “Bahwa riwayat yang menyatakan Isra mi’raj Nabi dibulan Rajab, dalam sanadnya terdapat para perawi yang ma’ruf sebagai pendusta.”





Kitab Adau Ma Wajaba halaman 53-54 dan Al-Ibtihaj halaman 9





Al-Hafidz Ibnu Hajar Al- ‘Asqalani (salah seorang pembesar ulama mazhab Syafii) rahimahullah berkata:





“Sebagian ahli kisah menyebutkan bahwa isra mi’rajnya Nabi terjadi pada bulan rajab, namun hal itu adalah kedustaan.”





Tabyinul ‘Ajab Bima Warada Fi Fadhlir Rajab halaman 11





Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz rahimahullah berkata:





“Adapun malam isra dan mi’raj maka yang benar dari pendapat para ulama, bahwasanya waktunya tidaklah diketahui, hadist-hadist yang datang yang menerangkan secara spesifik, semuanya adalah dhoif/ lemah, tidak benar dari Nabi shallAllahu alaihi wa sallam, barangsiapa yang mengatakan: “Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab …”, maka ia telah keliru, karena tidak ada padanya hujjah syar’iyyah yang mendukung pendapat tersebut.”





Majmu’ Fatwa Syaikh Bin Baz 1/282





Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:





“Demikian pula sebagaimana prasangka sebagian manusia, bahwasanya isra mi’raj terjadi di bulan Rajab pada malam ke 27, Ini adalah kekeliruan, tidak benar sama sekali bahwa atsar (perkataan) tersebut berasal dari dari para salaf. Meskipun Ibnu Hazm rahimahullah mengklaim adanya ijma’ ulama bahwasanya isra mi’raj terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal, akan tetapi khilaf ulama dalam masalah ini tetap ada, tidak ada Ijma ulama dalam masalah ini, dan pakar sejarah sendiri mereka berbeda pendapat dalam masalah ini, sampai ada sekitar 10 pendapat.”





Fatwa Nur Ala Darbi 3/109-110





Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz