Hukum Memakai Cadar


PERTANYAAN:
Mazhab Syafii adalah mazhab yang di anut mayoritas orang Islam Indonesia, namun kebanyakan mereka menganggap bahwa bercadar itu tidak cocok dengan budaya Indonesia. Sebenarnya, bagaimana hukum cadar menurut mazhab Syafii?





JAWAB:
Cadar bagi perempuan menurut Ulama Syafi'iyah,





: قال الإمام النووي ـ رحمه الله تعالى ـ في المنهج





« وعورة حُرَّة غير وجه وكفين
قال الشيخ سليمان الجمل في حاشيته على الكتاب السابق عند قوله
غير وجه وكفين : وهذه عورتها في الصلاة
وأما عورتها عند النساء المسلمات مطلقًا وعند الرجال المحارم
فما بين السرة والركبة . وأما عند الرجال الأجانب فجميع البدن
وأما عند النساء الكافرات ، فقيل : جميع بدنها
وقيل : ما عدا ما يبدو عند المهنة » اهـ





  حاشية الجمل على شرح المنهج ـ 1 / 411





:قال الشيخ زكريا الأنصاري





وعورة الحرة ما سوى الوجه والكفين
فكتب الشيخ الشرقاوي في حاشيته على هذه العبارة
وعورة الحرة. أي : في الصلاة . أما عورتها خارجها بالنسبة لنظر الأجنبي إليها
فجميع بدنها حتى الوجه والكفين ولو عند أَمنِ الفتنة 





تحفة الطلاب بشرح تحرير تنقيح اللباب ـ 1 / 174





:وقال الشيخ محمد الزهري الغمراوي





  ويحرم أن ينظر الرجل إلى شيء من الأجنبية
سواء كان وجهها ، أو شعرها ، أو ظفرها
حرة كانت أو أمة





ويحرم عليها ـ أي المرأة ـ كشف شيء من بدنها
ولو وجهها وكفيها لمراهق أو لامرأة كافرة





أنوار المسالك شرح عمدة السالك وعدة الناسك ص 217





Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Al-Minhaj :





"Dan aurat perempuan merdeka adalah selain wajah dan kedua telapak tanganya, Syaikh Sulaiman Al-Jamal berkata dalam Khasiyah-nya (catatan pinggir) atas kitab sebelumnya, yakni ketika menjelaskan perkataan: "Selain wajah dan kedua telapak tanganya." Ini adalah aurat ketika shalat, adapun aurat wanita di hadapan para wanita muslimah serta pria mahramnya adalah antara pusar dan lutut, adapun aurat wanita dihadapan pria asing yang bukan mahramnya adalah seluruh badannya, dan aurat wanita dihadapan wanita kafir ada yang mengatakan seluruh badanya, ada juga yang mengatakan bagian tubuh yang biasa tampak ketika wanita bekerja."





Haasyiatul Jamal 'Ala Syarhil Minhaj 1/411





Syaikh Zakaria Al-Anshari berkata:





"Dan aurat wanita merdeka yakni selain wajah dan kedua telapak tanganya, Syaikh As-Syarqawi menulis dalam hasiyah-nya terhadap ungkapan "Dan aurat wanita merdeka...", yakni didalam shalat, adapun aurat wanita di luar shalat, yaitu di hadapan pandangan pria asing yang bukan mahramnya adalah seluruh badannya, sampai bagian wajah dan kedua telapak tangannya meskipun hal itu aman dari fitnah."





Tukhfatut Thulab Bi Syarhit Tahrir Tanqihil lubab 1/174





Syaikh Muhammad Az-Zuhri Al-Ghamrawi berkata:





"Dan diharamkan, seorang pria melihat bagian manapun dari wanita yang bukan mahramnya, baik pada wajahnya, rambutnya maupun kukunya, baik ia adalah wanita merdeka maupun seorang budak. Dan diharamkan pula yakni bagi kaum wanita untuk menyingkap bagian apapun dari badannya, meski wajah dan kedua telapak tangannya kepada pria dewasa dan juga wanita kafir."





Anwarul Masalik Syarh Umdatil Masalik Wa 'Uddatin Nasik halaman 217









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.









Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.






Komentar

  1. Assalamualaykum..
    Mau sedikit bertanya tentang wanita bercadar.
    Saya punya salah satu teman bercadar, tapi beliau masih sering bergaul bersama teman-teman laki-laki yg blm muhrim.
    Sering maen bareng berduaan.

    Bagaimana solusinya.??

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz