Apakah Memakai Sorban Termasuk Sunnah Nabi?
PERTANYAAN:
Apakah menggunakan surban itu sunnah? Ada dalilnya tidak?
JAWABAN:
سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : لبس العمامة هل هي سنة ثبتت عن الرسول صلى الله عليه وسلم؟
فأجاب
لا ، لباس العمامة ليس بسنة ، لكنه عادة ، والسنة لكل إنسان أن يلبس ما يلبسه الناس ما لم يكن محرماً بذاته
وإنما قلنا هذا ؛ لأنه لو لبس خلاف ما يعتاده الناس لكان ذلك شهرة
والنبي صلى الله عليه وسلم نهى عن لباس الشهرة ، فإذا كنا في بلد يلبسون العمائم لبسنا العمائم
وإذا كنا في بلد لا يلبسونها لم نلبسها ، وأظن أن بلاد المسلمين اليوم تختلف
ففي بعض البلاد الأكثر فيها لبس العمائم ، وفي بعض البلاد بالعكس
والنبي صلى الله عليه وسلم كان يلبس العمامة ؛لأنها معتادة في عهده ، ولهذا لم يأمر بها
بل نهى عن لباس الشهرة
مفيداً إلى أن السنة في اللباس أن يتبع الإنسان
ما كان الناس يعتادونه ، إلا أن يكون محرماً
فلو فرضنا أن الناس صاروا يعتادون لباس الحرير وهم رجال قلنا : هذا حرام ولا نوافقهم ، ولو كنا في بلد اعتاد الرجال أن يلبسوا اللباس النازل عن الكعبين
قلنا : هذا حرام ولا نوافقهم - انتهى
لقاء الباب المفتوح - 160/23
Syaikh ibnu Utsaimin pernah ditanya: "Memakai imamah/ surban apakah termasuk sunnah yang dtetapkan dari Rasulullah?"
Beliau menjawab :
"Tidak, mamakai imamah bukanlah termasuk sunnah, yang sunnah setiap orang hendaknya memakai pakaian yang biasa dipakai orang orang pada umumnya, selama tidak di haramkan zatnya, inilah yang bisa kita katakan dalam masalah ini, karena jika seorang memakai pakain yang menyelisihi kebiasaan orang-orang, maka itu bisa menjadi pakaian syuhroh (pakaian yang nyeleneh), Nabi shallAllahu alaihi wa sallam melarang seseorang memakai pakain syuhroh. Jika kita berada di satu negeri yang penduduknya biasa memakai imamah maka kitapun juga ikut memakai imamah, namun jika kita berada d satu negeri yang penduduknya tidak terbiasa memakai imamah maka kita pun tidak memakainya, dan saya menduga bahwasanya keadaan negeri kaum muslimin sekarang berbeda beda kondisinya, di sebagian negara ada yang sebagian besar penduduknya terbiasa memakai imamah, dan disebagian negera lainnya justru malah sebaliknya, adapun Nabi shAllahu alaihi wa sallam biasa memakai imamah karena merupakan kebiasaan di zamannya, oleh karenanya kami tidak memerintahkan untuk memakainya, bahkan melarang pakaian syuhroh, mengambil faedah dari sunnah dalam masalah pakaian yakni hendaknya memakai pakain yang biasa dipakai oleh kebanyakan orang, kecuali jika pakaian kebiasaan tersebut adalah pakain yang diharamkan, semisal kita tetapkan bolehnya orang memakai pakaian sutra padahal mereka adalah kaum laki laki, maka kita katakan: "Ini adalah pakain haram dan kita tidak akan sependapat (mengikuti) dengan mereka, dan sendainya kita berada di satu negeri yang kaum laki lakinya terbiasa memakai pakaian yang isbal maka kita katakan: " Ini juga diharamkan kita tidak sepakat dengan mereka." Selesai..
Liqoo bab maftuh 23/160
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar