Belum Menikah karena Sibuk dengan Ilmu dan Dakwah
PERTANYAAN:
Teman saya adalah orang yang banyak menghabiskan waktu untuk ilmu dan dakwah, tapi dia belum menikah. Apa nasihat untuknya?
JAWABAN:
عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ : قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ : هَلْ تَزَوَّجْتَ ؟
قُلْتُ : لا !! قَالَ : فَتَزَوَّجْ ؛ فَإِنَّ خَيْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ أَكْثَرُهَا نِسَاءً . رواه البخاري 5069
قال ابن مسعود : لو لم يبق من أجلي إلا عشرة أيام ، وأعلم أني أموت في آخرها يوما
وليَ طَوْل النكاح فيهن أي : القدرة عليه ، لتزوجت مخافة الفتنة
وقال أيضا: لو لم يبق من الدهر إلا ليلة لأحببت أن يكون لي في تلك الليلة امرأة
أخرجه عبد الرزاق في المصنف
10384
. قال عمر لرجل: أتزوجت قال لا قال إما أن تكون أحمق وإما أن تكون فاجرا
عن الحسن قال : قال معاذ في مرضه الذي مات فيه : زوجوني إني أكره أن ألقى الله أعزبا
:عن شداد بن أوس وكان قد ذهب بصره قال
.زوجوني فإن رسول الله صلى الله عليه وسلم أوصاني أن لا ألقى الله أعزبا
.قال الإمام أحمد رحمه الله : ليست العُزْبَة من أمر الإسلام في شيء
Dari Said bin Jubair, ia berkata: "Ibnu Abbas berkata kepadaku,'' Apakah engkau sudah menikah?"
Aku jawab : "Belum.'' Beliau berkata: "Menikahlah, sesungguhnya sebaik-sebaiknya umat ini adalah mereka yang paling banyak istrinya." Diriwayatkan oleh Imam Bukhari no. 5069.
Ibnu Mas'ud Berkata: "Seandainya tidak tersisa dari umurku melainkan tinggal 10 hari, dan aku tahu bahwa aku akan mati dihari terakhirnya, sedangkan aku memiliki kesempatan untuk menikah, maka niscaya aku akan menikah karena khawatir fitnah."
Beliau juga berkata: "Jika sendainya tidak tersisa pada satu masa melainkan hanya satu malam, niscaya aku lebih suka untuk memiliki seorang istri pada malam itu."
Dikeluarkan oleh Abdurrazaq dalam Mushannaf no. 10384.
Umar pernah bertanya kepada seorang laki laki: "Apakah engkau sudah menikah?" Ia menjawab: ''Belum.'' Umar berkata: "Boleh jadi engkau termasuk orang yang bodoh (karena tidak mengerti kebaikan dalam pernikahan, red) atau engkau adalah orang yang fajir (karena melampiaskan syahwatnya dengan hal-hal yang haram, red)."
Dari Al-Hasan beliau berkata: "Muadz berkata di saat sakit menjelang wafatnya: "Nikahkanlah aku, sesungguhnya aku benci bertemu Allah dalam keadaan membujang."
Dari Syaddad bin 'Aus dan ia adalah seorang yang buta matanya, ia berkata: "Nikahkanlah aku, karena sesungguhnya Rasullullah mewasiatkan kepadaku agar tidak berjumpa Allah dalam keadaan aku masih membujang."
Imam Ahmad berkata rahimahullah: "Membujang/ menjomblo bukanlah termasuk bagian dari islam sedikitpun."
:قال العلّامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله
الذي عمره إحدى وعشرون سنة ليس صغيراً على الزواج
: عمرو بن العاص تزوج وله إحدى عشرة سنة، وجاءه ولد، ولهذا يقال
.ليس بينه وبين ابنه عبد الله إلا ثلاث عشرة سنة
اللقاء الشهري 3
Asy-Syeikh Muhammad Bin Shalih Al-'Utsaimin -rahimahullah- berkata: Seorang yang berumur 21 tahun sudah bukan anak kecil untuk menikah, 'Amru bin 'Ash telah menikah ketika berumur 11 tahun, dan dikaruniai seorang putra, oleh sebab itu konon selisih usia beliau dengan putranya hanya 13 tahun."
Al-Liqo Asy-Syahriy 3
وقال أيضاً : وإنني أنصح الشباب في سرعة التزوج لا سيما في هذا العصر
الذي كثرت فيه أسباب الفتن والمغريات، ولذلك تجد كثيراً من الشباب يعاني من مشقة العزوبة
ولولا ما عنده من الإيمان بالله عز وجل لذهب يتصيد الفاحشة
فتاوى نور على الدرب - 362
Beliau juga berkata : "Aku nasehatkan bagi para pemuda untuk segera menikah, terutama pada masa ini, dikarenakan banyaknya sebab fitnah dan godaan-godaan, sehingga kita dapati banyak pemuda menghadapi kesulitan ketika membujang, seandainya bukan karena iman kepada Allah niscaya mereka akan melakukan perbuatan keji (zina)." Selesai.
Sumber : Fatawa Nurin 'Alad Darbi 362.
Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Imam Nawawi yang wafat dalam keadaan membujang, sependek pemahaman ana Ibnu Taimiyyah hidup dengan sibuk menulis dan beliau juga banyak menghabiskan waktunya di penjara karena fitnah dari musuh-musuh beliau sehingga beliau belum sempat nikah. Demikian pula Imam An Nawawi beliau sibuk dalam tulis menulis. Usia beliau kira-kira belum sampai 40 tahun ketika meninggal tapi kitab beliau boleh jadi lebih banyak dari jumlah umur beliau.
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar