Dihajikan oleh Orang Kafir


PERTANYAAN:
Bolehkan berhaji dengan uang pemberian orang kafir?





JAWABAN:





السؤال :هل يجوز الحج الموهوب من طرف صاحب الشركة التي أعمل فيها؟
 علماً أن صاحب الشركة يهودي مغربي





الإجابــة: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد: فيجوز لك أن تحجي بهبة الكافر المذكور
 بدليل كونه صلى الله عليه وسلم قد قبل هدية المشركين كما سبق في الفتوى رقم 7680
وهبة الكافر فيما يتعلق بالطاعات والقربات لا بأس بها- فقد بينا في الفتوى رقم:29971 جواز بناء الكافر لمسجد بشروط- ولكن بشرط أن تكون الهبة المذكورة لا تشتمل على رشوة
أو تترتب عليها محبة لذلك الكافر أو موالاته، أو التنازل عن بعض أحكام الشرع. ولا يجب الحج بتلك الهبة، ولا تعتبرين بها مستطيعة على الحج عند جمهور أهل العلم
كما في الفتوى رقم: 10086

والله أعلم
 فتاوى الشيخ عبد الله الفقيه





Soal:





"Bolehkah berhaji dari pemberian perusahaan tempat saya bekerja? Kita mengetahui bahwa si pemilik perusahaan adalah seorang yahudi dari Maroko.





Jawab:





''Alhamdulillahi was sholatu was salamu 'ala rasulillah wa 'ala aalihi wa shohbihi amma ba'du, boleh bagimu berhaji dengan dana pemberian orang kafir tersebut, dalilnya adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah menerima hadiah dari orang-orang musyrikin sebagaimana telah kita jelaskan difatwa no.7680, Dan hadiah dari orang kafir yang berkaitan dengan ketaatan serta pendekatan diri kepada Allah tidaklah mengapa dan telah kami jelaskan difatwa no.29971, tentang kebolehan orang kafir membangun mesjid namun dengan beberapa syarat/ ketentuan, akan tetapi pemberian tersebut tidak boleh mengandung unsur suap, atau menimbulkan kecintaan kepada si kafir atau loyalitas terhadap si kafir serta menghilangkan/menghapuskan sebagian hukum-hukum syariat, maka jika demikian tidaklah wajib berhaji dengan dana pemberian tersebut, dan ia tidaklah dianggap orang yang mampu berhaji berdasarkan pendapat jumhur ulama sebagaimana dalam fatwa no. 10086."





Wallahu a'lam





Fatwa Syaikh Abdullah Al-Faqih









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz