Menjadikan Binatang untuk Sasaran Tembak


PERTANYAAN:





Bagaimana hukum memburu binatang hanya untuk dijadikan target tembak (tidak untuk dimakan, red)?






JAWAB:





Menjadikan
mahkluk hidup sebagai target menembak jika tidak
untuk di makan haram hukumnya.






عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال : مَنْ قَتَلَ عُصْفُورًا بِغَيْرِ حَقِّهِ ، سَأَلَهُ اللَّهُ عَنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ





قِيلَ : وَمَا حَقُّهُ ؟
قَالَ : ( أَنْ تَذْبَحَهَا فَتَأْكُلَهَا ، وَلَا تَقْطَعْ رَأْسَهَا فَيُرْمَى بِهَا ) ، رواه النسائي (4349) ، والدارمي (1978) ، وقال الذهبي في " المهذب " (7/3614) : " إسناده جيد" ، وصححه ابن الملقن في " البدر المنير" (9/376) ، وحسنه ابن كثير في " إرشاد الفقيه " 1/368
1092 وحسنه الألباني في صحيح الترغيب
وقال الحافظ ابن حجر العسقلاني : " فَلَوْ لَمْ يَقْصِدِ الِانْتِفَاعَ بِهِ حَرُمَ ؛ لِأَنَّهُ مِنَ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ ، بِإِتْلَافِ نَفْسٍ عَبَثًا " انتهى من " فتح الباري". 9/602





Dari Abdullah bin Amr radhiyallahunhuma, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membunuh burung 'ushfur (sejenis emprit) tanpa hak, maka Allah akan mintakan pertanggung jawaban pada hari Kiamat kelak.”
Para sahabat bertanya: "Apa hak burung itu?" Nabi menjawab: "Engkau menyembelihnya lalu memakannya dan tidak memotong kepalanya lalu membuangnya (tidak dimakan).''

Diriwayatkan oleh An Nasai 4349, Ad Darimi 1978, Az Zahabi berkata dalam ِِِAl Muhazzab 7/3614: "Sanadnya bagus" Disahihkan oleh Ibnu Mulaqqin dalam Al badr Al munir 9/376, dihasankan oleh Ibnu Katsir dalam Irsyadul Faqiih 1/368, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam shohih At Targhib 1092.

Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani berkata: "Jika ia tidak berniat mengambil manfaat dari binatang buruannya maka menjadi haram hukumnya, karena termasuk bentuk pengrusakan di muka bumi, dengan merusak nyawa secara sia-sia.''





Fathul Bari (9/602)





Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz