Wanita Menawarkan Diri untuk Dinikahi


PERTANYAAN:
Bolehkan wanita menawarkan diri untuk dinikahi?

JAWABAN:





عن ثابت البناني قال : كنتُ عند أنس بن مالك وعنده ابنة له قال أنس : جاءت امرأة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم تَعرض عليه نفسها ، قالت : يا رسول الله ألك بي حاجة ؟ فقالت بنت أنس : ما أقلَّ حياءها ، وا سوأتاه ، وا سوأتاه
 قال : هي خير منكِ ، رغبت في النبي صلى الله عليه وسلم فعرضتْ عليه نفسَها
رواه البخاري  4828
وقال الحافظ ابن حجر





وفي الحديثين – أي : حديث سهل وحديث أنس وكلاهما في التي عرضت نفسها 
على النبي صلى الله عليه وسلم - جواز عرض المرأة نفسها على الرجل ، وتعريفه رغبتها فيه
 أن لا غضاضة عليها في ذلك
 وأن الذي تعرض المرأة نفسها عليه بالاختيار ـ له أن يقبل أو يرفض ـ
 لكن لا ينبغي أن يصرح لها بالرد بل يكتفي السكوت
كتاب  " فتح الباري " 9 / 175





Dari Tsabit al-Bunani, ia berkata: "Aku pernah bersama Anas Bin Malik dan ketika itu beliau sedang bersama putrinya, Anas bercerita: " Ada seorang wanita yang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia menawarkan dirinya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: “Ya Rasulullah, apakah anda ingin menikahiku?” Mendengar ini, putri Anas bin Malik berkata: "Betapa dia tidak tahu malu, sungguh memalukan, sungguh memalukan.” Anas lantas berkata: “Dia lebih baik dari pada kamu, dia ingin dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menawarkan dirinya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari  no.4828.

Berkata Ibnu Hajar:
"Dalam dua hadist diatas yakni hadist Sahl (hadist sebelumnya dalam Fathul Baari) dan hadist Anas keduanya menerangkan seorang perempuan yang menawarkan dirinya kepada Nabi shallahu alaihi wa sallam, hal ini menunjukkan bolehnya seorang perempuan menawarkan dirinya kepada seorang laki laki, dia utarakan keinginanya kepada laki laki tersebut, dan ini bukanlah satu kehinaan baginya, dan bagi laki laki yang ditawari perempuan tersebut boleh baginya ia memilih, boleh ia menerima atau menolaknya, akan tetapi tidak sepatutnya bagi yang menolak untuk menjawab secara tegas, namun cukup menolaknya dengan cara diam saja."





Fathul Baari 9/175









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar