CERAMAH PENDEK: Empat Kunci Sukses






Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam





Saya haturkan salawat dan salam untuk hamba Allah sekaligus rasul-Nya,





Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya, dan semua sahabatnya.





Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, (yang artinya)





"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran kalian ...





 ... dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung." (QS Ali Imran: 200)





Allah memberikan membimbing-Nya dalam sebuah ayat yang mulia ini dengan empat perkara,





yaitu bersabar, menguatkan kesabaran, bersiap siaga,





dan bertakwa kepada Allah 'azza wa jalla.





Karena sesungguhnya dengan perkara tersebut akan diperoleh kemenangan,





keberuntungan, kebahagiaan, dan keselamatan di dunia dan di akhirat.





SABAR





"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah..."





Sesungguhnya seorang muslim diperintahkan untuk bersabar,





bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah 'azza wa jalla,





dan bersabar untuk meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah 'azza wa jalla,





dan bersabar menerima takdir yang ditetapkan oleh Allah 'azza wa jalla.





Allah ta'ala telah berfirman, (yang artinya)





" Sesungguhnya hanya kepada orang-orang yang bersabar ...





...  akan diberikan kepada mereka pahala tanpa batas." (QS Az Zumar: 10)





Maka menjadi keharusan untuk senantiasa bersabar dalam belajar, beramal, dan berdakwah,





dengan mengharapkan pahala atas semua itu.





MUSHABARAH





 " ...bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran ..."





maksudnya adalah kesabaran yang terus-menerus,





karena seorang muslim senantiasa butuh terhadap kesabaran,





agar bisa terus menerus berada di atas ketaatan dan keshalihan.





MURABATHAH





 " ... bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, dan tetaplah bersiap siaga (ribath)..."





Ribath di sini maksudnya adalah memperbanyak amal kebaikan,





memperbanyak bentuk kebaikannya dan jumlahnya.





Sebagaimana disebutkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam  dalam sebuah hadist





bahwasanya menyempurnakan wudhu dalam waktu-waktu yang berat untuk melakukannya,





dan duduk setelah shalat menunggu shalat berikutnya





Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Itulah ar ribath, itulah ar ribath." (HR Muslim).





TAKWA





ketika Allah 'azza wa jalla berfirman (yang artinya)





"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, dan bersiap siaga."





kemudian Allah berfirman (yang artinya), " ... dan bertakwalah kepada Allah."





Dan ketakwaan kepada Allah 'azza wa jalla mencakup semua perkara tadi,





mencakup kesabaran dalam ketaatan, kesabaran dalam menjauhi kemaksiatan,





kesabaran menerima takdir dari Allah 'azza wa jalla, dan istiqomah di atasnya.





Ini merupakan bentuk 'ataf umum kepada yang khusus.





Kemudian Allah 'azza wa jalla menyebutkan dalam ayat yang mulia tersebut,





(yang artinya) "...supaya kalian beruntung."





Yakni istiqomah dalam bersabar, menguatkan kesabaran, dan bersiap siaga





merupakan sebab tercapainya kemenangan.





Dan kemenangan merupakan sebuah perkara yang mencakup dua hal,





yaitu mencapai apa yang dicita-citakan dan selamat dari apa yang tidak diinginkan.





Sehingga barang siapa yang bersabar, menguatkan kesabarannya,





bersiap siaga, dan bertakwa kepada Allah 'azza wa jalla,





serta istiqomah dalam ketaatan kepada Allah 'azza wa jalla,





maka mereka termasuk orang-orang yang dijanjikan dengan kemenangan,





kesuksesan, dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.





Allahu a'lam. Semoga shalawat dan keberkahan Allah senantiasa terlimpahkan





kepada hamba-Nya dan utusan-Nya, Nabi Muhammad beserta seluruh keluarga dan shahabatnya.





Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.





Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv,
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka. 






Sumber;
قناة العلم نور





Read in English
اقرأ في اللغة العربية






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz