Khalwat (berduaan) dengan selain Mahram ketika Shalat


PERTANYAAN:
Bagaimana jika kita shalat subuh berjamaah di musholla, tapi makmum hanya satu perempuan?





JAWABAN:
Jika si perempuan bukanlah mahram maka tidak boleh berjamaah dengannya (jika di takutkan ada fitnah, red).





:قال ابن قدامةفي المغني

وتنعقد الجماعة باثنين فصاعداً، لا نعلم فيه خلافاً، وقد روى أبو موسى أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: الاثنان فما فوقهما جماعة. رواه ابن ماجه
أما إذا لم يكن زوجاً لها ولا محرماً فلا يجوز لها الائتمام به لما في ذلك 
من الخلوة المحرمة. انتهى





Ibnu Qudamah berkata dalam kitab almughni:





"Shalat jamaah menjadi sah jika dikerjakan oleh dua orang atau lebih, kami tidak mengetahui adanya khikaf ulama dalam masalah ini, Abu Musa meriwayatkan bahwasanya Nabi shAllahu alaihi wa sallam bersabda: "Dua orang atau lebih sudah cukup disebut shalat jamaah" Hadis diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Adapun jika jika berjamaah bersama seorang perempuan yang tidak dampingi sang suami ataupun mahram-nya maka tidaklah boleh berjamaah dengannya karena hal itu termasuk bentuk khalwat yang diharamkan.” -Selesai.






Bahkan imam An-Nawawi menghukumi makruh tahrim yakni makruh yang sangat dekat dengan keharaman sebagaimana beliau jelaskan dalam kitab Majmu Syarh Muhaddzab berikut,





:قال النووي رحمه الله في المجموع

ويكره أن يصلي الرجل بامرأة أجنبية، لما روي أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا يخلون رجل بامرأة فإن ثالثهما الشيطان. والمراد بالكراهة كراهة تحريم
 هذا إذا خلا بها، قال أصحابنا: إذا أم الرجل بامرأته أو محرم له، وخلا بها جاز بلا كراهة
 لأنه يباح له الخلوة بها في غير الصلاة

 
وإن أم بأجنبية وخلا بها حرم ذلك عليه وعليها للأحاديث الصحيحة التي سأذكرها إن شاء الله تعالى
وإن أم بأجنبيات وخلا بهن فطريقان: قطع الجمهور بالجواز، ونقله الرافعي في كتاب العدد عن أصحابنا
 ودليله الحديث الذي سأذكره إن شاء الله تعالى
. ولأن النساء المجتمعات لا يتمكن في الغالب الرجل من مفسدة ببعضهن في حضرتهن
 انتهى





Terjemahan yang di-bold;
Dan dimakruhkan apabila seorang laki-laki shalat bersama perempuan yang bukan mahram-nya karena telah ada riwayat bahwa Nabi bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berdua-duaan) dengan wanita (yang bukan mahram) karena yang ketiga adalah setan. Dan maksud dari makruh di sini adalah Karahah Tahrim, karena dia berduaan dengan wanita. Ulama-ulama kami (Madzhad Syafii) berpendapat  bahwa apabila seseorang mengimami wanita dan ada mahram-nya maka yang seperti ini tidak mengapa dan tidak makruh karena khalwat semacam itu juga boleh di luar shalat.









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz