Apakah Orang yang Tidak Melaksanakan Shalat Wajib Dihukumi Kafir?


PERTANYAAN:
Kafirkah Orang yang Meninggalkan Shalat Wajib?

JAWABAN:
Orang yang sholatnya bolong-bolong tidak jatuh kepada kekafiran, yang kafir itu jika meninggalkannya secara total. Dikatakan meninggalkan sholat adalah orang yang meninggalkannya secara keseluruhan, adapun orang yang kadang sholat dan kadang meninggalkan maka tidak disebut orang yang meninggalakan sholat dan tidak dihukumi kafir menurut pendapat yang rajih, dalam fatwa Syeikh Utsaimin disebutkan,





وتارك الصلاة إنما تطلق على من يتركها تركا مطلقا، أما من يصلي أحيانا ويترك الصلاة أحيانا فلا يسمي تاركا للصلاة ولا يحكم بكفره على القول الراجح ففي فتاوى الشيخ ابن





عثيمين
وسئل فضيلة الشيخ - حفظه الله - عن الإنسان الذي يصلي أحياناً ويترك الصلاة أحياناً أخرى فهل يكفر ؟ فأجاب بقوله : الذي يظهر لي أنه لا يكفر إلا بالترك المطلق بحيث لا يصلي أبداً ، وأما من يصلي أحياناً فإنه لا يكفر لقول الرسول ، عليه الصلاة والسلام: " بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة.ولم يقل ترك صلاة ، بل قال : " ترك الصلاة " . وهذا يقتضي أن يكون الترك المطلق، وكذلك قال:" العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها - أي الصلاة - فقد كفر " وبناء على هذا نقول : إن الذي يصلي أحياناً ليس بكافر . انتهى
وراجعي المزيد في الفتوى رقم: 130853






http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=139732





Syeikh Utsaimin pernah ditanya tentang orang yang kadang shalat dan kadang meninggalkan, apakah dia kafir?


Beliau menjawab:
Pendapatku bahwa dia tidaklah kafir kecuali jika dia meninggalkan shalat secara mutlak, yang mana dia tidak shalat sama sekali, adapun orang yang terkadang shalat maka dia tidaklah kafir berdasarkan sabda Nabi: "Pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (Di sini kata sholat ada Alif Lam Ta'rif - الصلاة - yang menunjukan makna keseluruhan shalat, red) Beliau tidak mengatakan صلاة (tanpa Alif Lam Ta'rif), tapi beliau mengatakan الصلاة dan ini maknanya meninggalkan shalat secara keseluruhan,

Begitu juga sabda Nabi : "Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat (الصلاة bukan صلاة, red) maka barangsiapa yang meninggalkannya (shalat secara keseluruhan) maka dia telah kafir, dengan ini kita katakan bahwa orang yang terkadang shalat (dan terkadang meninggalkan) tidaklah kafir.
Selesai.





Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.

Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar