Mengumpulkan Istri-Istri dalam Satu Rumah
PERTANYAAN:
Bolehkah mengumpulkan istri-istri dalam satu rumah?
JAWABAN:
Jawabanya boleh dengan dua syarat;
:في "شرح مختصر خليل" للخرشي: "يجوزُ لِلرَّجُل أنْ يَجْمَعَ بَينَ المَرأتَينِ في دار واحدة بِشَرطين
الأوَّلُ: أن يَكونَ لِكُلِّ وَاحِدةٍ مِنْهُما مَنْزِلٌ مُسْتَقِلٌّ بِمَرافِقه ومنَافِعه
.مِن كَنيفٍ ومطْبَخٍ ونَحوِ ذَلِكَ مِمَّا يُحْتاجُ إليه
الثَّاني: أنْ يَرضَيا بِذَلِك، ولا فَرقَ بَينَ الزَّوْجَتينِ والثَّلاثةِ فأكْثرَ
فإنْ لَمْ يَرْضَيا بِذَلِك، فإنَّهُ لا يَجُوزُ له أنْ يَجْمَعَ بَيْنَهُما في مَنْزِلَيْنِ مِن دَارٍ واحدَةٍ
بَل يَلزَمُه أنْ يُفْرِدَ كُلَّ واحِدةٍ بِدار ولا يَلزَمُه أن يُبْعِدَ ما بَيْنَهُما
.اهـ
.والله أعلم
Ringkasan terjemahannya, dalam kitab Mukhtashar Khalil oleh Syeikh Muhammad Al Kharasy "Boleh bagi seorang suami mengumpulkan dua istrinya dalam satu rumah dengan dua syarat:
Syarat pertama: masing masing istri memiliki kamar sendiri sendiri,
Syarat kedua : adanya keridhaan/kerelaan masing-masing istri.
Syaikh Abdullah Al Faqih menjelaskan kebolehan mengumpulkan istri dalam satu kamar dengan 3 syarat berikut:
:الجمع بين الزوجتين على فراش واحد ، يجوز بثلاثة شروط
.الأول : أن يكون ذلك برضاهما
لأن المرأة لها حق في المسكن المستقل
وقد تمنعها غيرتها من مشاركة زوجة لها في فراشها
الثاني : ألا تنكشف عورة إحداهما للأخرى ؛ وعورة المرأة مع المرأة
ما بين السرة والركبة ؛ لأنه يحرم على المرأة أن تنظر إلى عورة المرأة
الثالث : ألا يجامع إحداهما مع وجود الأخرى
ينظر : سؤال رقم 26265
Mengumpulkan dua istri dalam satu kamar dibolehkan dengan 3 syarat:
1. Adanya keridhaan kedua istri tersebut, karena istri punya hak memiliki kamar sendiri sehingga bisa mencegah rasa cemburu jika suami menggauli istri lainya ketika berada dikamar,
2. Tidak boleh membuka aurat masing2 kepada yang istri lainnya, kerana batasan aurat perempuan dengan perempuan lainya antara lutut dan pusar, diharamkan perempuan melihat aurat perempuan lainnya,
3. Tidak menggauli salah satu istri dengan kehadiran istri lainnya. Perempuan menyentuh perempuan lainnya jika dengan syahwat maka haram, namun jika tidak maka tidaklah mengapa. Di antara hak istri atas suaminya adalah seorang suami memberinya tempat tinggal tersendiri, maka boleh jika istri menolak untuk tinggal bersama istri lainya.
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar