Bekerja pada Lembaga Ribawi


PERTANYAAN:
Bagaimana hukum org yang bekerja pada tempat pembayaran cicilan motor seperti contohnya; WOM finance, BISA finance, dsb?






JAWAB:
Bekerja di lembaga pembiayaan (termasuk bank ribawi) atau leasing yang nyata-nyata riba adalah haram, baik jadi teller-nya, pencatatnya, satpam, sopir, dll.





:السؤال





أريد الاستفسار إذا كان العمل في شركات التمويل حلال أم حرام؛ مع العلم أنني أريد العمل بها كمحاسب، وللعلم أيضاً أن الشركة تعطي قروضا شخصية (أموالا)، وتأخذ عليها أرباحا وفوائد، يعني أطلب منهم (1000) دينار وأسددهم (1200) دينار؟





:الجواب





الحمد لله، والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله





شركات التمويل التي تعتمد الطريقة الربوية - بحيث يسدد المقترض منها أكثر مما اقترض -هي شركات محرمة





لا يجوز العمل فيها محاسبا، بل لا يجوز أي عمل فيه إعانة للشركة على الربا، كما لا يجوز الاقتراض منها بهذه الطريقة
فالله عز وجل يقول





يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ





إياك أن تكون شريكا في محاربة الشريعة
بل عليك أن تنصح الشركة وتنهاها عن منكرها، وتبين لها أن في الحلال
من خلال التجارة والمرابحة الشرعية - غنية عن الحرام. والله أعلم
فتاوى دار الافتاء









Terjemahan yang di-bold:

Pertanyaan:
Saya ingin penjelasan tentang boleh atau tidaknya pekerjaan pada lembaga-lembaga pembiayaan. Saya tahu saya akan bekerja di sana sebagai akuntan dan saya juga mengerti bahwa lembaga itu memberikan pinjaman perorangan dengan mengambil keuntungan dari pinjaman yang diberikan, misalnya diberikan pinjaman sebesar 1000 dinar kemudian harus dikembalikan sebesar 1200 dinar.

Jawab:





Semua lembaga keuangan yang berasaskan transaksi ribawi, dimana lembaga meminta pelunasan dari peminjam lebih besar dari pada jumlah uang yang dipinjam, adalah lembaga yang haram.
Tidak boleh bekerja disana sebagai akuntan, bahkan tidak boleh tidak boleh bekerja apapun yang bersifat membantu lembaga ribawi sebagaimana tidak boleh pinjam kesana jika asasnya demikian.

Allah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak merugikan orang lain dan tidak (pula) dirugika.” (Al Baqarah: 278-279)

Anda tidak boleh ikut andil dalam berperang melawan syariat, …

Fatawa Darul Ifta -selesai-





وسئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : هل يجوز العمل في مؤسسة ربوية كسائق أو حارس ؟

:فأجاب
لا يجوز العمل بالمؤسسات الربوية ولو كان الإنسان سائقا أو حارسا ، وذلك لأن دخوله في وظيفة عند مؤسسات ربوية يستلزم الرضى بها ، لأن من ينكر الشيء لا يمكن أن يعمل لمصلحته ، فإذا عمل لمصلحته فإنه يكون راضيا به ، والراضي بالشيء المحرم يناله من إثمه. أما من كان يباشر القيد والكتابة والإرسال والإيداع وما أشبه ذلك فهو لا شك أنه مباشر للحرام . وقد ثبت من حديث جابر رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم لعن آكل الربا وموكله وشاهديه وكاتبه وقال : هم سواء.

من كتاب فتاوى إسلامية 2-401 انتهى





Syaikh Utsaimin pernah ditanya, “Apakah boleh bekerja di lembaga ribawi sebagai sopir atau satpam?”

Beliau menjawab:
Tidak boleh bekerja pada lembaga-lembaga ribawi meskipun hanya sopir atau satpam, karena dia masuk dalam salah satu tugas dari lembaga tersebut yang berarti dia ridha dengannya. Karena barangsiapa yang mengingkari sesuatu tidak akan mungkin ikut membantu untuk kelancaran sesuatu tersebut sehingga seorang yang membantu suatu lembaga pasti ridha dengan lembaga tersebut. Dan keridhaan terhadap keharaman adalah dosa. Adapun yang secara langsung terlibat dalam (transaksi), meng-input, mencatat, mengirim, menerima, dan yang sejenisnya maka jelas itu adalah terlibat dalam dosa secara langsung. Dan terdapat hadis dari Jabir bahwa Nabi melaknat orang yang memberi pinjaman riba, peminjamnya, saksinya dan pencatatnya. Beliau bersabda: “Mereka semua sama.”

Fatawa Islamiyah. -selesai-





Jadi, mereka semua berdosa jika nyata nyata ikut andil dalam membuat aturan transaksi ribawi, sebagaimana hadis Nabi berikut,





روى مسلم (1598) عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: ( لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُؤْكِلَهُ، وَكَاتِبَهُ ، وَشَاهِدَيْهِ ) ، وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ





:قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله





أي في اللعن ، لأنهم متعاونون على ذلك. فتاوى نور على الدرب - 2-16 - انتهى





Diriwayatkan oleh Imam Muslim no.1598 dari sahabat Jabir, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba." Nabi bersabda: "Semuanya sama dalam dosa.”





Kemudian Syaikh Ibnu Utsaimin memberi komentar:





"Yaitu sama-sama dilaknat, karena mereka semua saling membantu dalam riba''





Fatawa Nur Ala Darbi (2/16) -selesai-









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz