Wanita Berhaji Sendiri
PERTANYAAN:
Bolehkan wanita berhaji sendiri?
JAWABAN:
Sebagian ulama ada yang membolehkan sebagian ada yang melarangnya. Saya cenderung kepada pendapat yang melarangannya karena fitnah di zaman sekarang. Ini juga pendapat yang dpilih oleh syaikh Utsaimin dalam fatwa beliau. Dan dengan keadaan dia tidak punya mahram itulah salah satu dari tidak kemampuannya, maka gugurlah kewajibannya melaksanakan haji. Berikut fatwa syeikh Bin Baz:
:السؤال
أديت فريضة الحج بدون محرم، ما حكم حجي؟
:الإجابة
الحج صحيح، والحمد لله، وقد سقطت به الفريضة، ونسأل الله أن يتقبله منك
ولكنك أخطأت في الحج بغير محرم، فعليك التوبة إلى الله من ذلك، والاستغفار، والندم
:وألا تحجي مستقبلا إلا بمحرم، لقول النبي الكريم عليه الصلاة والسلام
لا تسافر امرأة إلا مع ذي محرم- متفق على صحته، فالرسول - صلى الله عليه وسلم - قال: "لا تسافر امرأة إلا مع ذي محرم" فعليك وعلى المسلمات الامتثال، وألا تسافر امرأة إلا مع ذي محرم، والمحرم معروف: زوجها أو أبوها أو أخوها أو نحوهم ممن تحرم عليهم على التأبيد
بسبب قرابته منها أو بسبب مصاهرة أو رضاعة
وأما الحج فقد حصل به المقصود وأديت الفريضة والحمد لله
فتاوى الشيخ عبد العزيز بن باز
Soal:
''Aku pernah mengerjakan kewajiban haji tanpa mahram, bagaimanakah hukum hajiku?
Jawaban:
"Hajinya sah, Alhamdulillah dan telah gugur kewajiban, dan kami memohon kepada Allah agar menerima hajimu, akan tetapi engkau telah melakukan kesalahan dengan berhaji tanpa mahram, maka wajib engkau betaubat kepada Allah dari hal itu, dengan istighfar, menyesali,dan jangan pernah kau ulangi haji dimasa mendatang tanpa mahram, Nabi bersabda : "Janganlah seorang wanita safar tanpa mahram.” Muttafaq Alaih, maka Rasulullah mengatakan: "Janganlah seorang wanita safar kecuali bersama mahramnya" maka wajib bagimu dan dan perempuan muslimah lainnya untuk melaksanakan perintahnya, dengan tidak safar kecuali bersama mahramnya, dan mahram ini makruf diketahuai seprti suaminya, bapaknya, saudara laki lakinya atau yang lainya diantara orang orang yang menjadi mahram secara tetap (abadi) bisa dengan sebab adanya kekerabatan atau sebab pengasuhan atau sebab sepersusuhan, adapun hajinya maka sudah tercapai tujuanya (sah) dan engkau telah menuaikan kewajibannya, Alhamdulillah.
Fatwa Syaikh Bin Baz
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar