Campur Baur Wanita dan Lelaki ketika Wudhu
PERTANYAAN:
Teman saya perempuan ketika dia sedang ada mata kuliah untuk praktek berwudhu. Lalu dosennya nyuruh kaos kaki dan lengan tangan dibuka padahal di tempat umum masjid kampusnya. Bagaimana para ustadz pendapatnya?
JAWAB:
Jika sang dosen bukanlah mahram dari si wanita maka tidak boleh bagi wanita membuka atau menyingkap bagian tubuhnya karena tubuh wanita adalah aurat.
Fatwa tersebut bisa dibaca sebagai berikut..
السؤال
كيف تتوضأ المرأة في حضور الأجنبي؟
الإجابــة
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:
فإن الواجب على المرأة أن تحتجب عن الرجال الأجانب، وألا تكشف شيئًا من جسدها أمامهم, فالمرأة كلها عورة عند الرجال الأجانب؛ حتى ظفرها- كما قال الإمام أحمد - فقد أخرج أحمد وأصحاب السنن وغيرهم عن ابن عمر - رضي الله عنهما - قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة، فقالت أم سلمة:فكيف يصنع النساء بذيولهن؟ قال: يرخين شبرًا فقالت: إذن تنكشف أقدامهن، قال: يرخينه ذراعًا لا يزدن عليه. وقال الترمذي: حديث حسن صحيح، فإذا كانت المرأة منهية عن كشف قدميها عند الرجال الأجانب، فكيف بالوضوء أمامهم!؟
وأخرج عبد الرزاق في السنن عن أبي سلامة الحبيبي قال: رأيت عمر بن الخطاب أتى حياضًا عليها الرجال والنساء يتوضئون جميعًا فضربهم بالدرة، ثم قال لصاحب الحوض: اجعل للرجال حياضًا، وللنساء حياضًا
لكن إذا كانت المرأة في حال اضطرار لم تستطع أن تبتعد عن الرجال الأجانب, وترتب على وضوئها كشف العورة, فالظاهر أنه يجوز لها أن تنتقل للتيمم, وتراجع إجابة الفتوى رقم: 197047، ولمزيد الفائدة تراجع الفتوى رقم: 62394
والله أعلم
Terjemah yang di-bold:
Pertanyaan:
Bagaimana seorang wanita berwudhu ketika terdapat laki-laki bukan mahram?
Jawab:
Rasulullah berdabda: “Barangsiapa menjulurkan kainnya melebihi mata kaki karena sombong, maka Allah tidak akan memandangnya pada hari Kiamat. Ummu Salamah bertanya: “Bagaimana dengan pakaian wanita?” Belia menjawab : “Lebihkan satu jengkal.” Ummu Salamah berkata, “Kalau begitu kaki kami bisa tersingkap (dan terlihat).” Beliau bersabda, “Lebihkan satu hasta tapi jangan lebih dari itu.” At Tirmizi berkata, “Hadis Hasan Shahih.”
JIka wanita dilarang untuk menampakkan kakinya di depan laki-laki asing (bukan mahram) apalagi (membuka sebagian aurat) untuk berwudhu di depan mereka.
Abu Salamah Al Habibi berkata, “Aku melihat Umar bin Khattab mendatangi tempat air yang terdapat laki-laki dan wanita dengan berwudhu bersama di situ. Kemudian Umar pukul para lelaki kemudian berkata kepada pemilik tempat air, “Buat tempat khusus untuk laki-laki dan tempat khusus untuk perempuan.”
Dan apabila kondisinya benar-benar tidak bisa menghindarkan diri dari pandangan laki-laki yang bisa mengakibatkan auratnya terlihat, maka yang jelas -menurut pendapat saya- dia boleh ber-tayammum.
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar