Ceramah Pendek: Bid’ah, Amalan Ibadah yang Tertolak
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu ibadah
kecuali apabila telah datang dalilnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda , "Barangsiapa mengamalkan suatu amalan (ibadah) yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak."
Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengulang-ulang diatas mimbar beliau, dalam khutbah-khutbah beliau perkataan berikut ini:
"Sesungguhnya semua yang baru (dalam perkara agama) adalah bid'ah, dan semua yang bid'ah adalah sesat, ...
... dan semua yang sesat tempatnya adalah di neraka." Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah mengajari kita
bahwa sesungguhnya keselamatan dari fitnah dan perpecahan, hanya bisa dengan cara berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Teguh dan Mengamalkan Sunnah adalah Keselamatan dari Perselisihan Umat
Dan tidak ada keselamatan bagi umat ini ketika terjadi perselisihan , kecuali dengan kembali pada sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Oleh sebab itu, para ulama salaf berkata, "Sesungguhnya sunnah itu seperti kapal Nabi Nuh." Dan bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Sesungguhnya nanti diantara kalian yang masih hidup setelah (wafat)ku, maka akan menemukan perbedaan yang banyak, ...
... maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnahku, dan sunnah Khulafa Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk, ...
berpegang teguhlah dengan sunnah tersebut dan gigitlah kuat-kuat dengan gigi geraham kalian."
Wahai saudaraku, kita sekarang di zaman ini, telah melihat perselisihan yang banyak diantara umat Islam
Kita lihat banyak kelompok dan jamaah yang mereka semua merasa bahwa diri merekalah yang benar dan mengajak orang kepada faham mereka
Siapa yang benar? Siapa yang beruntung? Siapa yang benar? Mana yang merupakan firqatun najiyah (golongan yang selamat)?
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan pada kita hal tersebut dengan sabda beliau, "Wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnahku."
Maka keselamatan itu ada dalam sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
dengan pemahaman siapa? Dengan pemahaman orang-orang terdahulu yang shalih -Semoga Allah meridhoi mereka semua-
Sebab itulah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Maka berpegang teguhlah kalian pada sunnahku, dan sunnah Khulafa Ar-rasyidin yang mendapat petunjuk, ...
... berpegang teguhlah dengan sunnah tersebut dan gigitlah kuat-kuat dengan gigi geraham kalian."
Niat Baik dalam Ibadah saja Tidak Cukup
Wahai saudaraku, sesungguhnya niat yang baik untuk ibadah yang bid'ah, tidak akan menghilangkan keburukan bid'ah tersebut,
dan tidak akan mengubah hukum bid'ah tersebut, betapa banyak saudara kita kaum muslimim yang melakukan amalan bid'ah
Ketika kita melarang mereka melakukan bid'ah tersebut, mereka berkata, "Hati kami bersih, niat kamipun baik."
"Kami ingin beribadah kepada Allah, kami ingin mendekatkan diri kepada Allah."
"Kenapa kalian halangi kami dari beribadah kepada Allah?" Maka kami menjawab, "Demi Allah, kami tidak menghalangi kalian dari beribadah kepada Allah."
"Namun kami ingin menghalangi kalian dari tipu daya para setan." Perhatikahlah, wahai hamba Allah, ada tiga sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Mereka mendatangi rumah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian mereka bertanya tentang ibadah beliau, kemudian ketika mereka diberitahu tentang ibadah beliau
Seolah-olah mereka menganggapnya sedikit, bukan berarti karenaibadah beliau shallallahu 'alaihi wa sallam itu sedikit
melainkan mereka berkata, "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang,
adapun kami adalah orang-orang yang banyak dosa." Maka berkata salah seorang dari mereka, "Aku akan shalat malam terus tanpa tidur."
yaitu shalat sunnah malam dan tidak akan tidur setiap malam, dan berkata orang yang kedua, "Kalau aku tidak akan menikah."
Dan berkata orang yang ketiga, "Kalau aku akan berpuasa tanpa henti." Yaitu puasa setiap hari dan tidak terputus selamanya.
Dan ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang menemui mereka, beliau bersabda,
"Apakah kalian orang yang tadi berkata demikian dan demikian?" Mereka menjawab, "Ya, benar."
Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya aku juga shalat malam dan aku juga tidur, aku puasa dan aku juga berbuka, dan akupun menikah. ...
"... Barangsiapa tidak menyukai sunnahku, maka dia bukan bagian dariku." Allahuakbar, wahai hamba-hamba Allah!
Yang tidak Suka Sunnah Nabi, bukan Bagian dari Umatnya
Jikalau pelaku bid'ah mau merenungkan perkataan ini, mereka akan berhenti dari perbuatan bid'ahnya
Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa tidak menyukai sunnahku, maka dia bukan bagian dariku."
Beliau berkata demikian kepada siapa? Kepada tiga orang sahabat, mereka adalah bagian dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Dan niat merekapun baik, namun mereka ingin menambah dari apa yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa tidak menyukai sunnahku, maka dia bukan bagian dariku."
Dan semua pelaku bid'ah yang melakukan kebid'ahan, akan termasuk dalam perkataan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam "Barangsiapa tidak menyukai sunnahku, maka dia bukan bagian dariku."
Bukankah sudah menjadi kewajiban kami, wahai hamba Allah, untuk memerintahkan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saja?
dan untuk melarang mereka dari perbuatan bid'ah? Demi Allah, sesungguhnya kami benar-benar mencintai umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam
Dan kami takut keluarga kami terjangkiti penyakit ini dan terjatuh dalam tipu daya setan ini
dan mengamalkan perbuatan yang dibenci Ar-Rahman, karena tidak ragu lagi bahwa sesungguhnya bid'ah itu disukai oleh setan
dan dibenci Ar-Rahman, oleh sebab itu berkata seorang ulama salaf, "Bid'ah itu lebih dicintai Iblis daripada maksiat."
Bid'ah itu lebih dicintai Iblis daripada maksiat, oleh sebab itu wahai orang-orang yang aku cintai, wajib bagi kita untuk mencukupkan diri dengan mengikuti Rasulullah saja
shallallahu 'alaihi wa sallam
Wajib bagi kita untuk memperingatkan orang-orang yang kita cintai dan masyarakat kita, dan semua orang yang menisbatkan diri pada Islam,
terhadap bid'ah yang diada-adakan, dan tidak ada kebaikan, tidak ada kemenangan, tidak ada cahaya, tidak ada kemuliaan, dan tidak ada persatuan
kecuali dengan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv,
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka.
Sumber;
Nasehat Ulama (Versi Bahasa Arab): Waspada Terhadap Bid'ah - Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili
Youtube Channel: Yufid.tv
Read in English
اقرأ في اللغة العربية
[…] Baca dalam bahasa Indonesiaاقرأ في اللغة العربية […]
BalasHapus