Ceramah Pendek: Nasihat tentang Kesabaran






Wasiat ini aku tujukan kepada diriku  sendiri dan juga saudaraku semua





Yaitu wasiat tentang kesabaran





Maka hendaknya anda bersabar , dan bersabarlah, wahai hamba Allah





Kesabaran adalah cahaya bagi seorang mukmin di dunia, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,





"Kesabaran adalah cahaya." Dan kesabaran menjadi sebab kemenangan besar ketika berjumpa dengan Allah yang Maha Mulia





Allah berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya hanya kepada orang-orang yang bersabarlah akan diberikan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az Zumar: 10)





Dan wasiatku, wahai saudaraku, agar kita bersabar dalam ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'ala





Dan kita bersabar untuk tidak bermaksiat pada Allah 'azza wa jalla





Dan bersabar dalam menjalani pahitnya takdir dari Allah 'azza wa jalla





SABAR DALAM KETAATAN





Kita bersabar dalam ketaatan pada Allah, dan kita bersabar dalam ketaatan pada Allah





Dan mengingatkan diri kita masing-masing bahwasanya Allah 'azza wa jalla mencintai ketaatan ini





Dan mencintai orang yang mentaati-Nya dan menjadikan kehidupan yang baik bagi orang yang mentaati-Nya





"Barangsiapa yang mengerjakan amal kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. Al Ghafir: 40)





Jika seandainya sulit bagi kita untuk taat, maka kita ingatkan diri kita sendiri bahwasanya Allah 'azza wa jalla





telah menjadikan ketaatan sebagai sebab masuk surga





Dan sesungguhnya Allah telah menyiapkan di surga bagi orang-orang yang taat





segala hal yang belum pernah dipandang mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pula terbersit dalam hati manusia





Jika kita bisa membaca Al-Qur'an dan menghafal Al-Qur'an, maka itulah sebaik-baik nikmat





Dan jika terasa berat bagi kita melakukannya , maka kita ingatkan diri kita sendiri bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah





Dan Allah mencintai orang yang membaca firman-Nya, dan mencintai orang yang mentadaburi firman-Nya





Dan memberikan kemuliaan bagi orang yang menghafal firman-Nya, Allah angkat derajatnya di dunia, dan Allah angkat derajatnya di surga





Demikian itu membuat ringan kita untuk lebih memotivasi diri kita untuk  membaca Al-Qur'an, dan menghafal al Qur'an





Ketika terasa berat bagi kita untuk shalat berjamaah, kita ingatkan diri kita sendiri bahwasanya Allah mencintainya





Dan mencintai orang yang mengamalkanya, dan bahwasanya hal itu merupakan jalan menuju ke surga





Dan demikian juga dalam semua bentuk ketaatan






SABAR UNTUK TIDAK BERMAKSIAT





Dan kita bersabar dari bermaksiat pada Allah, dan ketika jiwa, yang senantiasa mengajak pada keburukan, mengajak pada maksiat pada Allah





Ketika setan, jin, dan manusia mengajak pada kemaksiatan pada Allah





menyuruh kita untuk mendurhakai Allah 'azza wa jalla





Ingatkan diri kita, bahwa sesungguhnya Allah melihat kita, sesungguhnya Allah mendengar perkataan kita





Maka hendaknya kita malu kepada Allah, Dia melihat kita, ketika kita sedang berbuat maksiat





Maka hendaknya kita malu kepada Allah, Dia mendengar kita, ketika kita berbuat maksiat dalam pembicaraan kita





Kita ingatkan diri kita, bahwa sesungguhnya Allah mengancam para pelaku maksiat dengan neraka jahannam





yang panas apinya merupakan panas yang paling panas





Kita ingatkan diri kita, bahwa sesungguhnya kelak kita akan berdiri dihadapan Allah 'azza wajalla





Dan sesungguhnya Allah akan berbicara pada kita, dan sesungguhnya Allah akan bertanya kepada kita tentang dosa-dosa kita





Dan apa yang akan kita katakan untuk menjawab Tuhan kita subhanahu wa ta'ala





“Tidaklah seorangpun dari kalian , kecuali Allah  akan mengajaknya berbicara secara langsung...





...tidak ada penterjemah diantara Allah dan dia...





...Ia menoleh  ke kanan dan tidak melihat apapun kecuali apa yang telah dia kerjakan ...





...dan ia menoleh ke kiri dan tidak melihat apapun kecuali apa yang telah dia kerjakan ...





...dan melihat ke arah depan dan tidak melihat apapun kecuali neraka” (HR. Bukhari - Muslim).





Allah 'azza wajalla pada hari kiamat akan menghisab (menghitung amal) hamba-hamba-Nya





Dan diantara mereka, ada yang Allah tutupi dia (dari pandangan orang lain) kemudian berfirman kepadanya, (yang artinya) "Ingatkah kau dosa yang ini? Ingatkah kau dosa yang itu? Ingatkah kau dosa itu?"





Dan bayangkanlah, wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah itu Maha Kuat, Maha perkasa, lagi Maha Kuasa





Di hari kiamat nanti, Dia akan bertanya kepadamu tentang dosa-dosa yang dahulu kau berlezat-lezat dengannya  di dunia





Dan dengan kondisi demikian, ingatkan dirimu akan hal itu





Karena yang demikian itu bisa mencegahmu dari bermaksiat pada Allah





Dan membantumu untuk bersabar untuk tidak bermaksiat pada Allah subhanahu wata'ala





SABAR MENERIMA TAKDIR DARI ALLAH





Kita bersabar di atas takdir yang pahit





Dan Allah 'azza wa jalla menetapkan takdir, takdir yang baik dan yang buruk





Dan apabila musibah menimpa kita, hendaklah kita bersabar dengan takdir tersebut sejak awal musibah menimpa





Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berjalan melewati seorang perempuan





sedang menangis di atas kubur anaknya atau kerabatnya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,





"Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah." Maka dia menjawab, "Menjauhlah engkau dariku."





"Sesungguhnya kau belum pernah tertimpa musibah, sebagaimana musibah yang menimpaku ini."





Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi meninggalkanya





Dan ketika dia diberitahu bahwa laki-laki tersebut adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam





Dia tinggalkan tempatnya dan bersegera mengejar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam





Sampai dia berjumpa Rasulullah di rumahnya, kemudian meminta maaf kepada beliau





"Wahai Rasulullah, aku tak tahu kalau tadi adalah engkau, Wahai Rasulullah, aku tak tahu kalau tadi adalah engkau."





Maka bersabdalah kepadanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya kesabaran yang sejati itu saat awal musibah menimpa" (HR. Bukhari - Muslim).





Kita bersabar terhadap takdir dari Allah, kita bersabar dengan takdir yang pahit , karena kita tahu bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Bijaksana dan Maha Tahu





Dan bahwa semua hamba itu milik Allah, dan bahwa Allah itu Tuhan kita, dan Dia berhak berbuat pada kita apa yang Dia kehendaki





Maha Suci Allah lagi Maha Tinggi





Dan kita harus meyakini bahwa sesungguhnya Dia tidaklah mentakdirkan sesuatu kecuali pasti ada hikmahnya





Kita bersabar dengan ketetapan Allah, karena Dia yang menguji kita dengan musibah, adalah Dzat yang telah memberi kita semua kenikmatan





Kita bersabar dengan pahitnya takdir, karena kita berharap pahala dari Allah 'azza wa jalla





Maka kita  bersabar dalam ketaatan pada Allah, dan kita bersabar dari bermaksiat kepada Allah, dan kita bersabar dengan takdir dari Allah





itu semua agar Allah subhanahu wa ta'ala ridha kepada  kita.














Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.





Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv ,
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka.









Sumber;
Nasehat Ulama (Versi Bahasa Arab): Sabar Adalah Cahaya - Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily
Youtube Channel: Yufid.tv









Read in English
اقرأ في اللغة العربية


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz