Ceramah Pendek: Tiga Wasiat Penting dalam Bergaul






Dengan menyebut nama Allah, segala puji hanya bagi Allah,  shalawat, salam dan berkah-Nya semoga terlimpah untuk Rasul-Nya dan manusia pilihan-Nya





Mari kita duduk sejenak, wahai saudara dan saudariku, bersama salah satu hadist dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam





Dan kita butuh terhadap hadist, dan hadist ini membahas tentang tiga kaidah dalam bergaul





Terlebih lagi ketika manusia bergaul dengan berbagai kalangan manusia dalam masyarakat, dan kepribadian merekapun berbeda-beda





Anak kecil dan orang dewasa, orang Arab dan non-Arab, orang kulit hitam dan kulit putih, orang Islam dan non-Islam





Sehingga manusia harus mempelajari tiga kaidah penting dalam bergaul ini,  Kalian sekarang akan belajar ilmu dalam bersosialisasi





Namun orang yang dikaruniai 'Jawami' Al-Kalim' sekaligus orang yang jujur dan terpercaya, dan yang tidak berbicara atas dasar hawa nafsunya,





beliau shallallahu 'alaihi wasallam, meringkasnya dalam tiga kalimat saja, tiga pernyataan ringkas









Wasiat dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam









Mari kita renungkan bersama-sama hadist ini,  Hadist dimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika itu berkata pada Muadz bin Jabal,





"Wahai Muadz, bertakwalah kau pada Allah dimanapun kau berada, dan ikutilah perbuatan burukmu dengan kebaikan karena kebaikan akan menghapus keburukan, ...





... dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia."  (HR Tirmizi) Tiga wasiat dalam bergaul ini, diawali dengan adab terhadap Allah 'azza wa jalla









Adab Bergaul dengan Allah









Bagaimana kita bergaul terhadap Allah 'azza wa jalla?  Yaitu dengan ketakwaan anda





Takwa maksudnya membuat penghalang antara anda dan adzab Allah ta'ala,  dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya





Wasiat yang paling agung dalam kitab Allah adalah takwa,  Wasiat yang paling banyak dalam kitab Allah adalah takwa





Semua Nabi telah berkata kepada kaumnya,  "Bertakwalah kalian kepada Allah dan taatilah aku." (QS Asy Syu'ara: 108)





Dan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diturunkan ayat di awal surat Al-Ahzab,  "Wahai Nabi, bertakwalah engkau pada Allah." (QS Al Ahzab: 1)





Bertakwalah kepada Allah, dan tidaklah takwa itu sudah masuk dalam hati seseorang, kecuali dia akan terhubung  (kepada Allah)





Dan bukanlah orang hebat  itu yang berani di peperangan ,  namun orang hebat adalah yang bertakwa





Allahu akbar! Betapa agung dan dahsyatnya kalimat ini,  Kalimat ini begitu luar biasa disampaikan dan tersebar diantara kita





Kita bahas bersama-sama, perhatikanlah!  Bertakwalah pada Allah dimanapun anda berada





Menumbuhkan dari dalam jiwa Muadz dan orang-orang setelahnya   perasaan diawasi dan dibersamai oleh Allah 'azza wa jalla





"Dan tidaklah ada pembicaraan di antara tiga orang kecuali Dia adalah yang keempat,  Dan tidaklah (pembicaraan) di antara lima orang kecuali Dia adalah yang keenam ...





... dan tidakklah mereka lebih sedikit ataupun lebih banyak, kecuali Dia bersama mereka di manapun mereka berada." (QS Al Mujadilah: 7)





Allah subhanahu wata'ala senantiasa memperhatikan anda





Maka wajib bagi anda untuk bertakwa pada Allah subhanahu wa ta'ala dalam  perkara yang kecil ataupun yang besar





Dan perhatikan bagaimana kalimat ini, nyata adanya,  dan memberi pengaruh dalam hati seseorang





yang pernah tergoda oleh keponakanya (terkisahkan dalam sebuah hadist shahih) untuk berbuat layaknya suami istri,





Perempuan tersebut datang kepadanya dalam keadaan membutuhkan uang,  maka laki-laki tersebut berkata kepadanya,





"Akan aku beri kamu uang, asalkan kamu bolehkan aku melakukan apa yang aku inginkan terhadap dirimu."





Dan ketika dia telah berada pada kedua tangan dan kakinya dan sudah duduk layaknya duduknya seorang suami terhadap istrinya,





Perempuan tersebut berkata, "Bertakwalah anda pada Allah, cincin tidak dipakaikan kecuali pada yang berhak memakainya ."





Perkataan ini menghujam jiwanya, menjadikan dia takut kepada Allah 'azza wa jalla, lantas dia berdiri meninggalkannya dan meninggalkan uangnya untuk perempuan tersebut





Dan bergeserlah batu menutupi mereka kala itu,  ketika mereka terjebak di dalam gua





dari kisah dan hadist yang sudah ma'ruf





Kemudian, merupakan adab yang paling bagus terhadap Allah, anda bertakwa kepada Allah dalam keyakinan anda dan akidah anda





Akidah yang benar dan suci yang tidak terkotori dan tercampuri dengan hal-hal yang bisa merusak kesuciannya





Anda bertakwa kepada Allah 'azza wa jalla dalam keesaan Allah, dalam tauhid Rububiyah, Uluhiyah, dan asma' wa sifat





Anda bertakwa kepada Allah dengan tidak bergaul dengan orang jahat, dukun, tukang sihir, dan sejenis mereka, termasuk dukun dan para peramal





Dan jangan anda lakukan apa yang telah Allah 'azza wa jalla haramkan, misalkan sihir, praktek perdukunan, perkara-perkara yang diharamkan berupa  riba, zina, minuman keras





Tidak! Anda bertakwa kepada Allah dalam segala hal





Kata takwa mengumpulkan di dalamnya ribuan perintah dan larangan,  demikianlah adab kita terhadap Allah 'azza wajalla





Adab Bergaul dengan Diri Sendiri





Adapun adab bermuamalah terhadap dirimu sendiri: "Ikutilah perbuatan burukmu dengan kebaikan karena kebaikan akan menghapus keburukan ..."





Ketika kau berbuat dosa, berbuat salah, melampaui batas, karena tidak ada orang yang tidak bersalah, semua anak cucu Adam berbuat salah,





Dalam sebuah hadist, "Semua anak cucu adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah bertaubat."





Diantara ayat dalam Kitab Allah yang paling menumbuhkan harapan adalah (yang artinya): "Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku. ..





...  yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa." (QS Az Zumar: 53)





Semua kesalahan anda akan Allah ampuni, kecuali dosa syirik jika seseorang mati diatas kesyirikannya





Allah mengabarkan tentang diri-Nya sendiri bahwa, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang yang mempersekutukan-Nya dan Dia mengampuni semua dosa yang selain itu." (QS An Nisa': 48)





Ketika seorang hamba bertaubat, menyesal, meninggalkan (dosanya) dan berharap (pada Allah), maka Allah akan sangat senang dengan taubatmu





Allah senang dengan taubat anda, Allah senang dengan taubat anda,  Wahai perempuan muslimah, jika anda bertaubat dari maksiat dan dosa-dosa,





Dan anda wahai saudara muslimku, kita semua jika bertaubat kepada Allah 'azza wa jalla, kemudian menyesal,





maka Allah akan hidupkan hati kita dan kita menyesal (dari perbuatan dosa), dan Allah akan senang dengan taubat kita





Sungguh Allah lebih senang dengan taubat hamba-Nya daripada senangnya salah seorang diantara kalian yang berada di padang tandus,





yang memiliki hewan tunggangan yang membawa bekal makanan dan minuman, kemudian hilang hewan tersebut





Hilang pula bekalnya, sudah berputus asa untuk bertahan hidup dan hanya tinggal menanti kematian saja





Hanya duduk dibawah naungan pepohonan untuk menanti kematianya, kemudian dia pejamkan mata lantas tertidur sejenak





Kemudian terbangun, dan melihat tunggangannya sudah berada didekatnya, kemudian dia pegang tali kekangnya





kemudian (salah dalam) berkata (karena sangat bergembira), "Ya Allah Engkaulah hambaku dan akulah tuhan-Mu." (HR. Bukhari - Muslim).





Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya daripada bergembiranya orang tersebut dengan kembalinya tunggangannya





Maka bersegeralah dalam bertaubat sebelum tertutup pintunya, dan sebelum habisnya lembaran hari-hari untuk berbekal dengan amal shalih





Maka Nabi bersabda setelah: "Bertakwalah anda dimanapun anda berada," kemudian, "Dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya hal itu akan menghapus keburukan."





Dan dalam Al-Qur'an, "Dan dirikanlah shalat pada waktu pagi dan petang, dan pada sebahagian permulaan waktu malam. ...





... Sesungguhnya perbuatan baik bisa menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk." (QS Hud: 114)





Begitulah, seharusnya kau bergaul dengan jiwamu, yang senantiasa menyuruh pada perbuatan tercela,





setiap kali anda berbuat dosa, bertaubatlah pada Allah 'azza wa jalla





Berhati-hatilah dan jangan pernah kau berputus asa dari rahmat Allah,  “Karena tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir” (QS. Yusuf: 87)









Adab Bergaul dengan Orang Lain









Kemudian mari kita bahas wasiat yang ketiga  yang merupakan seni dalam bergaul dengan manusia





"Dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang mulia."  bergaulah dengan kedua orang tuamu,





dengan istri anda, anak-anak anda, tetangga anda, kerabat-kerabat anda, rekan-rekan kerja anda, dan semua manusia dalam kehidupan ini





Bagaimana kau bergaul dengan mereka?  Dengan akhlaq yang baik, dengan perkataan yang baik,





dengan senyum, berusaha untuk berkata-kata yang baik dan murah senyum,  dan begitulah seharusnya seorang mu'min,





Tidak berbicara kecuali ucapan yang baik, dan bisa menahan diri





Akhlaq mulia dijelaskan oleh para ulama, Ibnul Qoyyim, Ibnul Mubarak, dan Imam Ahmad,   mereka berkata,





"Akhlaq mulia itu bersabar dan menahan diri ketika disakiti, dan menahan diri dari menyakiti,..." yaitu anda menyakiti orang lain,





... dan memberikan kebaikan pada manusia." Dan memberikan kebaikan, kata kebaikan kebanyakan orang menyangka hanya terkait uang saja





Tidak! Tidak harus uang, mengucapkan perkataan yang baik, memberi nasehat, memberikan pertolongan untuk saudara sesama Muslim,





Demikianlah! Barangsiapa yang berakhlak mulia, maka ia mendapatkan derajat yang tinggi,





"Sesungguhnya aku menjamin sebuah rumah di tempat tertinggi di surga,..."  Untuk siapa? " ... untuk mereka yang mulia akhlaknya." (HR Abu Daud)





Dan orang yang paling dekat dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,  Siapa? Mereka adalah yang paling baik akhlaknya





"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai diantara kalian,  dan yang paling dekat duduknya denganku dihari kiamat kelak, ...





... orang yang paling baik ahklaknya diantara kalian,  dan yang paling lembut perangainya."





orang yang baik kepada orang lain dan orangpun baik kepadanya, dan tak ada kebaikan bagi orang yang tidak mengenal orang dan tidak pula dikenal (HR Tirmizi)





Apakah kau ingin memiliki akhlak yang baik?  Berdoalah dengan doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam





"Ya Allah tunjukilah aku kepada akhlak yang mulia, karena tidak ada yang bisa memperbagusnya kecuali Engkau, ...





... Dan palingkanlah aku dari keburukan, karena tidak ada yang bisa memalingkan aku darinya kecuali Engkau." (HR Muslim)





Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah berdoa, "Ya Allah sebagaimana telah Engkau telah perbagus fisikku, maka perbaguslah pula akhlakku." (HR Ahmad)





Ya Allah karuniakanlah ketakwaan bagi jiwa-jiwa kami, dan sucikanlah, Engkaulah sebaik-baik Dzat yang bisa mensucikannya,





Engkaulah pemiliknya dan penguasanya, amin,  Allahu a'lam, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh















Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.





Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv,
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka.







Sumber;
Kata Nasehat: Tiga Kaedah Penting dalam Muamalah - Syaikh Muhammad Abdullah al-Nuunan
Youtube Channel: Yufid.tv










Read in English
اقرأ في اللغة العربية 




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz