SUNAN AT TIRMIZI (2)


DESKRIPSI KITAB





Nama Kitab





Kitab beliau dikenal di kalangan ulama dengan nama Jami’ At Tirmizi atau Al Jami’ As Shahih atau Al Jami’ Al Kabir atau Sunan At Tirmizi. Disebut dengan Jami’ karena kitab tersebut tidak hanya berisi hadis-hadis yang terkait dengan hukum-hukum fikih, seperti masalah akidah, tafsir, adab dan akhlak, dan lain sebagainya.





Keistimewaan Kitab





  1. Menjelaskan status keshahihan hadis, misalkan berkata ini hadis shahih, atau hasan, atau gharib.
  2. Menyingkat sanad dengan cara yang sangat bagus, dengan mengatakan bahwa dalam bab ini ada (riwayat lain) dari fulan, fulan dan fulan.
  3. Menyertakan pendapat para ulama fikih yang berkaitan dengan hadis dan menjelaskan diamalkan atau tidak hadis tersebut oleh para ulama.
  4. Terdapat kaidah-kaidah dalam menyampaikan hadis, yaitu dalam Al 'Ilal.




Metode Penulisan Kitab





  1. Kitab Jami’ Tirmizi tidak terdiri atas kitab-kitab seperti karya ahli hadis lain, namun tersusun atas abwab, dan setiap abwab terdiri dari beberapa bab.
  2. Kebanyakan, menyebutkan satu atau dua hadis saja dalam setiap bab.
  3. Menyertakan pendapat para ulama fikih yang berkaitan dengan hadis.
  4. Menyebutkan apakah hadis tersebut diamalkan atau tidak oleh para ulama. (Sebagian ulama tidak mengamalkan hadis karena ada pertimbangan lain yang mereka anggap lebih kuat, bukan karena menolak hadis Nabi atau tidak mau mengamalkan sunnah.)
  5. Menjelaskan derajat hadis dari sisi kecacatannya ataupun jalurnya.
  6. Banyak menyebutkan kembali perkataan guru beliau, Imam Bukhari.
  7. Mengisyaratkan bahwa masih ada hadis lain yang semakna (tapi tidak ditulis), jika ada.
  8. Mengawali hadis dengan menyebut sanadnya kemudian matannya (isi hadis), namun terkadang menyebutkan sebagian sanad kemudian matan dan kemudian melanjutkan sisa sanad yang tersebut di awal.




Kedudukan Kitab.





Imam Tirmizi berkata, “Aku menulis kitab ini kemudian aku tunjukkan kepada para ulama di Hijaz, Iraq dan Khurasan dan mereka setuju dengan kitab ini.”





Adz Dzahabi berkatam “Dalam kitab Al Jami’ terdapat ilmu yang bermanfaat, memiliki faidah yang sangat banyak, dan membahas masalah-masalah pokok. Ini adalah di antara pokok-pokok Islam. Namun di sana juga ada hadis-hadis yang lemah sebagiannya adalah hadis palsu yang kebanyakan terdapat dalam hadis-hadis fadhail (keutamaan dalam beribadah).





Abu Ismail Al Harawi berkata, “Jami’ At Tirmizi lebih banyak mendatangkan manfaat dibanding kitab Bukhari dan Muslim. Karena hanya orang-orang yang memiliki keluasan ilmu yang bisa mengambil faidah dari kedua kitab tersebut. Sedangkan faidah dalam kitab Jami’ At Tirmizi bisa dipetik oleh setiap orang.”





Jumlah Hadis dan Tingkatannya





Kitab beliau berisi 3956 hadis yang tersusun dalam 46 bagian (abwab) yang setiap bagian memiliki banyak bab. Para ulama membagi hadis-hadis dalam Jami’ At Tirmizi menjadi empat tingkatan:





  1. Hadis-hadis yang jelas keshahihannya karena sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim,
  2. Hadis-hadis shahih yang sesuai dengan syarat Abu Dawud, Tirmizi, dan Nasa’i.
  3. Hadis-hadis lemah yang beliau tulis sebagai pembanding dengan hadis lain dan beliau jelaskan cacatnya.
  4. Hadis-hadis lemah namun beliau tulis karena diamalkan oleh sebagian ulama yang kebanyakannya pada bab Fadhail.




Syarat Penulisan Hadis





Beliau berkata, “Aku tidak menulis dalam kitab ini kecuali hadis yang diamalkan oleh ulama atau sebagian dari mereka. Kecuali hadis tentang minum khamr yang keempat kali maka dibunuh dan hadis tentang menjama’ antara Dhuhur dan ‘Ashar saat tidak kondisi perang atau berpergian.”





Khidmat Ulama Terhadap Kitab Sunan At Tirmizi





Sebagian ulama berkhidmat dengan men-syarah kitab ini, seperti;





  1. Tuhfatu Ahwadzii karya Muhammad Abdurrahman Al Mubarakfuri,
  2. ‘Aridhah Al Ahwadzii karya Ibnul ‘Arabi Al Makki
  3. Syarah dari Ibnu Rajab namun karya ini tidak sampai ke zaman ini.
  4. An Nafhu Asy Syadzii karya Ibnu Sayyidunnas, namun beliau belum menyelesaikan syarah ini.




Sebagian yang lain berkhidmat dengan menjelaskan rijalul hadis (biografi para perawi hadis dalam kitab tersebut), seperti kitab Tahdzib Al Tahdzib dan At Taqriib wa At Tahdzib karya Ibnu Hajar. Ada pula yang memberikan ta’liq terhadap kitab ini seperti Ahmad Syakir. Dan Nashiruddin Al Albani meneliti kembali dan menilai hadis-hadis dalam kitab ini dalam kitab beliau Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmizi.











Sumber:
Pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Arab oleh guru kami Dr. Abdullah Roy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz