SUNAN IBNU MAJAH (3)


BEBERAPA HADIS DALAM SUNAN IBNU MAJAH





: كِتَابُ الصِّيَامِ





بَابُ مَا جَاءَ فِي فَضْلِ الصِّيَامِ






1638





حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى مَا شَاءَ اللَّهُ، يَقُولُ اللَّهُ: إِلَّا الصَّوْمَ؛ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ






1639






حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ
قَالَ:
أَنْبَأَنَا
اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ يَزِيدَ
بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ
أَبِي هِنْدٍ، أَنَّ مُطَرِّفًا،
مِنْ بَنِي عَامِرِ بْنِ صَعْصَعَةَ،
حَدَّثَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي
الْعَاصِ الثَّقَفِيَّ دَعَا لَهُ
بِلَبَنٍ يَسْقِيهِ، فَقَالَ:
مُطَرِّفٌ:
إِنِّي
صَائِمٌ، فَقَالَ عُثْمَانُ:
سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ:
«الصِّيَامُ
جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ، كَجُنَّةِ
أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ»






1640






حَدَّثَنَا
عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ
الدِّمَشْقِيُّ قَالَ:
حَدَّثَنَا
ابْنُ
أَبِي فُدَيْكٍ
قَالَ:
حَدَّثَنِي
هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أَبِي
حَازِمٍ،

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" إِنَّ
فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ
الرَّيَّانُ، يُدْعَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ،
يُقَالُ:
أَيْنَ
الصَّائِمُونَ؟ فَمَنْ كَانَ مِنَ
الصَّائِمِينَ دَخَلَهُ، وَمَنْ دَخَلَهُ
لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا "






-انتهى-





رجال الحديث





أبو معاوية هو محمد بن خازم الكوفي





وكيع هو وكيع بن جراح






الأعمش
هو سليمان بن مهران






أبو
صالح هو ذكوان السمان






مطرف
بن عبد الله بن شخير






ابن
أبي فديك هو محمد بن اسماعيل بن مسلم






أبو
حازم هو سلمة بن دينار













KITAB PUASA





BAB PENJELASAN TENTANG KEUTAMAAN PUASA





Hadis nomor 1638





Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dan [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan, satu kebaikan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kai lipat kebaikan sekehendak Allah, Allah berfirman, "Kecuali puasa, puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia tinggalkan makan dan minumnya karena Aku. Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebahagiaan, satu kebahagiaan ketika tiba waktu berbuka, dan satu kebahagiaan lagi ketika berjumpa dengan Tuhannya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari bau minyak kesturi."





Hadis nomor 1639





Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh Al Mishri] berkata, telah memberitakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Sa'id bin Abu Hind] bahwa [Mutharrif] -dari bani Amir bin Sha'sha'ah- menceritakan kepadanya, bahwa Utsman bin Abu Al Ash Ats Tsaqafi mengundangnya untuk minum susu yang telah ia tuang. Mutharrif berkata, "Aku sedang berpuasa." [Utsman] lalu berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Puasa adalah tameng dari api neraka, sebagaimana tameng salah seorang dari kalian dalam perang. "





Hadis nomer 1640





Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Fudaik] berkata, telah menceritakan kepadaku [Hisyam bin Sa'd] dari [Abu Hazim] dari [Sahl bin Sa'd] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di surga ada pintu yang disebut dengan pintu Ar Rayyan, pada hari kiamat akan diseru, "Mana orang-orang yang biasa berpuasa?" Maka bagi orang-orang yang biasa berpuasa akan memasukinya, dan barangsiapa memasukinya ia tidak akan haus selamanya. "









Sumber:
Maktabah Syamilah
http://www.hadithportal.com
Pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Arab oleh guru kami Dr. Abdullah Roy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz