SUNAN AN NASA’I (2)
DESKRIPSI KITAB
Nama Kitab
Umat Islam mengenal kitab hadis karya Imam Nasa’i dengan nama Sunan Nasa’i. Namun para ulama berbeda-beda dalam menyebut nama dari kitab tersebut. Ada yang menyebutkannya Sunan Al Ma’tsurah ‘an Rasulillah, Sunan As Sugra, Al Mujtabaa, dan Al Mujtaba min As Sunan Al Musnadah. Akan tetapi, Imam Nasa’i dan murid-murid beliau seperti Ibnu Sunni dan As Suyuti menyebut kitab ini dengan nama “Al Mujtabaa”.
Sebab Penulisan
Imam An Nasa’i mengumpulkan hadis-hadis yang beliau miliki dalam sebuah buku “Sunan Al Kubra” kemudian beliau hadiahkan kepada salah seorang Amir (pimpinan) wilayah Ramalah, Palestina. Ketika Amir tersebut membacanya, dia bertanya, “Apakah semuanya shahih?” Beliau menjawab, “Tidak semua.” Kemudian dia berkata, “Tulislah untukku hadis-hadis yang shahih saja.” Kemudian beliau meringkas kitab Sunan Al Kubra dan menghasilkan kitab “Al Mujtabaa”. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Atsir, Ibnu Katsir, Al ‘Iraqi, As Sakhawi, dan As Suyuti tanpa perbedaan makna.
Penulis Kitab
Ulama berbeda pendapat tentang siapa penulis yang meringkas Sunan Al Kubra menjadi kitab Al Mujtabaa atau Sunan As Sughra, apakah An Nasa’i sendiri atau Ibnu Sunni, murid beliau? Dan yang tepat adalah bahwa An Nasa’i sendiri yang meringkas kitab beliau sedangkan Ibnu Sunni hanyalah murid yang meriwayatkan kitab ini dari beliau. Dan bukti yang menguatkan pendapat itu adalah karena di dalam ringkasan tersebut ada penambahan beberapa hadis dan bab baru yang tidak ada dalam Sunan Kubra. Karena tidak mungkin seorang murid meringkas karya gurunya dengan menambah isi dari karya tersebut.
Perbedaan antara Sunan Al Kubra dan Sunan Al Kubra (Al Mujtabaa)
- Dalam Sunan Al Kubra terdapat sekitar sebelas ribu hadis dan dalam Sunan As Sughra terdapat 5.758 hadis (menurut hitungan Abdul Fattah Abu Ghuddah).
- Dalam Sunan Al Kubra ada sejumlah hadis yang diperselisihkan keshahihannya, sedangkan Al Mujatabaa, sesuai namanya adalah hadis-hadis pilihan dan semuanya shahih (menurut keilmuan beliau). Meskipun demikian, dalam kitab Al Mujtabaa tetap ada hadis-hadis yang dikritisi keshahihannya oleh ulama lain. Dan hadis-hadis yang dihapus dari Sunan Al Kubra tidak semuanya lemah.
- Sunan Al Kubra mencakup bab-bab selain hukum fikih tafsir, akidah, dan lain sebagainya. Adapun Sunan As Sughra hanya khusus bab-bab yang berkaitan dengan hukum fikih.
Metode Penulisan Al Mujtabaa
- Hanya berisi hadis-hadis hukum (fikih).
- Mengulangi hadis namun dengan sanad yang berbeda (seperti metode penulisan dalam Shahih Muslim).
- Melakukan istimbath (pengambilan hukum dari suatu dalil) dan menuliskannya dalam judul bab (seperti metode penulisan dalam Shahih Bukhari).
- Menjelaskan status hadis apabila terdapat catat atau diperselisihkan keshahihannya serta memberi penjelasan tambahan lainnya.
- Syarat beliau dalam penulisan kitab ini, beliau menulis hadis-hadis yang shahih saja (menurut keilmuan beliau) kecuali hadis yang beliau jelaskan cacatnya, yang ditulis karena ada alasan tertentu.
Khidmat Ulama terhadap Sunan An Nasa'i
Sebagian ulama berkhidmat dengan men-syarah kitab ini, seperti;
- Zahru Ar Rabaa ‘ala Al Mujtaba karya As Suyuti,
- Hasyiyah As Sindi
- Dzakhirah Al ‘Uqbaa fii Syarhi Al Mujtaba karya Muhammad Ali Adam
- Dan lain-lain.
Sebagian yang lain berkhidmat dengan menjelaskan rijalul hadis (biografi para perawi hadis dalam kitab tersebut), di antaranya;
- Tahdzib Al Tahdzib karya Ibnu Hajar,
- Al Kaasyif karya Az Zahabi,
Dan Ibnu Thahir membahas syarat-syarat Nasa’i dalam menulis hadis dalam kitab Syuruh Aimmah As Sunnah. Nashiruddin Al Albani meneliti kembali hadis-hadis dalam kitab ini dan menjelaskan tingkat keshahihannya dalam kitab beliau Shahih wa Dhaif Sunan An Nasa'i.
Sumber:
Pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Arab oleh guru kami Dr. Abdullah Roy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar