Bolehkah Mencium Tangan Kiai?
PERTANYAAN:
Bolehkan seseorang mencium tangan orang yang berilmu dan shalih sebagai bentuk penghormatan kepadanya?
JAWAB:
Mencium tangan ulama atau orang tua atau orang yang shaleh, jumhur (mayoritas) ulama menyatakan boleh dengan niat untuk memuliakan, adapun dengan niat tabarruk (mencari berkah) sebagaimana di lakukan oleh orang-orang sufi terhadap guru-guru mereka maka hal ini adalah sikap ghuluw (berlebihan) yang tidak dibenarkan. Syaikh Al Albani memberikan tiga syarat bolehnya seseorang mencium tangan orang yang alim, berikut nukilan pendapat beliau dalam kitabnya Silsilah As-Shahihah;
Terjemah dalam kotak merah

Syaikh Al Albani rahimahullah berkata:
Adapun mencium tangan, dalam masalah ini terdapat banyak hadits dan atsar, yang seluruhnya menunjukkan tetapnya hal tersebut dari Rasulullah shallahu alaihi wa sallam maupun para salaf, maka kami berpendapat bolehnya mencium tangan seorang alim, jika terpenuhi beberapa syarat berikut:
1. Tidak boleh dijadikan kebiasaan, dimana seorang alim terbiasa menyodorkan tangannya kepada para muridnya, yang dengan itu mereka niatkan tabarruk, Nabi shallahu alaihi wa sallam meskipun pernah dicium tangannya oleh para sahabatnya, namun hal itu sangatlah jarang, oleh karenanya hal itu tidak boleh dijadikan sunnah yang terus menerus dilakukan, sebagaimana telah maklum dalam qowaid fiqhiyyah.
2. Tidak menjadikan orang alim tersebut sombong terhadap orang lainkarena melihat kedudukan dirinya, sebagaimana hal itu terjadi pada sebagian masyayikh atau kyai saat ini.
3. Tidak menjadikan sunnah yang lain terabaikan, misalnya sunnahnya berjabat tangan, dimana hal itu telah disyariatkan dari perbuatan maupun sabda Nabi shallahu alaihi wa sallam, yang dengannya menjadi sebab syar'i bergugurnya dosa diantara orang yang bersalaman, sebagaimana telah diriwayatkan dalam banyak hadist, oleh karenanya tidaklah boleh mengabaikan sunnahnya berjabat tangan dikarenakan adanya perkara lain yang dianggap lebih baik, padahal hal itu adalah mubah/ boleh.
Silsilatul Ahaditsis Shohihah Wa Syaiun Min Fiqhiha Wa Fawaidiha (1/302)
Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar