Shalat Iftitah sebelum Shalat Tarawih


PERTANYAAN:
Bagaimanakah pendapat Anda tentang imam yang  memulai shalat tarawihnya dengan shalat dua rakaat ringan (shalat khafifatain) secara berjamaah, sebelum shalat tarawih sebanyak 11 rakaat, apakah perbuatan itu dibenarkan?





JAWAB:





السؤال





ما تقولون في إمام يفتتح صلاة القيام بجماعته
بركعتين خفيفتين من إحدى عشرة ركعة فما صحة فعله؟





الجواب





فعله هذا ليس بصحيح، افتتاح القيام الذي هو التراويح بركعتين خفيفتين غير صحيح
لأن افتتاح قيام الليل بركعتين خفيفتين إنما يكون لمن نام، ووجه ذلك أن الإنسان إذا نام
عقد الشيطان على قافيته ثلاث عقد، فإذا قام وذكر الله انحلت عقدة
فإذا تطهر انحلت العقدة الثانية، فإذا صلى انحلت العقدة الثالثة
ولهذا صار الأفضل لمن قام الليل بعد النوم، أن يفتتح قيام الليل بركعتين خفيفتين
ثبتت بذلك السنة من قول النبي صلى الله عليه وآله وسلم، وفعله





أما التراويح فإنها تفعل قبل النوم فلا تفتتح بركعتين خفيفتين





  مجموعة رسائل في الصيام و التراويح و زكاة الفطر
ص ٦٩





"Perbuatan ini tidak tepat, membuka shalat tarawih dengan dua rakaat shalat ringan tidaklah dibenarkan, karena membuka shalat malam dengan dua rakaat ringan hanyalah dikerjakan bagi orang yang tertidur sebelumnya, tujuan dari hal itu karena jika manusia tidur maka setan mengikat tengkuknya dengan tiga ikatan jika orang tersebut bangun lalu ia berdizkir kepada Allah maka lepaslah ikatan pertama, lalu jika ia lanjutkan dengan bersuci maka lepaslah ikatan yang kedua, kemudian jika ia lanjutkan setelah itu dengan shalat maka lepaslah ikatan yang ketiga, oleh karenanya lebih baik bagi orang yang mengerjakan shalat malam setelah tidur, hendaknya ia membuka shalat malamnya dengan dua rakaat shalat ringan, hal itu sebagaimana telah tetap dalam sabda dan juga perbuatan Nabi shallAllahu alaihi wa sallam."
"Adapun shalat tarawih maka hal itu dikerjakan sebelum tidur, sehingga tidak perlu mengerjakan dua rakaat shalat khofifatain."





Majmu'atur Rasail Fis Shiyam wat Tarawih wa Zakatil Fithr
Syaikh Ibnu Utsaimin
Selesai.






Sehingga sebagian orang keliru, mereka mengerjakan shalat iftitah untuk sholat tarawih yang dikerjakan setelah Isya. Padahal shalat iftitah hanyalah disunnahkan jika shalat taraweh atau qiyamulail dikerjakan tengah malam setelah bangun tidur, berikut fatwa lain tentang masalah ini,





Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah 5270e-img-20190529-wa0008.jpg
Majmu'atur Rasail Fis Shiyami Wat Tarawihi (69)




Terjemah yang distabilo...





Pertanyaan:
''Apakah sunnah dalam sholat taraweh, kami mengawali dengan dua rakaat shalat ringan (sholat iftitah) sebagaimana saat qiyamul lail?"





Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab :





"Bukan, shalat ringan sebelum tarawih termasuk sunnah, sholat qiyamulail diawali dengan dua rakaat sholat ringan, hal ini karena apabila seseorang itu tidur, maka syaithan akan mengikat tengkuknya dengan tiga ikatan, jika orang tersebut bangun lalu ia berdzikir mengingat Allah, maka lepaslah ikatan yang pertama, kemudian jika ia berwudhu maka lepaslah ikatan yang kedua, kemudian jika ia shalat maka lepaslah ikatan yang ketiga, oleh karena itu yang masyru' (yang disyariatkan) adalah melaksanakan shalat ringan pada dua rakaat pertama qiyamulail, hal ini agar lebih cepat dalam melepaskan ikatan syaithan tersebut.'





Majmu'atur Rosail Fis Shiyami Wat Tarawih









Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz