Kenapa Kita Harus Berakhlak Mulia?
Berakhlak mulia merupakan bentuk ketaatan kepada Allah
Sebagaimana Allah telah memerintahkan dalam banyak firman-Nya, di antaranya:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
(Surat Al-A’raf Ayat 199)
Berakhlak mulia merupakan bentuk ketaatan kepada Rasulullah
Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan dalam hadis yang sangat banyak, di antaranya:
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
"Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik."
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Berakhlak mulia adalah sebab Allah mencintai hamba-Nya
Allah ta'ala telah mengabarkan dalam lima belas ayat-Nya dalam Al Qur'an, bahwa Dia mencintai orang-orang yang muhsinin (baik), di antaranya;
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"... Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
Surat Ali ‘Imran Ayat 134
Berakhlak mulia adalah sebab Rasulullah mencintai seseorang
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan duduknya paling dekat kepadaku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian. Sedangkan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat adalah orang-orang yang banyak bicara, suka ngobrol (tanpa ada kebutuhan) dan bermulut besar (sombong).”
(HR. At-Tirmidzi).
Berakhlak mulia merupakan salah satu sebab masuk Surga
Dalam sebuah hadis diceritakan;
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ:
تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ. وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ: الْفَمُ وَالْفَرْجُ
Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah pernah ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?” Beliau menjawab: “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik” Dan beliau ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka?” Beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan.”
(HR. Tirmidzi)
Akhlak mulia akan sangat berat pada timbangan amal manusia
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat pada timbangan (kebajikan) seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang mulia.”
(HR At-Tirmidzi)
Akhlak mulia menyamai derajat memperbanyak shalat dan puasa sunnah
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
"Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yg mulia dapat menyamai derajat orang yang (rajin) berpuasa dan shalat malam."
(HR. Abu Dawud)
Orang yang berakhlak mulia di janjikan tempat tertinggi di surga
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia pada pihak yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun hanya untuk bercanda. Aku memberikan jaminan rumah di tempat tertinggi di surga bagi orang yang bagus akhlaknya.”
(HR. Abu Dawud)
Akhlak mulia dijadikan alasan terkuat untuk menikahi seseorang
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوْهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ
“Apabila datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang anak kalian) maka hendaknya kalian menikahkannya. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”
(HR. At-Tirmidzi)ٍ
Sebaik-baik seorang muslim adalah yang baik akhlaknya
Dalam sebuah hadis diceritakan;
إِنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْمُسْلِمِينَ خَيْرٌ ؟ قَالَ : مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Datang seseorang kepada Rasulullah dan bertanya, "Muslim yang seperti apa yang paling baik?" Beliau menjawab, "Sebaik-baik muslim adalah yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisan dan tangannya”
(HR. Muslim)
Akhlak mulia adalah sebaik-baik hadiah untuk orang lain
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika para sahabatnya bertanya:
قَالُوا " يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا خَيْرُ مَا أُعْطِيَ الْعَبْدُ " قَالَ " خُلُقٌ حَسَنٌ "
Mereka bertanya, "Wahai utusan Allah, apa hal terbaik yang seharusnya diberikan kepada seorang hamba?" Beliau menjawab, "Akhlak yang baik."
(HR. Ibnu Majah)
Allahua’lam. Tulisan kedua dari faidah tentang Akhlaq Islam dari guru kami Dr. Syafiq Riza Basalamah hafizahullah.
Ditulis dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar