Mulai Puasa dalam Keadaan Masih Junub
PERTANYAAN:
Sahkah puasa seseorang yang sudah berniat puasa akan tetapi ketika sudah memasuki waktu Subuh masih dalam keaadan junub?
JAWAB:
قال الإمام النووي رحمه الله
الطهارة ليست شرطا في صحة الصيام ، وقد روت عائشة وأم سلمة رضي الله عنهما
أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يدركه الفجر وهو جنب من أهله
ثم يغتسل ويصوم
رواه البخاري (1926) ومسلم (1109) وعند مسلم من غير احتلام
وإذا كان هذا في الجماع فالاحتلام مثله وأولى ، لأن الجماع باختيار الإنسان ، والاحتلام لا اختيار فيه
وقد أجمع العلماء على صحة صوم الجنب بسبب الاحتلام
قال الماوردي: وأجمعت الأمة على أنه إن احتلم في الليل وأمكنه الاغتسال قبل الفجر
فلم يغتسل وأصبح جنبا بالاحتلام أو احتلم في النهار فصومه صحيح
انتهى
مجموع شرح المهذب 6/308
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
"Bersuci bukanlah termasuk syarat sahnya puasa, Aisyah dan Ummu Salamah radiyAllahu'ahuma meriwayatkan bahwasanya Nabi shallAllahu alaihi wa sallam pernah mendapati waktu Bubuh sudah masuk dalam keadaan junub, setelah beliau berkumpul dengan istrinya. Nabi lalu mandi dan berpuasa. Diriwayatkan oleh Al Bukhari 1926 dan Muslim 1109. Dalam redaksi muslim, ''Beliau junub bukanlah karena mimpi basah.'' Dan jika Nabi dalam keadaan junub karena berhubungan badan, maka orang yang junub karena mimpi basah atau yang semisalnya tentu lebih jelas kebolehannya. Karena jima' (berhubungan badan) berdasarkan hasil upaya manusia sedangkan dalam mimpi basah bukan dari hasil upaya manusia''
"Dan para ulama telah sepakat akan sahnya puasa orang yang junub karena mimpi basah, Al-Mawardi berkata:" Umat telah sepakat bahwa jika seseorang mimpi basah pada malam hari dan ia mampu untuk mandi junub sebelum Subuh, namun ia tidak mandi junub sehingga di pagi harinya ia adalah orang yang junub karena mimpi basah atau ia mimpi basah pada siang hari (ketika sedang puasa), maka puasanya tetaplah sah.''
Selesai.
Majmu' Syarhil Muhaddzab 6/308
Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar