Hukum Renang saat Puasa


PERTANYAAN:
Bagaimana  hukum renang ketika puasa?

JAWAB:  





السؤال: ما حكم السباحة للصائم؟





الإجابة





لا بأس للصائم أن يسبح، وله أن يسبح كما يريد، وينغمس في الماء، ولكن يحرص على أن لا يتسرب
الماء إلى جوفه بقدر ما يستطيع، وهذه السباحة تنشط الصائم وتعينه على الصوم، وما كان منشطاً على طاعة الله
فإنه لا يمنع منه، فإنه مما يخفف العبادة على العباد وييسرها عليه. وقد قال الله تبارك وتعالى
في معرض آيات الصوم: يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ
وَلِتُكَبِّرُواْ اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ - والنبي عليه الصلاة والسلام قال
إن هذا الدين يسر، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه
والله أعلم





 مجموع فتاوى و رسائل الشيخ محمد صالح العثيمين ج ١٩ 





"Tidaklah mengapa bagi orang yang berpuasa untuk berenang, ia boleh berenang sesuai yang ia inginkan, misalnya menyelam di dalam air,  akan tetapi ia harus berusaha agar air tidak masuk ke kerongkonganya sebisa mungkin yang ia mampu, dan berenang ini dapat membuat semangat orang yang berpuasa dan juga dapat membantunya dalam berpuasa, maka segala hal yang dapat membuat semangat dalam ketaatan kepada Allah maka tidaklah dilarang. Dan renang termasuk yang dapat meringankan ibadah seorang hamba serta memudahkan dalam beribadah kepadanya, Allah tabaraka wa ta'ala berfirman ketika menjelaskan ayat puasa: "Dan Allah kehendaki bagi kalian kemudahan dan Allah tidak kehendaki bagi kalian kesukaran, dan sempurnakanlah bilangan dan bertakbirlah kepada Allah atas apa yang telah Allah berikan petunjuk kalian dan mudah-mudahan kalian kalian termasuk orang-orang yang bersyukur.'' Dan Nabi alaihis shalatu was salam bersabda: "Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada orang yang memberat-beratkan agama kecuali ia akan dikalahkan.'' wAllahu a'lam.





Majmu' Fatawa War Rasail Syaikh Muhammad Shalih Utsaimin jilid 19





Dalam fatwa Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah dijelaskan,





فلا حرج على الصائم في السباحة لأنها في معنى الاغتسال وهو جائز عند الجمهور
وقد بوب البخاري في صحيحه: باب اغتسال الصائم، وذكر فيه جملة من الآثار عن السلف
تدل على جواز ذلك وعدم كراهته





Tidak masalah orang yang puasa melakukan renang, karena renang semakna dengan mandi. Dan itu hukumnya boleh menurut pendapat mayoritas ulama. Imam Bukhari memberikan judul bab dalam shahihnya: Bab tentang mandinya orang puasa. Kemudian beliau sebutkan di bawah bab itu sejumlah riwayat dari para sahabat yang menunjukkan bolehnya renang bagi orang puasa dan tidak makruh.





Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 126908









Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz