Bercumbu dengan Istri ketika Sedang Puasa


PERTANYAAN:
Apakah mencium istri di kedua bibirnya diperbolehkan? Dan bagamana hukum menelan air liurnya? Semoga Allah memberkahi Anda dan menjadikannya dalam timbangan kebaikan anda.





JAWAB:





إحدى الأخوات تسأل : هل تقبيل الزوجة في شفتيها جائز ؟ وما حكم بلع ريقها ؟





بارك الله لك وجعلها في ميزان حسناتك





:الجواب





لا أدري هل هي تسأل عن حُـكـم ذلك أثناء الصيام أو في جميع الأحوال؟
ولكن يجوز تقبيل الزوجة في شفتيها حتى في حال الصيام
أما إذا كان هذا التقبيل سوف يُحرّك شهوة الصائم فإنه مأمور باجتناب ما يُحرّك شهوته
وأما بلع ريقها، فالذي فهمت منه أن المقصود به أن يبلع الزوج ريق زوجته أو العكس
فهذا لا يجوز أثناء الصيام ، ويجوز في غير الصيام
ويجوز للشخص أن يبلع ريقه هو لا ريق غيره أثناء الصيام، وكرِه بعض العلماء
أن يجمع الصائم ريقه في فمه ثم يبلعه، وهذا مجرد كراهة فيما يتعلق بريق الصائم نفسه





المجيب الشيخ / عبد الرحمن بن عبد الله السحيم





عضو مكتب الدعوة والإرشاد بالرياض





Terjemah:





"Saya tidak tahu persis apakah yang ia maksudkan adalah hukum berciuman saat puasa ataukah di luar puasa? Namun, diperbolehkan mencium istri di kedua bibirnya meskipun dalam keadaan puasa. Tapi, jika berciuman sampai pada membangkitkan syahwat orang yang berpuasa, maka sesungguhnya ia sendiri diperintahkan untuk menjauhi segala hal yang dapat membangkitkan syahwatnya. Adapun menelan air liurnya, maka dari yang saya pahami, barangkali yang dimaksud adalah (suami) menelan liur sang istri atau yang sebaliknya, maka hal ini tidak diperbolehkan saat puasa, namun hukumnya boleh jika di selain waktu puasa. Dan diperbolehkan bagi seseorang untuk menelan liurnya sendiri dan bukan air liur orang lain (suami/istri) saat puasa, sebagian ulama menghukumi makruh orang yang berpuasa mengumpulkan liur di mulutnya lalu ia menelannya, ini dihukumi makruh karena hanya air liur orang yang puasa itu sendiri.''





Dijawab oleh Syaikh Abdurrahan bin Abdullah As-Suhaim





Anggota kantor bimbingan dan Dakwah Riyadh









Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz