Shalat tidak Menghadap Kiblat Karena tidak Tahu
PERTANYAAN:
Ketika seseorang selesai mengerjakan shalat, kemudian dia menyadari kalau dia telah salah dalam arah kiblatnya, apakah harus mengulang shalatnya?
JAWAB:
قال ابن قدامة رحمه الله
من صلى بالاجتهاد إلى جهة ثم علم أنه قد أخطأ القبلة , لم يكن عليه إعادة
وجملته أن المجتهد إذا صلى بالاجتهاد إلى جهة
ثم بان له أنه صلى إلى غير جهة الكعبة يقينا , لم يلزمه الإعادة
وكذلك المقلد الذي صلى بتقليده . وبهذا قال مالك , وأبو حنيفة . والشافعي في أحد قوليه
كتاب المغني 1/628
Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata:
''Barangsiapa yang shalat dengan ijtihad-nya (tidak mengetahui arah kiblat, kemudian berusaha sungguh-sungguh dengan tanda-tanda di sekitarnya untuk) menentukan arah kiblat, lalu ia mengetahui bahwa ia telah keliru dalam arah kiblat, maka ia tidak perlu mengulangi shalatnya. Ringkasnya, jika ada seorang yang telah ber-ijtihad yang kemudian ia shalat dengan ijtihad-nya untuk menghadap arah kiblat, kemudian ia baru mengetahui dengan yakin ternyata ia shalat ke arah selain kiblat, maka ia tidak wajib mengulangi shalatnya, demikian pula (tidak perlu mengulangi shalatnya) seorang muqallid (orang yang tidak tahu arah kiblat, kemudian dia hanya ikut-ikutan mengikuti arah shalatnya) yang mana dia shalat dengan hanya mengikuti seorang yang telah ber-ijtihad (dalam arah kiblat), inilah yang menjadi pendapat imam Malik, Abu Hanifah, dan Imam Syafi'i pada salah satu dari dua pendapatnya."
Kitab Al-Mughni (1/628)
Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar