Tidak Boleh Melakukan Dua Witir dalam Satu Malam


PERTANYAAN:
Ketika seseorang sudah witir di awal malam sebelum tidur, kemudian dia bangun untuk shalat malam, apakah masih disunnahkan menutup Qiyamul Lail dengan witir lagi?  





JAWAB:





  سئل  الشيخ ابن باز رحمه الله
إذا أوترت أول الليل ثم قمت في آخره فكيف أصلي ؟





 فأجاب





إذا أوترت من أول الليل ثم يسر الله لك القيام في آخره فصل ما يسر الله لك شفعاً
يعني ركعتين ركعتين - بدون وتر ، لقول النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لا وتران في ليلة





ولما ثبت عن عائشة رَضِيَ اللَّهُ عَنْها أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كان يصلي ركعتين بعد الوتر وهو جالس
والحكمة في ذلك -والله أعلم- أن يبين للناس جواز الصلاة بعد الوتر





مجموع فتاوى الشيخ ابن باز 11/311





Syaikh Ibnu Baz rahimahullah  pernah ditanya: "Jika aku sudah mengerjakan shalat witir di awal malam, lalu aku bangun diakhir malam maka bagaimanakah caranya aku shalat?"





Beliau menjawab:
''Apabila engkau telah mengerjakan witir di awal malam kemudian Allah mudahkan engkau untuk (bangun lagi di tengah malam) untuk Qiyamul Lail, maka  shalatlah sebagaimana yang telah Allah mudahkan untukmu yakni shalat dengan bilangan genap  -yaitu dua rakaat (salam), dua rakaat (salam)- tanpa witir , berdasarkan sabda Nabi shallAllahu alaihi wa sallam: "Tidak ada dua witir dalam satu malam.''





Dan telah shahih riwayat dari dari Aisyah radiyAllahu'anha bahwa  Nabi shallAllahu alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat dua rakaat setelah witir  dalam keadaan duduk, dan hikmah akan itu adalah -wAllahu a'lam- beliau ingin menjelaskan kepada manusia  akan bolehnya mengerjakan shalat setelah witir.''





 Majmu' Fatawa Syaikh Ibnu Baz (11/311)





Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz