Hukum Kentut di depan Istri


PERTANYAAN:
Bagaimana hukum seorang suami yang sering buang angin di hadapan istrinya?

JAWAB:






الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد





فتعمد إخراج الريح أمام الناس أمر مستقبح ومضر
ولا يليق بصاحب المروءة، ومن كان به عذر فليفعل ذلك بعيدا عن الناس
ومن كان مريضا فليبحث لنفسه عنالعلاج





فإن كان زوجك يفعل ما ذكرت فهو مسيء، فإن هذا الأمر لا يليق بالمسلم فعله عند الناس
ولو فرضنا أن به عذرا من مرض ونحوه فيمكنه أن يفعل ذلك بعيدا عن الناس
لئلا يتأذوا برائحته ولا سيما الزوجة. وينبغي له إن كان به مرض أن يبحث عن سبيل للعلاج
والذي نوصيك به هو الصبر على زوجك ومناصحته في هذا الأمر برفق ولين
ولمزيد الفائدة راجعي الفتوى رقم: 27611





والله أعلم





Terjemah:





Sengaja mengeluarkan kentut di depan orang adalah tindakan tidak terpuji dan membahayakan. Tidak patut dilakukan oleh orang-orang yang memiliki muru'ah, (keluhuran budi/ martabat). Untuk yang memiliki uzur (alasan), boleh saja kentut namun menjauhlah dari orang-orang. Yang sakit, carilah obat. Jika suami Anda melakukan seperti yang Anda sebutkan, maka dia telah berbuat zalim. Karena kentut sembarangan di hadapan orang tidak patut dilakukan oleh seorang muslim. Apabila seandainya dia berudzur sakit atau sebab lainnya, maka masih memungkinkannya menjauh dari orang-orang saat ingin kentut. Supaya mereka tidak terganggu oleh bau kentut. Terlebih lagi dihadapan istri. Seyogyanya kalau memang dia sakit, berusaha mencari obat. Nasehat kami kepada Anda, bersabarlah atas perilaku suami Anda ini. Berikan masukan kepadanya dengan cara yang lembut dan santun. Untuk tambahan penjelasan silakan lihat fatwa nomor: 27611
Wallahua’lam bis shawab.





https://fatwa.islamweb.net/ar/fatwa/108063/





Faidah dari guru kami Ustaz Ahmad Anshari hafizahullah





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz