Hukum Pengobatan Sengat Lebah


PERTANYAAN:
Bagaimana hukum pengobatan dengan sengatan lebah?

JAWAB:





:السؤال





كما تعلمون فإن رسول الله عليه الصلاة والسلام قد حرم قتل النحل ، لكن ثبت علميا أن للسع النحل فوائد كبيرة
في علاج العديد من الأمراض المزمنة والمستعصية ، وكما هو معلوم فإن النحلة تموت بعد اللسع ، فهل يجوز
في هذه الحالة قتل النحل لأجل العلاج ؟





:الإجابــة





'' فقد نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قتل النحل؛ كما في مسند الإمام أحمد وغيره
وقد سبق بيان ذلك في الفتوى رقم: 2568، ولذلك فلا يجوز قتل النحل وغيره من الحيوانات المنهي عن قتلها
إلا إذا كان ذلك لغرض مشروع مثل: دفع ضرر أو جلب مصلحة، فإذا تعين قتل النحل لعلاج بعض الأمراض
بحيث لم يوجد غيره مما يقوم مقامه فلا مانع منه شرعا إن شاء الله تعالى، فيجوز للإنسان أن يستخدم
جميع الحيوانات للأغراض والمقاصد المشروعة من الأكل والعلاج وغيرها





والله أعلم





 مركز فتاوى با إشراف الشيخ د. عبد الله الفقيه









Soal:
"Sebagaimana yang kalian ketahui bahwa Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam telah mengharamkan untuk membunuh lebah,  namun terdapat penelitian ilmiah bahwa sengatan lebah memiliki banyak manfaat dalam mengobati berbagai macam penyakit kekinian, dan sebagaimana telah diketahui juga, bahwa lebah akan mati setelah melakukan sengatan, dalam kondisi seperti ini bolehkah  membunuh lebah untuk pengobatan?





Jawaban:





"Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam telah melarang dari membunuh lebah, sebagaimana dalam Musnad Ahmad dan yang lainnya, dan hal ini juga telah dijelaskan dalam fatwa no. 2568,  oleh karena itu tidak boleh membunuh lebah serta binatang lainnya yang dilarang untuk dibunuh, kecuali jika disana terdapat tujuan yang disyariatkan. Misalnya untuk menghilangkan bahaya atau mendatangkan maslahat (kebaikan). Jika membunuh lebah jelas-jelas dapat mengobati berbagai macam penyakit dimana tidak ada obat pengganti yang mampu menggantikannya, maka dalam  hal ini tidak ada larangan  secara syariat insyAllah ta'ala. Sehingga boleh bagi seseorang memanfaatkan berbagai macam binatang untuk kepentingan dan tujuan yang disyariatkan baik untuk tujuan konsumsi, pengobatan, dan lain sebagainya.'' WAllahu a'lam.





Markaz Fatawa dibawah bimbingan Syaikh dari. Abdullah Al-Faqih





Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz