Landasan dalam Beriman kepada Nama dan Sifat Allah
Iman kepada Allah adalah Rukun Iman yang Paling Utama
Beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah merupakan bagian dari keimanan kepada Allah. Beriman kepada Allah merupakan rukun yang paling utama di antara enam rukun iman. Semua rukun iman tidak akan sah kecuali dengan beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi..."
(Al Baqarah: 177)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
" Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
(An Nisa: 136)
قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِالله،وَمَلائِكَتِه،وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآَخِر،وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
Malaikat Jibril bertanya, ‘Sampaikan kepadaku tentang apa itu iman!’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iman itu, engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir, serta beriman kepada takdir baik maupun buruk.’
(Al Hadis Al Masyhur)
Beberapa dalil di atas -dan masih banyak sekali yang semisal dengan dalil-dalil tersebut- didahulukan penyebutan iman kepada Allah daripada rukun-rukun iman yang lain merupakan tanda agungnya rukun iman kepada Allah ini.
Empat Rukun dalam Beriman kepada Allah
Iman kepada Allah itu memiliki empat rukun yang harus terpenuhi. Keimanan seseorang terhadap Allah tidak akan mungkin tercapai kecuali terpenuhi empat rukun tersebut.
- Beriman (percaya) bahwasanya Allah itu ada (wujud).
- Beriman (percaya) terhadap Rububiyah Allah (Allah sebagai Pencipta, Pengatur, dan Penguasa segala sesuatu secara mutlak).
- Beriman (percaya) kepada Uluhiyah Allah (Allah sebagai satunya-satunya Tuhan yang berhak disembah).
- Beriman (percaya) dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.
Barangsiapa yang beriman Bahwasanya Allah itu ada, Allah adalah Dzat yang mengatur alam semesta ini, dan Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi namun dia tidak mempercayai nama-nama dan sifat-sifat yang Allah miliki maka dia tidak dianggap beriman.

Tiga Landasan dalam Mengimani Nama dan Sifat Allah
Syeikh Amin Asy Syinqithi rahimahullah menyebutkan tiga kaidah dalam beriman kepada nama dan sifat Allah:
PERTAMA:
Mengimani semua nama dan sifat Allah yang dengannya Allah mensifati Dzat-Nya sendiri dan mengimani semua nama dan sifat Allah yang dengannya Rasulullah mensifati Allah, baik dalam hal menetapkan atau meniadakan sifat. Dalilnya adalah semua nama dan sifat Allah yang terdapat dalam Al Quran dan hadis-hadis Nabi yang shahih. Tidaklah ada satu halaman mushaf Al Qur'an kecuali disitu terdapat kabar tentang nama dan sifat Allah. Dalil-dalil ini kumpulkan dan dijelaskan secara ringkas oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Al Aqidah Al Wasithiyyah.
KEDUA:
Mensucikan Allah dari segala bentuk keserupaan sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. Dalilnya;
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat."
(Asy Syura: 11)
KETIGA:
Menahan keinginan diri untuk mengetahui bagaimana hakikat sifat Allah. Dalilnya;
لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ
" Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan"
(Al Maidah: 103)
Orang yang Mengingkari Nama dan Sifat Allah
Ketika seseorang mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Alquran dan hadis-hadis Rasulullah yang shahih, maka ada dua kemungkinan;
- Apabila dia menolak atau mengingkari sebagian nama-nama dan sifat-sifat Allah atau dengan menta'wil (mengubah) sifat-sifat Allah, maka dia tetap seorang yang beriman namun dia berdosa karena meninggalkan iman yang wajib sehingga berkurang kadar keimanan seseorang. Akan tetapi tidak membuatnya keluar dari keimanan tidak menjadikan dia menjadi seorang yang kafir.
- Apabila dia menolak dan mengingkari seluruh nama-nama dan sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Al-Quran dan hadis-hadis shahih, maka ia adalah orang yang kafir dan keluar dari Islam dan Iman.
Adapun bentuk-bentuk penyimpangan dan pengingkaran terhadap Nama dan Sifat Allah ada empat macam, TAHRIF (menyelewengkan maknanya), tanpa TA'THIL (menolak maknanya), tanpa TAKYIF (menjelaskan bagaimana sifatnya), dan tanpa TAMTSIL (menyamakan Allah dengan makhluk-Nya). Selengkapnya Penyimpangan Dalam Beriman kepada Nama dan Sifat Allah
Allahua’lam. Tulisan ketiga dari faidah tentang Tauhid Asma wa Shifat dari guru kami Dr. Abdullah Roy hafizahullah.
Ditulis dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar