Hukum Mengonsumsi "Balut", Kuliner Khas Filipina
PERTANYAAN:
"Ketika kami berkunjung ke Filipina, kami memperhatikan penduduk sekitar biasa mengkonsumsi hidangan yang biasa disebut dengan "Balut", yakni telur ayam yang diletakkan dalam inkubator (alat pengeram telur) sampai berkembang membentuk anak ayam kecil yang sempurna bentuknya, kemudian 3 hari sebelum telur tersebut menetas, mereka merebus telur tersebut sampai matang, lalu mereka memecahkan telur tersebut dan memakan anak ayam yang ada di dalamnya. Berilah kami fatwa tentang hukum mengkonsumsi makanan tersebut.
:السؤال
لاحظنا عند زيارتنا لـ "الفلبين" أن أهل تلك البلاد ينتشر بينهم تناول
وجبة غذائية يسمونها "بالوت" ، وهي عبارة عن
بيض دجاج يوضع في حاضنات البيض حتى تخلق على شكل فرخ صغير بكامل صورته
وقبل أن يفقس البيض بثلاثة أيام يطبخون البيض في الماء حتى ينضج
ثم يكسرون البيض ويأكلون الفرخ الذي بداخله
أفتونا في حكم أكل هذه الوجبة مأجورين
:الجواب
إن كان الواقع كما ذكر : فإن الفرخ يعتبر ميتة لا يجوز أكله
لأنه تخلَّق في البيضة ، وتحريم الميتة مما هو معلوم من الدين بالضرورة
انتهى
فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية و الإفتاء 22/305
Jawab:
"Jika realitanya sebagaimana disebutkan, maka maka anak ayam tersebut dianggap sebagai bangkai, tidak boleh memakannya, karena anak ayam tersebut telah terbentuk di dalam telur, dan keharaman memakan bangkai sudah diketahui secara gamblang dalam agama islam.''
Selesai.
Fatawa Lajnah Daimah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta (22/305)
Dinukil oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar