Bolehkah Bergabung dengan Ormas Tertentu?


PERTANYAAN:
Banyak pemuda Islam yang bertanya-tanya tentang  hukum bergabung ikut ke suatu kelompok/ ormas Islam dan berpegang pada mengikuti manhaj/ AD-ART ormas tersebut dan meninggalkan manhaj ormas lain?






JAWAB:





:السؤال
يتساءل كثير من شباب الإسلام عن حكم الانتماء للجماعات الإسلامية
والالتزام بمنهج جماعة معينة دون سواها؟





:الجواب





الواجب على كل إنسان أن يلتزم بالحق
قال الله عز وجل وقال رسوله صلى الله عليه وسلم، وألا يلتزم بمنهج أي جماعة
لا إخوان مسلمين، ولا أنصار سنة، ولا غيرهم، ولكن يلتزم بالحق
وإذا انتسب إلى أنصار السنة وساعدهم في الحق
أو إلى الإخوان المسلمين ووافقهم على الحق من دون غلو ولا تفريط فلا بأس
أما أن يلزم قولهم ولا يحيد عنه فهذا لا يجوز، وعليه أن يدور مع الحق حيث دار
إن كان الحق مع الإخوان المسلمين أخذ به، وإن كان مع أنصار السنة أخذ به
وإن كان مع غيرهم أخذ به، يدور مع الحق، يعين الجماعات الأخرى في الحق
ولكن لا يلتزم بمذهب معين لا يحيد عنه ولو كان باطلاً
ولو كان غلطاً، فهذا منكر، وهذا لا يجوز
ولكن مع الجماعة في كل حق، وليس معهم فيما أخطأوا فيه





  فتاوى الشيخ ابن باز رحمه الله 









Jawab: "Wajib atas setiap orang untuk menetapi kebenaran, yakni firman Allah azza wa jalla dan sabda Nabi-Nya shallAllahu alaihi wa sallam. Dan tidak berpegang pada manhaj (metode beragama/ pemikiran) kelompok tertentu (yang menyelisihi kebenaran, red), baik kelompok Ikhwanul Muslimin maupun Anshorus Sunnah atau kelompok lainnya, namun berpeganglah pada kebenaran. Apabila seseorang bergabung bersama kelompok Anshorus Sunnah dan bekerja sama dengan mereka dalam hal yang sesuai dengan kebenaran atau bergabung bersama kelompok Ikhwanul Muslimin  yang mencocoki kebenaran, serta dengan tidak ghuluw (fanatik buta terhadap ormas tersebut, red) dan juga tidak melalaikan (dari kewajiban-kewajibannya, red), maka tidaklah mengapa (bergabung mengikuti ormas). Adapun jika pemikiran ormas tersebut mengharuskan anggotanya mengikuti pendapat ormas mereka sehingga tidak boleh mengambil pendapat selainnya, maka bergabung dengan ormas mereka tidaklah boleh. Dan hendaknya ia berjalan bersama kebenaran di manapun kebenaran itu berada, jika kebenaran bersama Ikhwanul Muslimin maka ikutilah kebenaran itu, atau jika yang benar adalah Anshorus Sunnah maka diambilah kebenaran itu, dan jika kebenaran berada pada kelompok lainnya maka ambillah kebenaran tersebut. Senantiasa ikuti kebenaran, bantulah kelompok lain jika itu dalam kebenaran, tetapi dengan tidak menetapi satu madzhab tertentu (tanpa melihat kebenaran madzhab lain, red) dan tidak pula terlalu condong/ fanatik terhadapnya. Dan tetap membantu suatu ormas dalam kesesatan dan kekeliruan maka ini adalah suatu kemungkaran, tidaklah boleh, namun seharusnya mengikuti kelompok pada setiap kebenaran dan meninggalkan mereka jika mereka telah keliru dalam suatu hal."





 Fatawa Syaikh Ibnu baz rahimahullah 





Dinukil oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz