Ceramah Pendek: Tafsir Surat Ali Imran 102-105


Bismillahirrahmanirrahim,





Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia,





Pemimpin kita, Nabi Muhammad dan juga seluruh keluarga dan para sahabat beliau





Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk,





 (Allah berfirman, yang artinya) "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; ...





...  dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan kalian dalam keadaan beragama Islam. ...,





.... Dan berpeganglah kalian semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian berpecah belah, ....





... dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu saling bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati-hati kalian ...





... maka Allah mempersatukan hati-hati kalian, sehingga karena nikmat Allah tersebut kalian menjadi orang-orang yang bersaudara; ...





... dan dahulu kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dari padanya. ...





... Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian ayat-ayat-Nya, agar kalian mendapat petunjuk.





"Dan hendaklah sebagian di antara kalian ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; ...





... menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. ...





.... Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih  ....





....  seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih padahal sudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. , ...





... Maka mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (QS Ali Imran: 102 -105)





Al Hafiz Ibnu Katsir -semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya- berkata,





Ibnu Abi Hatim berkata, "Ahmad bin Sinan telah mengabarkan kepada kami, Abdurrahman telah  mengabarkan kepada kami, dari Sufyan dan Syu'bah ...





... dari Zubaid bin Al Yami, dari Murrah, dari Abdullah yaitu Ibnu Mas'ud, beliau berkata, 'Firman Allah (yang artinya): 'Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya', ...





... maknanya adalah taatlah dan jangan durhaka, ingatlah (kepada Allah) dan jangan lupa, dan bersyukurlah dan jangan ingkar (terhadap nikmat-Nya). ...'"





Al Hafiz Ibnu Katsir -semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadanya- berkata, "Sanad riwayat ini shahih mauquf."





Adapun firman Allah (yang artinya) "Dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan kalian dalam keadaan beragama Islam."





maksudnya adalah hendaknya kalian menjaga agama Islam kalian di masa sehat dan aman kalian, supaya kalian bisa meninggal di atas agama Islam,





karena yang Maha Pemurah -subhanahu wa ta'ala- dengan kemurahan-Nya akan memberlakukan suatu akibat bagi seseorang sesuai kebiasaannya





yaitu  barang siapa yang telah terbiasa dengan suatu hal, maka dia akan mati di atas kebiasaan tersebut,





dan barang siapa mati di atas suatu perkara, maka dia akan dibangkitkan di atas perkara tersebut





dan kita berlindung dari tertimpa hal yang sebaliknya (mati di atas keburukan).





Imam Ahmad -semoga Allah merahmati beliau- berkata, "Waki telah  mengabarkan kepada kami, Al A’masy telah mengabarkan kepada kami, dari Zaid bin Wahab, ...





... dari Abdurrahman bin Abdurrabbi Ka'bah, dari Abdullah bin Amru beliau berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ...





'Barang siapa ingin diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah ketika kematian datang kepadanya





dia dalam keadaan beriman kepada Allah dan Hari Kiamat dan hendaklah dia memberikan kepada orang lain sesuatu





yang dia juga suka apabila diberikan sesuatu tersebut.'"





Imam Ahmad juga berkata, "Abu Mu’awiyah telah  mengabarkan kepada kami, Al A’masy telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Sufyan dari Jabir, beliau berkata,





'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda  pada tiga hari sebelum beliau wafat,





'Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal kecuali dia dalam keadaan berprasangka baik terhadap Allah 'azza wa jalla.'"





Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalur Al A'masy dengan lafaz tersebut.





Adapun firman Allah ta'ala (yang artinya) "Dan berpeganglah kalian semua pada tali Allah,"





Telah datang tentang ayat tersebut dari Ali -semoga Allah ridha kepadanya- bahwa





Sesungguhnya Al Quran itu adalah tali Allah yang kuat dan jalan-Nya yang lurus





Adapun firman Allah ta'ala (yang artinya) "Dan janganlah kalian berpecah belah,"





Allah memerintahkan mereka untuk bersatu dan melarang mereka dari berpecah belah,





dan telah datang banyak sekali hadist tentang larangan berpecah belah dan perintah untuk bersatu dan berjamaah,





seperti dalam Shahih Muslim hadist dari Suhail bin Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya-,





Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,





 "Sesungguhnya Allah meridhai kalian jika melakukan tiga perkara dan Allah murka kepada  kalian jika melakukan tiga perkara, ...





... Dia meridhai kalian jika kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, ...





... dan kalian semua berpegang dengan tali Allah dan tidak bercerai berai, ...





... dan kalian memberikan nasihat kepada orang yang Allah berikan kepadanya urusan kalian (pemimpin kalian). ...





... Dan Allah murka kepada kalian dalam tiga perkara yaitu kabar yang hanya katanya dan katanya, ...





 dan banyak bertanya (yang tidak manfaat), dan juga menyia-nyiakan harta."





Dan firman-Nya subhanahu (yang artinya) "Dan hendaklah sebagian di antara kalian ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,"





Abu Ja'far Al Baqir mengatakan, "Kebajikan maksudnya mengikuti Al Quran dan juga sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam"





Dan maksud dari ayat ini adalah bahwasanya sekelompok dari umat Islam hendaknya bersedia menunaikan perkara ini,





Meskipun perkara tersebut merupakan kewajiban bagi setiap orang sesuai dengan kemampuanya, sebagaimana ditetapkan dalam Shahih Muslim





dari Abu Hurairah, beliau mengatakan, " Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran ...





... maka hendaknya dia mengubahnya dengan tangannya. Dan apabila dia tidak mampu, maka dengan lisannya. ...





Dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.'"





Dan dalam riwayat lain, "Dan setelah itu tidak ada lagi iman meskipun sebesar biji sawi."





Imam Ahmad berkata: "Telah mengatakan kepada kami Sulaiman Al Hasyimi, mengabarkan kepada kami Ismail bin Ja'far,





Amru bin Abi Amru mengabarkan kepada saya, dari Abdullah bin Abdurrahman Al Asyhali, dari Hudzaifah bin Yaman -semoga Allah meridhainya-





bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,





'Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian harus mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah dari kemungkaran, ....





... atau Allah benar-benar akan timpakan kepada kalian hukuman dari sisi-Nya, ...





... kemudian kalian akan berdoa kepada-Nya dan Allah tidak akan mengabulkan doa kalian.'"





Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah dari hadist Amru bin Abi Amru dengan lafaz ini, dan Tirmidzi berkata, "Hadist ini hasan."





Dan hadist-hadist dalam perkara ini dan ayat-ayatnya banyak sebagaimana akan dibahas tafsirnya pada tempatnya masing-masing





Kemudian Allah berfirman ta'ala (yang artinya): "Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih, ...





... padahal sudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Maka mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat."





Allah tabaraka wa ta'ala melarang umat untuk menjadi seperti umat-umat terdahulu yaitu mereka telah berpecah belah dan berselisih 





dan tidak mengajak pada yang ma'ruf dan tidak mencegah perbuatan mungkar padahal sudah ditegakkan penjelasan kepada mereka





Ya Allah berikanlah kami manfaat atas  apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami,





Dan ajarkanlah kepada kami apa-apa yang bermanfaat untuk kami dan tambahlah ilmu kami,





Ya Allah fahamkanlah kami dalam perkara agama dan jadikanlah kami semua termasuk orang-orang yang Engkau kehendaki kepada kebaikan,





wahai Dzat yang Maha Pemurah, Ya Allah kami mohon agar Engkau jadikan Al Qur'an yang mulia menjadi





obat bagi hati kami, dan cahaya bagi mata kami, penghilang duka kami, dan pelipur dalam kegundahan kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah





Ya Allah yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu kami memohon pertolongan





perbaikilah segala urusan kami dan jangan Engkau serahkan kami kepada diri kami sendiri meskipun hanya sekejap mata





Ya Allah berikanlah kami keberkahan  melalui Al Qur'an yang agung dan dan berikanlah kami manfaat dari Al Qur'an yang agung,





Dan jadikanlah ia cahaya, petunjuk, imam, dan rahmat bagi kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah





Alhamdulillah, dan shalawat berserta salam terhaturkan untuk junjungan kami Rasulullah Muhammad bin Abdillah





dan juga untuk anggota keluarga dan seluruh sahabat beliau














Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.





Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka.







Sumber;
Berpeganglah Kamu Semuanya dengan Agama Allah - Syaikh Dr. Ibrahim bin Muhammad bin Nur Seif
Youtube Channel: Yufid.tv





Read in English
اقرأ في اللغة العربية







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz