Berapa Kali Mayit yang Meninggal dalam Keadaan Junub Dimandikan?
PERTANYAAN:
Jika ada seseorang meninggal dalam keadaan junub, apakah dia harus dimandikan dua kali? Dengan prosesi mandi yang pertama untuk menghilangkan hadas besarnya.
JAWAB:
Pendapat Madzhab Syafii
قال الامام النووي رحمه الله
مذهبنا أن الجنب والحائض إذا ماتا غسلا غسلا واحدا
وبه قال العلماء كافة إلا الحسن البصري
فقال : يغسلان غسلين
قال ابن المنذر : لم يقل به غيره
انتهى
مجموع شرح المهذب 5/123
السؤال : ما حكم رجل جامع زوجته بالليل وتوفي وهو جنب ؟
الجواب
'من مات وهو جنب فإنه يغسل تغسيل الميت كغيره من الأموات، مع نية غسل الجنابة
.وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء السؤال الثاني من الفتوى رقم 20984
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : " (Pendapat) madzhab kami, bahwasanya orang yang junub dan wanita haid jika keduanya meninggal maka keduanya cukup dimandikan dengan sekali mandi, dan inilah pendapat mayoritas para ulama kecuali Al- Hasan Al-Basri, ia berkata: "Keduanya dimandikan sebanyak dua kali mandi.'' Ibnu Mundzir berkata: "Pendapat semacam ini tidak pernah dikatakan oleh selain dia.''
Selesai, Majmu' Syarhil Muhaddzab 5/123
Fatwa dari Lajnah Daimah
Soal: "Bagaimana hukum seorang yang setelah menggauli istrinya pada malam hari, kemudian dia meninggal dalam keadaan junub? "
Jawab:" Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan junub maka ia dimandikan sebagaimana memandikan jenazah lainya, disertai dengan niat menghilangkan janabah.'
Wa billahi taufiq wa shallAllahu ala Nabiyyina Muhammadin Wa aalihi wa shohbihi wa sallam
Komite Tetap untuk Riset Ilmiyyah dan Fatwa (KSA), Soal kedua dari Fatwa no 20984
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar