Shalat Tasbih dalam Mazhab Syafi'i
PERTANYAAN:
Bagaimana hukum shalat tasbih yang sering diamalkan sebagian umat Islam yang mengaku mereka bermazhab Asy Syafii?
JAWAB:
Kita simak pendapat salah satu pembesar mazhab Syafii, Imam Nawawi rahimahullah,
: قال الإمام النووي رحمه الله
قال القاضي حسين وصاحبا التهذيب والتتمة والروياني في أواخر كتاب الجنائز من كتابه البحر
يستحب صلاة التسبيح للحديث الوارد فيها
وفي هذا الاستحباب نظر ; لأن حديثها ضعيف ، وفيها تغيير لنظم الصلاة المعروف
فينبغي ألا يفعل بغير حديث وليس حديثها بثابت ، وهو ما رواه ابن عباس رضي الله عنهما قال
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم للعباس رضي الله عنه
يا عباس يا عماه ألا أعطيك ، ألا أمنحك ، ألا أحبوك ألا أفعل بك عشر خصال - الحديث
المجموع شرح المهذب 3 /547-548
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
"Al-Qodhi Al-Husain dan sahabatnya, yakni penulis kitab At-Tahdzib dan At-Tatimmah serta Ar-Rouyani di akhir Kitab Janaiz dari kitabnya yakni Al-Bahr, mengatakan: "Dianjurkan mengerjakan shalat tasbih berdasarkan hadist yang datang tentangnya....." Anjuran mengerjakan shalat tasbih di atas perlu ditinjau kembali, karena hadistnya dhaif/ lemah, dan juga tata caranya merubah aturan shalat yang telah ada, maka seyogyanya untuk tidak mengerjakan jika tanpa ada hadisnya (dalil yang shahih). Dan hadis tentang shalat tasbih bukanlah hadist shahih, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radiyAllahuanhuma, ia berkata: "Rasulullah shAllahu alaihi wa sallam berkata kepada Abbas radiayAllahuanhu: " Wahai Abbas, wahai pamanku, sukakah paman aku beri, aku karuniai, aku beri hadiah istimewa, aku ajari sepuluh perkara, .... hingga akhir hadis.*"
Al-Majmu' Syarhil Muhaddzab (3/547-548)
*Berikut redaksi lengkap hadisnya:
يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعْطِيكَ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحْبُوكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ
إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ
وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّىَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ
تَقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِى أَوَّلِ رَكْعَةٍ
وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً
ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا
ثُمَّ تَهْوِى سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا
ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ
تَفْعَلُ ذَلِكَ فِى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِى كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى عُمُرِكَ مَرَّةً
Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada 'Abbas bin Abdul Mutthalib, "Wahai Abbas, wahai pamanku, sukakah paman, aku beri, aku karuniai, aku beri hadiah istimewa, aku ajari sepuluh macam kebaikan yang dapat menghapus sepuluh macam dosa? Jika paman mengerjakan hal itu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa paman, baik yang awal dan yang akhir, baik yang telah lalu atau yang akan datang, yang di sengaja ataupun tidak, yang kecil maupun yang besar, yang samar-samar maupun yang terang-terangan. Sepuluh macam kebaikan itu ialah; "Paman mengerjakan shalat empat raka'at, dan setiap raka'at membaca Al Fatihah dan surat, apabila selesai membaca itu, dalam raka'at pertama dan masih berdiri, bacalah; "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar" sebanyak lima belas kali, lalu ruku', dan dalam ruku' membaca bacaan seperti itu sebanyak sepuluh kali, kemudian mengangkat kepala dari ruku' (i'tidal) juga membaca seperti itu sebanyak sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, setelah itu mengangkat kepala dari sujud (duduk di antara dua sujud) juga membaca sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, kemudian mengangkat kepala dan membaca sepuluh kali, jumlahnya ada tujuh puluh lima kali dalam setiap rakaat, paman dapat melakukannya dalam empat rakaat. Jika paman sanggup mengerjakannya sekali dalam sehari, kerjakanlah. Jika tidak mampu, kerjakanlah setiap Jumat, jika tidak mampu, kerjakanlah setiap bulan, jika tidak mampu, kerjakanlah setiap tahun sekali. Dan jika masih tidak mampu, kerjakanlah sekali dalam seumur hidup."
Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar