Berjuang Membela Negara, Apakah Termasuk Jihad?
PERTANYAAN:
Orang yang berjuang dan perperang untuk membela negaranya, apakahtermasuk Jihad di jalan Allah?
JAWAB:
Syeikh Utsaimin -Semoga Allah merahmati beliau- pernah ditanya tentang hukum membela negara, maka beliau menjawab dengan berkata,
لدفاع عن الوطن ينقسم إلى قسمين
:القسم الأول
دفاع عن الوطن من حيث إنه وطن، فهذا ليس في سبيل الله عز وجل
ويستوي فيه الكافر والمؤمن، حتى الكافر يدافع عن وطنه.
:القسم الثاني
أن يدافع عن وطنه؛ لأنه وطن إسلامي فحينئذٍ يكون دفاعه جهاداً في سبيل الله عز وجل
لأنه يقاتل دفاعاً عن الإسلام، وخوفاً من أن يستولي على البلاد أهل الكفر
فيُغَيّر منهج البلاد الإسلامية
فمن قاتل من أجل إبقاء الإسلام الذي هو دين وطنه
صار مجاهداً في سبيل الله عز وجل
ودليل ذلك: أن النبي صلى الله عليه وسلم
سئل عن الرجل يقاتل حميّة، ويقاتل شجاعة، فقال عليه الصلاة والسلام
منْ قاتلَ لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
البخاري؛ كتاب العلم 120
اهـ
ـــــــــــــــــــــــــــــ
مجموع فتاوى ورسائل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله؛ كتاب الجهاد
Membela negara terbagi menjadi dua jenis,
Jenis Pertama;
Membela negara hanya dari sisi kenegaraannya saja (semata-mata negara itu adalah negaranya, red), maka bela negara semacam ini bukanlah jihad di jalan Allah 'azza wa jalla, karena status antara orang beriman dan orang kafir sama, bahkan orang kafirpun juga membela negaranya.
Jenis Kedua;
Membela negara karena negara tersebut merupakan negara Islam, dalam kondisi ini, pembelaanya terhadap negara bernilai jihad di jalan Allah 'azza wa jalla, karena dia berperang dengan tujuan membela Islam dan karena takut apabila orang-orang kafir menguasai negaranya sehingga merubah sistem pemerintahan negara Islam. Jadi, barangsiapa berperang karena berharap agar Islam tetap eksis karena Islam adalah agama negaranya maka dia adalah seorang mujahid di jalan Allah 'azza wa jalla.
Dalilnya adalah bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seorang lelaki yang berperang dengan semangat dan gagah berani dan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, 'Barangsiapa berperang agar kalimat Allah berjaya maka dia (mujahid) fi sabilillah.' Hadis Al Bukhari, dalam Kitab Ilmu: 120.
Selesai.
Majmu' Fatawa wa Rasail Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah; Kitab Jihad
Dinukil dan diterjemahkan oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar