Ceramah Pendek: Amalan Penghapus Dosa






Segala puji hanya bagi Allah, aku memuji-Nya sebagaimana orang yang bersyukur memuji,





dan aku meminta kepada-Nya pertolongan sebagaimana orang yang sabar ditolong





dan akhir yang baik adalah bagi orang yang bertakwa,





Semoga shalawat, salam, dan keberkahan dari Allah senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad,





kepada keluarga beliau, dan semua sahabat beliau, amma ba'du.





Setiap Anak Adam Pernah Berbuat Salah





Siapa yang hanya memiliki keburukan saja? dan siapa yang hanya memiliki kebaikan saja?





Siapa di antara kita yang tidak berbuat salah, dan siapa di antara kita yang tidak pernah berlaku dzalim?





Bahkan pada generasi yang paling baik, paling mulia, paling luhur, dan paling agung,





yang dikenal dalam sejarah dengan generasi shahabat





Di antara mereka ada yang berbuat salah dan berdosa. Di antara mereka ada yang pernah mencuri,





di antara mereka ada yang pernah berlaku curang dalam jual beli,





di antara mereka ada yang berzina, dan lain sebagainya. Namun, perkara yang ingin aku wasiatkan





untuk diriku sendiri dan saudara-saudaraku semua, dan menjadi maksud dari pembahasan ini





adalah penghapus dari dosa-dosa tersebut. Setiap dari kita berbuat dosa, setiap dari kita berbuat salah,





akan tetapi jangan putus harapan akan rahmat Allah dan jangan berputus asa,





karena ada perkara-perkara yang bisa  menghapuskan dosa.









Merealisasikan Tauhid





Hal terbesar yang dapat menghapus dosa-dosa kita





adalah merealisasikan tauhid kita kepada Allah 'azza wa jalla.





"Wahai kaumku, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, ...





... niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih." (QS Al Ahqaf: 31)





merealisasikan, atau menerima seruan orang yang menyeru kepada Allah merupakan bentuk realisasi tauhid.





Jika Anda telah merealisasikan tauhid Anda, apabila hati Anda sudah terisi dengan tauhid





yang bersih, suci, dan tulus, yang tidak terkotori dengan kotoran dan tidak ternodai kesuciannya oleh noda.





Jangan mempersembahkan ibadah kepada selain Allah, jangan mendatangi tukang sihir, dukun,





para pengaku Nabi, tukang ramal, ataupun meramal dengan finjan , dan lain sebagainya.





Dan janganlah Anda bersandar dan bertawakal kecuali kepada Alah 'azza wa jalla,





semua amal perbuatan hanya untuk Allah 'azza wa jalla. Dengarkan dalam hadits qudsi





Allah 'azza wa jalla berfirman, (yang artinya), "Wahai anak keturunan Adam, ...





... jika seandainya engkau datang menemui-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, ...





... kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun,





... niscaya akan Aku temui engkau dengan dengan ampunan sepenuh bumi pula." (HR Tirmidzi)





Tauhid adalah perkara paling agung yang bisa menghapuskan dosa, maka genggamlah tauhid





dengan sekuat tenaga, dan berlindunglah di bawah naungan dan penjagaannya.





Tauhid juga merupakan solusi yang diberikan para Nabi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan yang ada pada kaum mereka.





Jadi, barangsiapa terjatuh dalam dosa dan maksiat maka akan mengurangi kesempurnaan tauhidnya,





dan tidak akan datang Hari Kiamat kecuali ketika dunia sudah tidak terdapat tauhid sama sekali.





maka memohonlah kepada Allah dengan perkara (tauhid) ini.





Istighfar





Adapun penghapus dari dosa yang kedua





adalah taubat dan istighfar. Allah 'azza wa jalla mengabarkan tentang diri-Nya sendiri dengan berfirman,





(yang artinya) "Dan sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang mau bertaubat, ...





Belum selesai, taubat saja belum cukup. "... bagi orang yang mau bertaubat, beriman, beramal saleh, ...





... kemudian mengikuti petunjuk." (QS Thaha: 82)





Ketika seseorang bertaubat dengan taubat yang benar dan jujur, maka ada kabar gembira baginya





bahwa sesungguhnya keburukannya akan digantikan dengan kebaikan.





"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; ...





... mereka itulah orang-orang yang Allah ganti keburukannya dengan kebaikan, ..." (QS Al Furqan: 70)





Semua keburukan, diganti dengan kebaikan, jika Anda jujur dalam taubat Anda.





Maka bertaubatlah kepada Allah 'azza wa jalla dari segala dosa, baik yang kecil ataupun yang besar.





Demikianlah ketakwaan, Anda berbuat seperti ketika Anda sedang berjalan melewati duri-duri tajam,





Anda berhati-hati dengan apa yang Anda lihat di hadapan Anda. Jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil,





jangan berkata, "Ini hanya dosa kecil, tidak apa-apa." Jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil,





karena sesungguhnya gunung itu bermula dari batu-batu kecil.





Kemudian istighfar, "Barangsiapa membiasakan istighfar, maka baginya kelapangan dalam semua kegundahannya, ...





"Barangsiapa membiasakan istighfar, maka baginya kelapangan dalam semua kegundahannya, ...





... jalan keluar dari kesulitannya, dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Ahmad)





"Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan atau menganiaya dirinya sendiri, ..." kemudian apa?





Dia berputus asa, putus harapan, menangis? Bukan! "... kemudian ia mohon ampun kepada Allah, ..."





"... niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An Nisa': 110) Allahuakbar!





Dan di dalam hadist qudsi Tuhan Allah 'azza wa jalla berfirman, (yang artinya),





"Wahai anak keturunan Adam, andaikata dosamu itu mencapai setinggi langit, ...





... kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku akan ampuni dosamu...





... dan Aku peduli (betapa banyak dosamu)." (HR Tirmidzi) Allahuakbar!





Maka mohonlah ampun! Dan bertaubatlah kepada Allah 'azza wa jalla.





Wahai orang-orang terpilih, ketahuilah bahwa sebaik-baik waktu untuk beristighfar adalah di waktu sahur.





Ketika putra-putra Ya'kub datang menemui ayah mereka, mereka berkata,





"Wahai ayah kami, ampunilah dosa-dosa kami, sungguh kami telah berbuat salah."





Apa yang ayah mereka katakan? "Dia berkata, 'Nanti akan aku mohonkan ampun kepada Allah untuk kalian.'" (QS Yusuf: 98)





Ibnu 'Abbas berkata, "Ya’qub menunda istighfar hingga waktu sahur, yang ketika itu Allah turun (ke langit dunia)."





Dan ketika Allah turun di sepertiga malam yang terakhir, Allah 'azza wa jalla berfirman,





"Adakah orang yang memohon ampun? Niscaya akan Aku ampuninya. ...





... Adakah orang yang bertaubat? Niscaya aku terima taubatnya, ...





... dan adakah yang meminta? Niscaya Aku akan kabulkan permintaannya." (HR Ahmad)





Maka memohonlah kepada Allah. Dan di antara sebab dihapuskannya dosa adalah berdoa,





 "... dan adakah yang meminta? Niscaya Aku akan kabulkan permintaannya."





Diantara doa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau berdoa, "Ya Allah ampunilah dosaku, dosa-dosaku seluruhnya, ...





... yang besar dan yang kecil, yang telah berlalu dan yang akan datang, ...





...  dan dosa di kala sendiri ataupun ditengah keramaian." (HR Muslim)





Maka memintalah kepada Allah dengan doa, berdoalah kepada Allah niscaya Dia akan mengampuni dosa Anda,





"Ya Allah, ampunilah dosaku, Ya Allah ampunilah kesalahanku." Dan Allah juga berfirman dalam hadist qudsi,





Allah 'azza wa jalla berfirman, (yang artinya) "Wahai anak keturunan Adam, ...





... sesungguhnya apabila engkau berdoa kepada-Ku, dan menaruh harap kepada-Ku, ..."





Doa yang disertai harapan. Jangan berdoa namun berputus asa atau tidak disertai harap,





Berbaik sangkalah kepada Allah 'azza wa jalla. "Sesungguhnya apabila engkau berdoa kepada-Ku, dan menaruh harap kepada-Ku, ..."





"... niscaya akan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan aku tidak perduli (betapa banyaknya)." (HR Tirmidzi)





Allahuakbar! "Maka mengapa ketika datang siksaan dari Kami, mereka tidak mau tunduk (memohon ampun), ..."





Akan tetapi mereka tidak mau tunduk, "... bahkan hati mereka telah menjadi keras, ...





... dan syaitan menghiasi dengan keindahan atas keburukan yang mereka kerjakan." (Al An'am: 43)





Ibnu 'Abbas sang pelita umat menjelaskan, "Syaitan menjadikan indah keburukan perbuatan mereka ...





... dengan  dosa-dosa, kemaksiatan, perbuatan syirik, dan bid'ah-bid'ah."





La haula wala quwwata illa billah! Demikianlah syaitan menjadikan perbuatan mereka nampak bagus,





Syaitan menghiasai keburukan amal perbuatan mereka. Dia merasa benar, padahal dia berbuat bid'ah,





dia merasa benar, padahal dia sesat, menyimpang, di atas kesyirikan dan kekufuran. La haula wala quwwata illa billah!





Memohonlah kepada Allah dengan berdoa, niscaya Allah 'azza wa jalla berikan ampunan kepada Anda.





Sabar dalam Menghadapi Cobaan dan Musibah





Dan di antara sebab yang lainnya, yaitu sebab yang dengannya bisa menghapuskan dosa-dosa





adalah musibah-musibah yang menimpa seseorang. Kehilangan ayah, ibu, atau orang yang dia cintai,





atau meninggalnya seseorang, maka hendaknya dia bersabar. Bersabar dan menahan diri!





Apabila Allah menguji Anda dengan suatu musibah, maka sesungguhnya Allah 'azza wa jalla berfirman, (yang artinya)





"Tidaklah ada pahala yang sesuai di sisi-Ku, bagi seorang hamba-Ku yang beriman, ...





... ketika Aku memberinya cobaan dengan meninggalnya seseorang yang dia cintai, kemudian dia bersabar, ...





... (tidak ada balasan) kecuali surga." (HR Bukhari) Dan Allah 'azza wa jalla juga berfirman,





(yang artinya) "Ketika nyawa seorang hamba dicabut, maka Allah akan bertanya kepada malaikat-Nya, ...





... 'Apakah kau mengambil nyawa hamba-Ku?'..." Ketika anakmu meninggal. Maka Allah bertanya kepada malaikat-Nya,





"Apakah kau mencabut nyawanya?" (Malaikat menjawab,) "Ya." (Dia bertanya,) "Kau ambil buah hatinya?"





(Malaikat menjawab,) "Benar, wahai Tuhan kami." (Dia bertanya,) "Apa yang diucapkan hamba-Ku?"





Allah bertanya padahal Allah mengetahuinya. Malaikat menjawab, "Dia memuji-Mu kemudian ber-istirja'"





Dia berkata, "Alhamdulillah, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."





Maka Allah berfirman, "Bangunkanlah bagi hamba-Ku tersebut sebuah rumah di surga." (HR Ahmad)





Dan rumah tersebut diberi nama "Baitul Hamdi". Betapa pahala yang teramat besar.





Anda kehilangan harta Anda, kehilangan bagian dari tubuh Anda, kehilangan pandangan Anda,





kemudian Anda tidak bisa melihat, maka Allah akan menjanjikan bagi Anda surga.





Dan ujian  itu datang menimpa orang yang beriman, dan ia terus-menerus  datang, musibah itu terus datang





Ketika musibah datang kemudian Anda bersabar, maka ia lewat dalam keadaan Anda mendapatkan pahala,





adapun ketika musibah datang sedangkan Anda tidak bersabar,





maka musibah pun akan terjadi namun akan menyisakan kesedihan





"Senantiasa musibah akan terus datang menimpa orang yang beriman...





...  sampai dia berjalan di atas muka bumi tanpa memikul dosa-dosa." (HR Tirmidzi)





Dan seseorang itu diuji sesuai dengan kadar kualitas agamanya.





Apabila kuat agama seseorang, maka akan bertambah kuat pula cobaan yang menimpa,





adapun apabila agamanya lemah, maka akan ringan pula cobaan baginya.





"Senantiasa musibah akan datang menimpa orang yang beriman sampai ...





... dia berjalan di atas muka bumi tanpa memikul dosa-dosa." (HR Tirmidzi)





"Sungguh menakjubkan perkara seorang yang beriman, sesungguhnya segala sesuatu terdapat kebaikan baginya. ..."





... ketika kesenangan menghampirinya kemudian dia bersyukur, maka hal tersebut baik baginya, ...





... dan apabila kecelakaan menimpanya kemudian dia bersabar, maka hal tersebut juga baik baginya. ...





... dan hal tersebut tidak terjadi kepada selain orang yang beriman." (HR Muslim)





Bagi orang tertimpa kecelakaan, musibah, dan kesulitan, maka bersabarlah!





Sesungguhnya bagi Anda ada pahala yang sangat besar di sisi Allah.





Kelak ketika kita menghadap Allah pada Hari Kiamat, dan kita melihat balasan yang Allah sediakan untuk kita,





maka orang yang sering tertimpa musibah akan berangan-angan





 agar hidupnya di dunia seluruhnya adalah kesusahan.





Bersabarlah, bersabarlah maka surga adalah balasan bagi Anda.





Seorang perempuan, yang khawatir auratnya terbuka ketika penyakit ayannya kambuh,





ketika tertimpa ayan maka akan tersingkaplah auratnya,





Kemudian berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, doakan untuk kesembuhanku."





Beliau menjawab, "Kalau kau mau, akan aku doakan, dan apabila kau mau, bersabarlah ...





... maka balasan bagimu adalah surga." Dia mejawab, "Aku bersabar saja sehingga mendapat surga, ...





... namun doakan aku agar auratku senantiasa tertutup dan tidak tersingkap." (HR Bukhari dan Muslim)





Hanya ingin auratnya tidak tersingkap, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun mendoakan dia.





Demikianlah secara ringkas beberapa perkara yang dapat meleburkan kesalahan,





dan yang bisa menghapuskan aib dan dosa-dosa.





Aku memohon kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosa kita,





memaafkan kesalah-kesalahan kita, dan memberi kita husnul khatimah,





Alllahumma amin! Semoga shalawat dari Allah, salam-Nya, dan keberkahan-Nya senantiasa





terlimpahkan untuk Nabi kita Muhammad, Allahua'lam,





wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.














Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.





Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka.







Sumber;
Kata Nasehat: Taman Ampunan - Syaikh Muhammad Abdullah al-Nuunan





Youtube Channel: Yufid.tv





Read in English
اقرأ في اللغة العربية
 











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz