Dosa Ghibah


PERTANYAAN:
Apa pengertian ghibah?

JAWAB:
Berikut ini beberapa hadis dan perkataan ulama tentang ghibah





عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ؟ قَالُوا : اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
قَالَ: إِذَا ذَكَرْتَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ، فَقَدِ اغْتَبْتَهُ
قِيلَ : أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ ؟
قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ
وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ بَهَتَّهُ
يَعْنِي قُلْتَ فِيهِ بُهْتَانًا
رواه مسلم في كتاب البرّ والصلة والآداب
باب تحريم الغيبة (2589) وأبو داود والترمذي وأحمد وغيرهم

و قال النبي صلى الله عليه و سلم
لما عرج بي رأيت أقواما لهم أظفار من نحاس
يخدشون بها وجوههم وصدورهم فقلت
من هؤلاء يا جبريل؟ قال
هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس ويقعون في أعراضهم
رواه أحمد وأبو داود صحيح سنن أبي داود 4082 وغيره انظر الصحيحة 533

وعن البراء بن عازب رضي الله عنه قال
قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم
الربا اثنان وسبعون بابا: أدناها إتيان الرجل أمّه
وإنّ أربى الرّبا استطالة الرجل في عرض أخيه
رواه البخاري (1/26 ) ومسلم (1218) وغيرهما

وروي عن الحسن البصري رحمه الله
أنّ رجلا قال له: إنّك تغتابني
فقال:ما بلغ قدرك عندي أن أحكّمك في حسناتي

ويروى عن عبد الله بن المبارك رحمه الله أنّه قال
لو كنت مغتابا لأحد لاغتبت والديّ لأنّهما أحق بحسناتي





Dari Abu Hurairah radhiyAllahuanhu, bahwasanya Nabi shallAllahu alaihi wa sallam bersabda:' 'Tahukah kalian apa itu ghibah? Para sahabat menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.'' Nabi melanjutkan: "Jika engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang tidak dia sukai, maka berarti engkau telah berbuat ghibah.'' Ada sahabat yang bertanya: "Bagaimana jika apa yang aku bicarakan memang fakta? Nabi menjawab: "Jika yang engkau sebutkan sesuai fakta maka engkau telah berghibah, namun jika apa yang engkau sebutkan tidak sesuai fakta, maka berarti engkau telah berdusta. Yakni engkau telah mengatakan satu kebohongan.
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabul Bir was Shilah wal Adab, Bab Tahrimil Ghibah (2589), Abu Dawud, At Tirmizi dan Ahmad.

Nabi juga bersabda: "Ketika aku di angkat (ketika isra' mi'raj) aku melihat satu kelompok yang memiliki kuku dari tembaga, mereka mencabik-cabik wajah dan  dada mereka, lantas aku bertanya: "Wahai Jibril, siapakah mereka itu? Jibril menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan juga  menjatuhkan kehormatan manusia.'' Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dalam shahih Sunan Abi Dawud 4082, lihat As-Shahihah no.533

Dari Bara' bin 'Azib radhiayalAllahuanhu, ia berkata: "Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda: "Riba itu ada 72 pintu, pintu riba yang paling rendah dosanya seperti menyetubuhi ibu kandungnya, dan riba yang paling riba adalah seseorang yang menjatuhkan kehormatan saudaranya.''
Diriwayatkan oleh Bukhari 1/26 dan Muslim 1218 dan lainya.

Diriwayatkan dari Hasan Al-Basri rahimahullah, bahwasanya ada seseorang yang berucap kepadanya: "Sesungguhnya engkau telah menggibah-ku!" Hasan Al-Bashri menjawab: "Apa kedudukanmu disisiku, sehingga aku menghakimimu (sehingga mengurangi) pahala kebaikanku?''

Dan Diriwayatkan dari Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah, ia berkata: "Seandainya aku (boleh) menggibah seseorang, niscaya aku akan memilih untuk menghibah kedua orangtuaku sendiri, karena merekalah orang yang paling berhak untuk mendapat pahala kebaikanku.''


Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.

Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz