Larangan Meniup Makanan dan Minuman yang Masih Panas
PERTANYAAN:
Benarkah ada larangan untuk meniup makanan atau minuman yang masih panas?
JAWAB:
Benar, berikut hadits yang dimaksud,
عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم
نهى أن يتنفس في الإناء أو ينفخ فيه
6820 وصححه الألباني في صحيح الجامع
وكان أبو هريرة – رضي الله عنه – يقول لا يؤكل طعام حتى يذهب بخاره
رواه البيهقي وصححه الألباني في الإرواء رقم 1978
6/346 وقال العلامة المناوي رحمه الله في فيض القدير
والنفخ في الطعام الحار يدل على العجلة الدالة على الشَّرَه
وعدم الصبر وقلة المروءة
انتهى
2/457 وقال الشيخ ابن عثيمين في شرح رياض الصالحين
أن بعض العلماء استثنى من ذلك ما دعت إليه الحاجة
كما لو كان الشراب حاراً ويحتاج إلى السرعة
فرخص في هذا بعض العلماء
ولكن الأولى أن لا ينفخ حتى لو كان حاراً
إذا كان حاراً وعنده إناء آخر فإنه يصبه في الإناء
ثم يعيده ثانية حتى يبرد
Dari Ibnu Abbas RadhiAllahuamhuma bahwasanya Nabi shallAllahu alaihi wa sallam melarang bernafas dalam gelas atau meniup-niup gelas. Disahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahihul Jami' 6820.
Abu Hurairoh radiyAllahunhu berkata: "Janganlah memakan makanan kecuali hingga hilang uap panasnya.''
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan disahihkan oleh Syaikh Albani dalam Al-Irwa' no 1978.
Al-'alamah Al-Munawi rahimahullah berkata dalam Faidhul Qodir 6/346: "Meniup-niup makanan panas menunjukan ketergesa-gesaan, dan hal ini juga menunjukan jelek (perangainya) serta ketidaksabarannya dan juga sedikitnya muruah (wibawa) si peniup.'
Selesai.
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata dalam Syarh Riyadhis Sholihin 2/475: "Sebagian ulama mengecualikan larangan tersebut jika adanya satu kebutuhan, semisal seandainya minuman tersebut panas dan ia butuh untuk segera meminumnya, maka sebagian ulama memberi rukhshah/ keringanan dalam hal ini, akan tetapi yang lebih utama tetap tidak meniupnya meskipun masih panas. Apabila minumannya panas dan ia memiliki wadah/ gelas lain maka ia bisa tuangkan kedalam gelas yang lain, kemudian ia ulangi untuk kedua kalinya sampai menjadi dingin."
Selesai.
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar