Bolehkah Zakat Dibayarkan kepada Orang Tua atau Anaknya?
PERTANYAAN:
"Bagaimanakah hukum seseorang yang memberikan zakatnya kepada Ushul (Bapak-Ibunya) dan kepada Furu' (Anak-Cucunya)?''
JAWAB:
السؤال : ما حكم دفع الإنسان زكاته إلى أصله وفرعه ؟
: الجواب
دفع الزكاة إلى أصله وفرعه أعني آباءه وأمهاته وإن علوا
وأبناءه وبناته وإن نزلوا إن كان لإسقاط واجب عليه لم تجزئه
كما لو دفعها ليسقط عنه النفقة الواجبة لهم عليه إذا استغنوا بالزكاة
أما إن كان في غير إسقاط واجب عليه ، فإنها تجزئه
كما لو قضى بها ديناً عن أبيه الحي ، أو كان له أولاد ابن وماله لا يحتمل الإنفاق عليهم
وعلى زوجته وأولاده ، فإنه يعطي أولاد ابنه من زكاته حينئذ
لأن نفقتهم لا تجب عليه في هذه الحال
وبذل الزكاة للأصول والفروع في الحال التي تجزئ أولى من بذلها لغيرهم
لأن ذلك صدقة وصلة
انتهى
مجموع فتاوى و رسائل الشيخ ابن عثيمين 18/415
Jawaban:
"Membayar zakat kepada ushul (bapak-ibunya) atau kepada furu' (anak-cucunya) apabila zakat dibayarkan untuk menggugurkan kewajibannya dalam memberi nafkah kepada mereka maka tidaklah sah zakatnya, sebagaimana misalnya ia membayarkan zakat untuk menggugurkan kewajibannya untuk memberi nafkah wajib kepada mereka dengan hanya mencukupkan pemberian zakat (kemudian tidak menunaikan nafkah kepada mereka lagi, red), adapun jika tujuanya bukan untuk menggugurkan kewajiban nafkah kepada mereka maka sah zakatnya. Misalnya, seandainya zakatnya ia bayarkan untuk melunasi hutang sang bapak saat masih hidup, atau ia memiliki seorang cucu namun hartanya tersebut tidaklah cukup untuk menafkahi istri dan anak-anaknya, maka pada kondisi yang demikian, ia boleh memberikan zakatnya kepada sang cucu, karena nafkah atas keluarga sang cucu bukanlah kewajibannya, dan membayarkan zakat kepada bapak-ibu dan anak-cucu dalam keadaan seperti ini lebih utama daripada membayarkan zakat kepada orang lain, karena padanya mengandung nilai sedekah dan nilai shilah (penyambung hubungan kekeluargaan)."
Selesai..
Majmu Fatawa Wa Rasail Syaikh Ibnu Utsaimin (18/415)
Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar