Pentingnya Mempelajari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah
Di antara perkara-perkara yang penting dan bermanfaat bagi seorang penuntut ilmu sebelum dia memulai mempelajari masalah-masalah yang terkait dengan permasahan Tauhid Asma wa Shifat (Mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya) adalah seseorang mengetahui pentingnya mempelajari hal ini sehingga bertambahlah semangat dan keinginannya dalam memperdalam masalah-masalah ini. Di antara manfaat-manfaat mempelajari tauhid asma dan sifat adalah;
- Pertama, mempelajari ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah merupakan salah satu cara untuk meraih kesempurnaan iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena tidak akan sempurna iman seseorang kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai dia benar-benar mengerti dan memahami tentang keberadaan Allah sebagai Rabb semesta alam, sebagai zat yang berhak disembah, dan juga mengetahui nama-nama Allah subhanahu wa ta'ala dan sifat-sifat-Nya yang mulia yang tertulis di dalam Al Quran dan As Sunnah.
- Kedua, Mempelajari tauhid asma dan sifat merupakan jalan menuju Ma'rifatullah (Mengenal Allah) dan Ma'rifatullah adalah kewajiban yang paling mulia dan merupakan salah satu tujuan diciptakannya makhluk. Karena di antara tujuan diciptakannya manusia adalah untuk mengenal Allah, Tuhan Sang Pencipta. Allah berfirman;
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
Artinya; "
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." Surat At Talaq: 12
- Ketiga, sesungguhnya ilmu tentang nama-nama dan sifat Allah adalah ilmu yang paling mulia dalam khazanah keilmuan Islam. Banyak sekali cabang ilmu dalam Islam, namun ilmu yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah. Karena kebaikan dan kemuliaan suatu ilmu itu diukur dari apa yang dipelajari dalam ilmu tersebu. Dan ilmu Tauhid Asma Wa Shifat menjadi ilmu yang paling mulia karena yang dipelajari adalah tentang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ibnul Arabi berkata, "kemuliaan ilmu itu tergantung dengan apa yang dipelajari dalam ilmu tersebut dan Allah, Sang Pencipta, adalah sebaik-baik dan semulia-mulianya Dzat yang dipelajari." Sehingga dengan ini, ilmu tentang Allah adalah ilmu yang paling mulia dalam agama Islam.
- Yang keempat, ilmu tentang Allah merupakan pondasi untuk segala macam ilmu yang lain. Maka hendaknya seorang penuntut ilmu mengawali mempelajari ilmu ini sebelum ia mempelajari ilmu-ilmu yang lain. Karena barang siapa yang mengenal Allah niscaya dia akan mudah mengenal makhluk-makhluk Allah dan mengetahui ilmu-ilmu yang lain. Dan barangsiapa yang tidak mengenal Allah pasti dia akan lebih tidak mengenal makhluk-makhluk Allah dan lebih tidak akan mengetahui hal-hal selain Allah subhanahu wa ta'ala. Ketika seseorang lupa kepada Allah maka Allah jadikan Dia lupa terhadap dirinya sendiri. Dia tidak akan mengerti hal-hal yang baik untuk dirinya dan dia tidak memahami sesuatu yang sebenarnya tidak baik dirinya. Hal ini sebagaimana firman Allah;
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya:
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." Surat Al-Hasyr: 19
- Kelima, ilmu tentang Allah subhanahu wa ta'ala menumbuhkan dalam hati seorang penuntut ilmu berbagai macam bentuk ibadah hati seperti rasa harap kepada Allah, rasa takut kepada-Nya, tawakal, muraqabah (merasa diawasi oleh Allah), dan lain sebagainya. Misalnya, mengetahui bahwasannya Allah itu satu-satunya Dzat yang bisa memberi manfaat dan bisa mendatangkan mudharat (celaka) akan menumbuhkan dalam jiwa seseorang tawakal dan harap hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan hanya akan berdoa dan meminta hanya kepada-Nya. Ketika seorang hamba mengetahui bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar, maka akan tumbuh dalam hatinya sifat merasa diawasi oleh Allah sehingga Dia menjauhi perkara-perkara yang membuat dia terjatuh dalam dosa.
- Terakhir, ilmu tentang Allah subhanahu wa ta'ala akan menghindarkan kita dalam kesalahan memahami ayat-ayat dan hadis tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah. Karena telah banyak orang-orang yang terjatuh dalam kesalahan dalam masalah ini. Bahkan sebagian dari mereka adalah penuntut ilmu, da'i, bahkan ulamapun ada yang terjatuh dalam kekeliruan dalam masalah ini. Maka mempelajari ilmu ini dengan mengikuti metode pemahaman Salafus Shalih, Ahlu Sunnah wal Jamaah, adalah salah satu perkara yang bisa menjaga seseorang -dengan izin Allah- dari ketergelinciran dan penyimpangan dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah.
Allahua'lam. Tulisan pertama dari faidah tentang Tauhid Asma wa Shifat dari guru kami Abdullah Roy hafizahullah.
Ditulis dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar