Mengerjakan Shalat Rawatib Setelah Terlewat Waktunya


PERTANYAAN:
Ketika kita tidak sempat menunaikan shalat qabliyah karena sesuatu hal, bolehkah kita mengganti shalat tersebut setelah sudah terlewat waktunya?

JAWAN:





عن أم سلمة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يصلي ركعتين بعد العصر
فسئل عنها فقال: يَا بِنْتَ أَبِى أُمَيَّةَ ، سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ
وَإِنَّهُ أَتَانِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ ، فَهُمَا هَاتَانِ
رواه البخاري 1233 ومسلم 834





قال  الإمام النووي رحمه الله





الصحيح عندنا استحباب قضاء النوافل الراتبة ، وبه قال محمد ، والمزني ، وأحمد في رواية عنه
وقال أبو حنيفة ومالك وأبو يوسف في أشهر الرواية عنهما لا يقضي
دليلنا هذه الأحاديث الصحيحة
انتهى





مجموع شرح المهذب 4/43









Dari Ummu Salamah radiyAllahuanha: Nabi shallAllah 'alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat dua rakaat setelah ashar, Nabi ditanya tentangnya dan beliau menjawab: "Wahai putri Abu Umayyah, engkau bertanya tentang dua rakaat setelah ashar, baru saja datang menemuiku orang-orang dari bani Abdul Qois, hal itu membuatku tersibukkan dari mengerjakan dua rakaat setelah dzuhur, maka itulah dua rakaat yang tadi aku kerjakan (setelah shalat Ashar, red)."
Diriwayatkan oleh bukhari (1233) dan Muslim (834).





Imam Nawawi rahimahullah berkata:





''Pendapat yang benar menurut kami, dianjurkannya meng-qadha' (mengganti) shalat sunnah rawatib (yang telah ditinggalkan karena suatu hal, red), inilah yang menjadi pendapat Muhammad, Al-Muzanni dan Ahmad dalam satu riwayat darinya. Berkata Abu Hanifah, Malik, dan Abu Yusuf dalam satu riwayat yang masyhur dari keduanya, bahwasanya tidak ada qadha' untuk shalat sunnah rawatib. Adapun dalil kami (anjuran meng-qadha' shalat rawatib,) adalah hadist-hadist shahih tersebut.''
Selesai.





Majmu' Syarh Muhaddzab (4/43)













Faidah dari guru kami Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy hafizahullah
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz