Ceramah Pendek: Membangun Rumah yang Islami


Bismillahirrahmanirrahim





Segala puji hanya bagi Allah, semoga shalawat dari Allah dan keberkahan senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau semua, amma ba'du





Nikmat Allah kepada kita banyak sekali, "Dan jika engkau menghitung nikmat Allah niscaya kau tidak akan bisa menghitungnya..." (QS An Nahl: 18)





Disebutkan dalam Al Qur'an dua kali, (yang artinya) "... Dan jika kau menghitung nikmat Allah, niscaya kau tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat ingkar." (QS Ibrahim: 34)





dan pada ayat yang lain diakhiri dengan (yang artinya) ".... Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An Nahl: 18)





Pembahasan tentang nikmat tentu sangat panjang, namun mari kita bahas satu saja diantara nikmat-nikmat dari Allah 'azza wa jalla





Rumah adalah Salah Satu Nikmat yang Agung dari Allah





Yaitu nikmat yang banyak manusia tidak mendapatkanya, yaitu nikmat rumah





Ini adalah nikmat dari Allah 'azza wa jalla,  Allah 'azza wa jalla berfirman dalam surat Ni'am,





sebagian ulama menamakanya surat Ni'am, yaitu surat An Nahl, untuk mengingatkan hamba-hamba-Nya akan nikmat ini





(yang artinya) "Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kalian kemah-kemah dari kulit binatang ternak





yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan di waktu kamu bermukim ..." (QS An Nahl: 80)





Jadi, rumah itu adalah nikmat dari Allah 'azza wa jalla Orang lain ada yang tidak memiliki rumah





Duduk di tanah, beralaskan tanah dan beratapkan langit, dan pada nikmat berupa rumah ini, di dalamnya terdapat juga banyak nikmat





Nikmat penerangan, nikmat air, air untuk minum, untuk mandi, air yang panas dan yang dingin, dan banyak nikmat lainya





Rumah merupakan miniatur sebuah kampus, sekarang di banyak tempat terdapat kampus-kampus, kampus yang meluluskan dokter, ,





meluluskan prajurit dan tentara, meluluskan insinyur, meluluskan guru, dan meluluskan yang lainya baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan





Rumah ini adalah 'kampus kecil', maka kita harus memperhatikan kampus kecil ini, yang akan meluluskan putra dan putri kita

Ciri-Ciri Rumah yang Islami





Ya, rumah anda harus menjadi rumah yang islami, wahai para suami, wahai para istri, bagaimanakah sebuah rumah yang islami?





bukan yang bentuknya demikian, atau ukurannya demikian, atau di tempat tertentu, bukan! Namun rumah yang islami





adalah rumah yang berdiri di atas beberapa sifat, yang pertama adalah dzikir kepada Allah 'azza wa jalla





Dipenuhi dengan Suara Zikrullah dan Jauh dari Suara-Suara yang Buruk





Rumah kita harus dipenuhi dengan dzikir kepada Allah 'azza wa jalla, dan jangan isi rumah kita dengan hal-hal yang diharamkan oleh Allah!





suara teriakan, musik-musik, nyanyian, joget dan juga gambar-gambar yang terlarang,





Kita jadikan rumah kita berdiri di atas dzikir kepada Allah sehingga mendatangkan ketentraman





Terkisah ada seorang sahabat, duduk sedang shalat di rumahnya, sepertinya namanya Imran bin Husoin





Ketika dia duduk ketika shalat di dalam rumahnya, dan anaknya, yahya, berada di dekat kuda





Dia berkata, "Ketika aku membaca (Al Qur'an), kudanya bergerak-gerak, kudanya berjalan berkeliling." Kemudian dia membaca lagi,





dan terulang lagi kejadian dan pemandangan yang sama, dia berkata, "Kemudian aku mengkhawatirkan anakku, Yahya, celaka karena kuda tersebut."





Karena kudanya bergerak-gerak, kemudian dia berkata, "Aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. dan aku ceritakan kejadian tersebut."





Apakah anda tahu apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Itulah ketentraman yang turun dalam Al Qur'an (HR Bukhari Muslim)





Kita harus membaca Kitab Allah 'azza wa jalla di dalam rumah kita sehingga masuk ke dalam rumah kita ketentraman





Allah 'azza wa jalla ketika mengabarkan tentang salah satu tanda kebesaran-Nya dalam surat Ar Rum,





Allah berfirman, (yang artinya) : "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,..."





untuk apa? "... supaya kamu merasa tentram kepadanya, ..."





bukan sekedar untuk menyalurkan syahwat biologis saja, bukan! Namun Allah berfirman (yang artinya) "... supaya kamu merasa tenteram kepadanya, ..."





"... dan Allah jadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang." (QS Ar Rum: 21)





Rumah yang Membuat Penghuninya Merasa Tentram
Sebuah rumah yang Islam dan keluarga yang Islami harus ada di dalamnya ketentraman, rasa kasih dan sayang, lemah lembut, dan kepedulian





tidak terdapat di dalamnya diskriminasi antara anak laki-laki dan perempuan, anda harus berlandaskan pada keadilan dan bersikap proporsional 





Rumah anda harus bersih dari hal-hal yang Allah haramkan, seperti gambar-gambar dan patung-patung makhluk bernyawa





Dan juga harus bersih dari perselisihan, pertengkaran, perpecahan, dan harus terhindar dari rasa saling curiga,





sebagian orang tua mungkin curiga kepada anaknya, suami curiga pada istrinya atau istri curiga pada suaminya,





Kenapa itu bisa terjadi? Karena bahasa yang terlalu to-the-point. "Kesini kau, suamiku! Aku lihat kamu berbuat demikian dan demikian, apa maksudmu?"





Ayah datang pada anaknya, berkata "Aku lihat kamu pergi dengan si fulan, dan dia itu bukan orang baik dan dia punya catatan buruk."





"Wahai anak perempuanku, kamu duduk dengan fulanah, dan dia bukan orang yang baik!" Kenapa bisa demikian?





Hendaknya dengan cara yang baik, tenang dan penuh nasihat, yaitu kita berupaya untuk mendidiknya dalam ketaatan kepada Allah 'azza wa jalla





Rumah yang Tidak Ada Kemungkaran di Dalamnya





Rumah kita harus menjadi rumah islami dengan sifat-sifat tersebut, rumah yang bersih dari kemungkaran





rumah yang bersih dari perselisihan, pertengkaran dan perselisihan





Rumah yang islami harus memiliki sifat-sifat tersebut, rumah yang menjadi tempat datangnya hidayah





Setiap ayah harus menjadi seorang tentara penjaga di pintu gerbang rumahnya dan di dalam rumahnya





tidak masuk ke dalamnya perkara yang membuat murka Allah 'azza wa jalla dan tidak keluar darinya sesuatu yang Allah 'azza wa jalla haramkan





Rumah harus berdiri di atas kedamaian dan ketenangan, terasa di dalamya kesenangan, ketentraman dan kesejukan





dan juga ketenangan, kita masuk ke rumah kita karena kita ingin berteduh dari terik, berlindung dari hawa dingin, menyimpan harta dan benda kita





Rumah ini menutupi kita dari pandangan manusia, lantas kenapa malah kita jadikan rumah kita tempat yang buruk bising, ada kegelisahan, dan perselisihan, kenapa?





Bagaimana keadaan rumah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Rumah beliau dibangun diatas ketentraman





Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki sembilan rumah, beliau memiliki sembilan istri,





Tidak ada permusuhan, rumah beliau tidak lepas dari masalah, terkadang ada permasalahan,





Akan tetapi masalah tidak membesar yang akhirnya berujung pada perceraian, perpisahan, ataupun permusuhan





Karena siapa yang akan jadi korban? Mereka anak-anak!





Jadikanlah di sana tempat yang terdapat persatuan, kelembutan, dan saling menasihati, wahai orang-orang yang beriman, dengarkan,





dengarkanlah wahai para penghuni rumah, yang menginginkan rumah yang islami, dan keluarga yang beriman,





rumah yang tegak di atas kebaikan ketakwaan dan kesuksesan, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu ..."





...dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, ...





... yang tidak mendurhakai Allah dalam apa diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim: 6)





Wahai saudaraku, kita di dalam rumah tersebut harus saling menjaga





Dan kita harus menyirami rasa saling menjaga ini dengan air cinta, sehingga menumbuhkan pohon yang penuh berkah





dan mengeluarkan buah yang baik, anak-anak, putra dan putri yang baik, putra putri yang bisa saling menjaga





putra putri yang memiliki ikatan batin. Karena sekarang, dengan saudara kandung! demi Allah kami sudah melihat dan mendengar sendiri,





ada di banyak pengadilan kasus perselisihan antara anak dan ayahnya, antara saudara dan saudaranya sendiri,





mereka berseteru dan berselisih, kenapa? Karena jauh dari Kitab Allah 'azza wa jalla





Ketika kita tidak berpedoman dengan Kitab Allah 'azza wa jalla di rumah-rumah kita





Ketika kita tidak memasukkan sunnah ke dalam rumah-rumah kita





agar rumah anda menjadi rumah yang islami, dan keluarga yang baik dan beriman,





Wahai saudaraku, jadikanlah rumah anda tempat shalat, selain shalat lima waktu





Demikianlah dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau shalat sunnah di rumahnya





sehingga yang tidak mengerti bisa belajar dari beliau bagaimana tata cara shalat





Anda ingin rumah anda menjadi rumah yang islami, rumah yang baik, maka rumah anda harus ada di dalamnya senda gurau dengan anak-anak





Dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah merangkak kemudian ditunggangi oleh Hasan dan Husain di atas punggung beliau





Kemudian mereka berdua berkata pada beliau, "Berjalanlah wahai unta!" Kemudian beliau bersabda,





"Sebaik-baik unta adalah unta kalian ini, dan sebaik-baik laki-laki adalah kalian berdua." (HR Thabrani)





Betapa rendah hatinya beliau! Anda ingin keluarga yang islami? Anda ingin rumah anda bebas dari masalah?





Anda harus bersikap rendah hati terhadap istri dan anggota keluarga anda, sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam





beliau ketika memasuki rumah, masuk pula ketentraman, rasa kasih, dan sayang ke dalam rumah beliau,





Ketika beliau masuk, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengawalinya dengan bersiwak di rumah beliau





Beliau tidak pernah membuat takut keluarganya shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika hendak masuk beliau berdiri di samping pintu untuk meminta izin





Beliau juga tidak pernah pergi meninggalkan rumah di malam hari, dan demikianlah wahai saudaraku, kita menginginkan rumah yang islami,





kita menginginkan keluarga yang islami, keluarga yang sempurna, kita harus menjadikan keluarga kita islami dengan menegakkan hukum





di dalam rumah kita, di dalam 'kerajaan kecil' kita dengan hukum Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam





Kita berusaha sebaik mungkin bagaimana kita mengatasi masalah-masalah kita





Jangan jadikan masalah-masalah kita sebagai problema , namun kita berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan rumah kita





rumah yang solid dalam berdzikir kepada Allah





Yang terakhir, ketika anda memasuki rumah, aku ingatkan anda dengan satu hal,





Wahai saudaraku, ketika anda memasuki rumah, berdzikirlah kepada Allah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,





Ketika salah seorang dari kalian masuk (rumah) maka ucapkanlah: "Bismillah kami masuk dan bismillah kami keluar..."





"... dan kepada Tuhan kami, kami bertawakkal. Ya Allah jadikanlah kami dalam keadaan baik ketika keluar dan ketika masuk" (HR Abu Daud) Maka setan tidak akan masuk rumah.





Dan ketika anda hendak menyantap makanan, katakanlah, "Bismillah." Maka setan tidak akan ikut makan.





Akan tetapi ketika seseorang masuk rumah, ke dalam 'kerajaan kecil'nya, menemui keluarganya, istrinya, putra dan putrinya





dia tersenyum kemudian mengucap bismillah,walajna, assalamu 'alaikum, sudah, setan terhenti di luar,





akan tetapi jika anda masuk rumah dan tidak mengucap salam, maka setan masuk rumah bersamamu





kemudian mulai menyebarkan masalah dan memantik api permusuhan dan kebencian antara anda dengan istri anda dan anak-anak anda





karena anda tidak berdzikir kepada Allah. Kemudian anda hendak makan dan tidak menyebut nama-Nya, tidak mengucap bismillah





Maka setan mendapat jaminan makan dan tempat bermalam darimu, dan sekarang rumah seorang muslim menjadi penginapan bagi setan





Mereka makan minum gratis. Bahkan ketika seorang suami mendatangi istrinya dan tidak mengucap bismillah





maka setan ikut campur dalam hubungan mereka, bahkan dalam berhubungan suami istri. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,





"Jika kalian mendatangi istri kalian maka ucapkanlah: 'bismillah, Ya Allah jauhkan kami dari setan, ...





... dan jauhkan setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami." (HR Bukhari Muslim)





Aku memohon kepada Allah 'azza wa jalla agar menjadikan rumah kami dan rumah anda sekalian aman dan damai





yang di dalamnya terdapat ketentraman, kebahagiaan, dan cinta kasih, Allahumma amin.





wassaalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh









Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.





Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka.







Sumber;
Kata Nasehat: Keluarga Sakinah - Syaikh Muhammad Abdullah al-Nuunan
Youtube Channel: Yufid.tv









Read in English
اقرأ في اللغة العربية


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz